
Sebelum nya
"Saya mau bertemu Pak Farid, ingin mengantar makan siang," Arika terlihat menenteng rantang berisi makan siang untuk suami nya.
Resepsionis memberitahu di lantai berapa ruangqn Bos mereka. Hanya sekedar mengantar makan siang fikir nya.
"Terima kasih," ucap Arika seraya berjalan menuju lift. Sesampai nya di lantai ruangan suami nya di lihat nya meja secretaris nya yang kosong. Secretaris Farid sedang ke toilet. Arika melangkah kan kaki nya, dia berfikir langsung masuk saja.
"Mas," ucapan Arika terhenti melihat suami nya di peluk oleh kakak nya sendiri. Hati nya sakit dan mata nya ber kaca-kaca. Farid juga tak kalah terkejut dia langsung melepaskan tangan Ariana yang melingkar di pinggang nya.
"Maaf, aku hanya mengantar makan siang." Arika mencoba agar tetap tenang dia meletak kan makanan yang ia bawa di atas meja sofa dan langsung berjalan cepat keluar. Dia sudah tidak bisa membendung air mata nya. Arika terus berjalan hingga beberapa staff yang melihat nya merasa heran.
Farid yang cemas dan khawatir langsung mengejar istri nya dengan lift khusus, saat di loby Farid menarik tangan Arika.
"Sayang aku bisa jelaskan," Farid memegang pundak Arika.
__ADS_1
"Arika ngerti Mas, Arika pulang dulu." Mencoba melepaskan tangan Farid.
Farid menarik Arika dalam pelukan nya. "Hubungan kami sudah berakhir, dia tiba-tiba datang." Farid tidak tega melihat istri nya menangis. Di usap nya kepala istri nya lembut.
Para staff yang melihat terheran-heran pasal nya yang mereka tahu istri bos mereka adalah Ariana.
💝💝💝
Farid mengantar Arika pulang. Sementara di kantor Ariana merasa geram karena Farid tidak mempedulikan nya. "Tidak mungkin secepat itu kamu melupakan ku Mas, aku tahu kamu hanya masih marah padaku." Ariana ber ucap sendiri.
"Tidak biar Mas mengantar mu." Satu tangan Farid menggenggam tangan istri nya.
Setelah merasa sedikit tenang," Mas, sebenar nya Aku udah tahu kalau Kak Ariana sudah kembali," Farid tetap diam mendengarkan istri nya. " Kemarin Mama menelfon ku, tapi aku fikir Kakak tidak akan mengganggu pernikahan kita." Arika menghela nafas nya.
"Apa kita akan berpisah Mas?" Arika memberanikan diri. Sesuai kesepakatan kita," mata nya kembali ber kaca- kaca mengutarakan pertanyaan itu. Jujur hati nya sangat takut berpisah dari suaminya, karena dia sudah mencintai suami nya itu.
__ADS_1
Farid diam belum menjawab apa pun pandangan nya lurus kedepan. Arika takut kediaman Farid adalah jawaban yang menyakitkan untuk nya. Dia meyakin kan hati nya, Apapun jawaban Farid dia harus bisa menerima.
Sampai di rumah mereka masuk ke kamar. Farid menarik tangan Arika dan menduduk kan nya di atas ranjang. "Aku tidak akan meninggalkan mu, percayalah." Farid meyakinkan istri nya.
"Lalu bagaimana dengan Kakak?" dia pasti masih mencintai mu Mas."
"Tidak, dia tidak pernah mencintai Mas, kalau dia mencintai Mas tidak mungkin dia lari dengan pria lain."
"Maksud mas?" Arika masih belum mengerti.
"Sebenar nya selama ini Mas mencari tahu kemana dan kenapa dia pergi. Setelah Mas tahu semuanya, di situlah Mas sadar dia bukan yang terbaik buat Mas."
"Mas hanya ingin kamu." Farid mencium bibir istri nya. Tentu saja itu tidak cukup untuk nya tubuh istri nya seakan jadi candu untuk nya. Akhir nya siang itu mereka kembali menyatukan cinta mereka.
💝💝💝
__ADS_1
TBC