Cinta Arika

Cinta Arika
4. Kedatangan Mama


__ADS_3

Selesai sholat subuh Arika bergegas ke dapur untuk membuat sarapan, dia memasak nasi goreng dengan telur dadar.


Selesai memasak Arika menata makanan di meja makan tak lupa dengan teh dan jus.


Dia ingin membangunkan Farid, di depan pintu kamar Farid dia bingung mau ngetuk pintu tapi takut Farid marah. Setelah menimbang nimbang akhir nya dia memberanikan diri.


Tok tok tok


"Mas, mas Farid bangun," Hening tidak ada jawaban. "Apa aku buka saja ya?" fikir nya.


Ceklek


Ternyata Farid masih tidur. Arika masuk dan mengoyang pelan bahu Farid. Farid yang masih tidur merasa terganggu dan tanpa membuka matanya. "Berisik banget sih" gerutu nya sambil menarik selimut menutup kepalanya.


"Tapi mas Farid harus ke kantor." Arika tetap berusaha membangun kan Farid.


Farid akhir nya membuka matanya. Pandangan nya langsung ke wajah Arika, sesaat dia terpaku melihat kecantikan wajah Arika." Ternyata dia sangat cantik," gumam nya pelan.


"Apa?" tanya Arika yg sebenar nya mendengar gumaman Farid.


"Eh emmm...," Farid gugup sambil menggaruk kepala nya." Aku tidak bilang apa apa," lanjut nya


"Tapi aku dengar." Farid jadi salah tingkah.


"Sudah sana aku mau mandi". Farid mengusir Arika.


"Huh dasar manusia aneh, di bangunin bukan nya terima kasih malah mengusir, menyebalkan."

__ADS_1


Gerutu Arika sambil menuruni tangga. Arika hendak melangkah menuju ke dapur, tiba tiba bel berbunyi.


Ting nong


ting nong...


"Siapa ya yang bertamu pagi pagi?" Arika berjalan menuju pintu, seketika,,,


ceklek


"Assalamualaykum sayang?", ternyata sang mama mertua yang datang berkunjung.


"Waalaykum salam ma," jawab Arika lalu salim kepada Buk Widia mama mertua nya. Buk Widia memeluk menantu nya.


Mereka berjalan masuk kedalam.


"Mas Farid masih mandi ma, emm Mama udah sarapan?" tanya Arika.


"Belum sayang,"


"Kita sarapan sama sama ma," ajak Arika


"Baiklah Mama juga ingin merasakan masakan menantu mama yang cantik ini,"


ucap Buk Widia sambil memandang sang menantu.


Mereka berjalan menuju meja makan. Arika mengambilkan piring lalu meletakkan nya di hadapan Mama mertuanya.

__ADS_1


Farid muncul dan langsung memeluk Mama nya.


"Mama, kenapa tidak bilang kalau mau kesini," tanya Farid.


"Memang nya harus bilang? jawab Mamanya." Mama kangen sama kamu, semenjak kalian menikah kamu gak pernah lagi kerumah, hanya Rika saja yang sering kerumah," ucap nya dengan suara merajuk.


Ya memang selama tiga bulan usia pernikahan mereka Arika lah yang sering berkunjung kerumah mertuanya. Sedangkan Farid selalu sibuk


Siang sibuk di kantor malam ke Club minum minum.


Sebenar nya Buk Widia tahu tentang hubungan putra nya. Selama ini dia selalu menelfon Bik sumi.


Mereka menikmati sarapan yang di masak Arika.


"Hotel yang di Bali akan di resmikan dua hari lagi," ucap Buk Widia.Arika dan Farid mendengarkan," Papa dan Mama tidak bisa hadir, jadi Papa berharap kalian yang kesana."


Farid dan Arika saling berpandangan." Tapi ma Farid banyak pekerjaan," Farid berharap Mamanya tidak jadi menyuruh mereka pergi.


"Untuk sementara Papa yang mengendalikan perusahaan di sini, kalian akan tinggal seminggu disana."


"Apa?" Farid dan Arika sama sama kaget mendengar kata kata Buk Widia.


"Tapi ma itu terlalu lama," bantah Farid. Arika hanya diam mendengarkan, dalam hati ia juga berharap tidak jadi pergi.


"Tidak ada penolakan Farid. Keputusan Mama sudah bulat. Mama sudah pesankan tikat kalian. Nanti sore kalian berangkat,titik."


💝💝💝

__ADS_1


Tbc


__ADS_2