
Tante Aini menghampiri Zahra yang baru tiba. Zahra mencium tangan tante nya. Kemudian Doni keluar dari mobil. Tante aini mengeryitkan kening nya menatap pada Zahra.
"Assalamualaykum tante?" sapa Farid kemudian salim dan mencium tangan Tante aini.
"Waalaykumsalam," Tante aini masih heran. Karena yang ia tahu selama ini Doni tidak menganggap Zahra. Tatapan mata nya pada Zahra seolah-olah minta penjelasan kenapa Doni ikut.
Mereka masuk ke dalam.
Doni menatap seisi rumah Tante aini yang terlihat sederhana namun bersih. Tante aini tinggal sendiri setelah Zahra menikah. Dia memiliki toko kua untuk memenuhi kebutuhan nya sehari-hari.
Zahra datang untuk belajar membuat kue karena ia ingin membuka toko kue di dekat komplek perumahan mereka.
Setelah membuatkan minum untuk Doni. Zahra menyusul tante nya kedapur untuk belajar.
"Tumben suami mu ikut? ada angin apa?" tanya tante penasaran.
Zahra menggedik kan bahu nya.
__ADS_1
"Sejak kapan?" tante aini masih pena
saran.
"Sejak tadi pagi tan, sikap nya aneh. Minta di masakin, temenin belanja dan ikut kesini."
"Mungkin dia mulai menyukai mu." Tebak tante aini.
"Entahlah tan, aku tidak akan berharap."
Selesai belajar membuat kue Zahra menghampiri Doni yang tengah asik dengan ponsel nya. "Kita pulang sekarang?" ajak Zahra.
"Kamu mau buka toko kue?" Doni tadi mendengar sedikit pembicaraan Zahra dan tantenya.
"Iya." Zahra menjawab tanpa menoleh pada Doni. Mata nya asik menjelajah keluar.
"Aku punya beberapa ruko, kamu bisa pilih salah satu nya." Doni menawarkan tempat milik nya pada Zahra.
__ADS_1
"Tidak usah, nanti aku cari sendiri saja." Zahra menolak tawaran Doni.
***
Zahra membuka pintu kemudian mereka masuk. Mereka mandi bergantian. Selesai sholat Isya, Zahra menghidangkan makanan yang di masak nya siang tadi setelah di panaskan. Doni menghampiri nya ke meja makan. Mereka makan dalam diam.
Zahra masuk ke kamar hendak bergegas tidur. Doni masih memeriksa beberapa pekerjaan yang di bawa nya siang tadi. Setelah salesai Doni menyusul istri nya ke kamar. Di lihat nya wajah Zahra yang terlelap. Ada perasaan bersalah di hati nya karena sudah mengabaikan Zahra selama ini. Doni duduk menyandar di hapusnya pelan rambut Zahra, Zahra orang yang gampang terjaga ia mengerjapkan matanya. Ia langsung duduk saat menyadari tangan Doni di rambut nya.
"Apa aku membangun kan mu?" tanya Doni.
"Aku akan tidur di sofa," alih-alih menjawab pertanyaan Doni Zahra malah ingin turun pindah ke sofa. Doni menahan tangan Zahra. Zahra menoleh seketika mata mereka bertemu.
"Mari kita mulai dari awal." Ajak Doni. Zahra tampak bingung belum mampu mencerna kata-kata Doni.
"Ajari aku mencintai mu." Pinta Doni sontak Zahra menatap mata Doni melihat kesungguhan pria yang sudah menikahi nya beberapa waktu lalu. "Bantu aku melupakan Arika."
Zahra tampak berkaca-kaca. Ia menganggukan kepala nya tanda menyetujui permintaan Doni. Doni menarik Zahra dalam pelukan nya. Jantung Zahra berdebar tak menentu. Karena baru kali ini Doni memeluk nya. Ada rasa haru di dalam nya. Zahra menenggelamkan kepala nya di dada bidang Doni. Doni memeluk Zahra seraya mengelus punggung nya lembut. Setelah rasa deg-degan berganti dengan rasa nyaman. Zahra tertidur di pelukan Doni.
__ADS_1
💝💝💝
Like dan koment guys