
Setelah Farid pergi ke kantor, Arika menelfon Doni mengajak bertemu, tak sengaja Ariana mendengar kan Arika, ini akan ia jadikan sebagai alat untuk Farid agar lebih membenci Arika.
Diam-diam di ikuti nya mobil Arika, Arika menuju ke sebuah hotel, karena Doni mengadakan rapat di Hotel tersebut. Ariana merasa ini kesempatan emas nya, segera di hubungi nya Farid dan memberikan alamat nya.
Farid melajukan mobil nya. Sesampai nya di tempat dilihat nya Arika duduk di Lobby hotel, kemudian Doni muncul, mereka terlihat sedang ngobrol. Sementara Farid yang mengintai dari jauh mengepalkan tangan nya. Marah, cemburu ia merasa mereka mempermain kan dia. Kemudian Farid pulang kerumah.
Setelah pembicaraan selesai, Arika langsung menuju rumah sakit untuk periksa kandungan. Betapa senang nya Arika setelah tahu jenis kelamin bayi nya. Sesuai keinginan Mama mertua nya yang menginginkan pewaris.
Arika turun dari mobil, di lihat nya mobil suami nya juga terparkir di garasi. Ia merasa ini saat yang tepat memberi tahu jenis kelamin bayi mereka, dan berharap hubungan mereka akan jadi baik.
Tap tap tap
Ariana berjalan dengan wajah bahagia.
__ADS_1
"Wah wah wah, Bahagia nya yang baru bertemu selingkuhan." ucapan Farid mengagetkan Arika seketika senyum nya berganti menjadi wajah sedih.
"Apa kau sudah tidak sabar menunggu anak ini lahir, aku jadi semakin yakin kalau itu bukan anak ku." Kata-kata Farid membuat Arika diam mematung hati nya sakit mendengar nya bahkan air mata nya jatuh perlahan.
"Aku rasa tak perlu menunggu bayi itu lahir, sekarang kau pergi dari rumah ini, aku tidak sudi tinggal serumah dengan wanita murahan seperti mu." ucapan tajam Farid semakin membuat Arika menangis. Kata yang semula ingin ia sampai kan urung di katakan nya.
"Aku ingin kita berpisah," lanjut Farid. "Lagi pula Ariana sudah kembali, sesuai kesepakatan kita dulu. Aku akan menceraikan mu."
"Baiklah kalau itu mau mu, aku akan pergi," Arika bergegas menaiki tangga dia menutup pintu kamar nya dan menangis sejadi-jadi nya. Setelah puas menangis Arika mulai mengemas barang yang akan di bawa nya dan meninggalkan barang yang di beli oleh Farid. Di letak kan nya kartu Atm di atas nakas.
Tap tap tap
Bik sumi menghampiri Arika, "Non, jangan pergi," pinta Bik sumi.
__ADS_1
"Mas Farid sudah mengusir ku Bik, aku harus pergi. Lagi pula aku lelah bertahan Bik." Arika kembali meneteskan air mata nya.
"Itu hanya emosi sesaat Non. Tuan tidak sungguh-sungguh, Bibik mohon jangan pergi. Kasian bayi yang ada di dalam kandungan Non." Bujuk Bik sumi.
"Sudahlah Bik, aku sudah lelah menghadapi semua ini, bahkan dia tidak mengakui anak ku Bik." Jawab Arika menunduk.
Arika menguatkan hati nya. "Aku minta maaf Bik, aku pergi." Arika memeluk Bik sumi. Bik sumi ikut menangis.
Arika pergi menggunakan taxi. Dia tidak ingin Mama nya tahu tentang kepergian nya. Arika memutuskan menelfon Doni. Karena Doni lah yang bisa menolong nya.
Doni mengajak Arika tinggal di rumah orang tua nya. Doni menceritakan semua nya tentang Arika pada ibu nya. Doni tinggal dengan Ibu nya, sedang kan Ayah nya sudah meninggal dunia.
💝💝💝
__ADS_1
man teman, like dan komen ya