Cinta Arika

Cinta Arika
26. Penyesalan Farid


__ADS_3

Setelah bu Widia pergi, Farid masih mengingat apa yang di katakan Mama nya tadi. Dia teringat amplop coklat yang di tinggalkan Doni saat itu. Di buka nya laci satu per satu mencari amplop itu.


Setelah menemukan nya Farid langsung membuka amplop tersebut. Farid shock tidak percaya dengan bukti-bukti yang di lihat nya dan keterlibatan Ariana. Ya Doni mengumpulkan bukti itu dengan sangat lengkap. Farid menyesali semua nya. Tapi sudah terlambat karena Arika sudah pergi.


Farid pulang ke rumah dengan perasaan marah. Dia menyuruh Bik sumi mengemas barang-barang Ariana dan menyuruh membuang nya keluar. Rasanya dia tidak sudi lagi melihat wajah wanita itu. Kemudian Farid masuk ke kamar Arika. Dia mendudukan dirinya di ranjang seketika kenangan indah bersama Arika di kamar itu bermunculan. Lalu tatapan nya ter arah ke atas nakas, dilihat nya Atm dan ponsel pemberian nya, lalu di buka nya lemari, baju-baju serta perhiasan yang di beli kan nya untuk Arika pun tidak ada yang di bawa. Farid mundur terduduk bersandar di tempat tidur menangisi apa yang sudah terjadi. Bodoh nya ia tak menanyakan apapun pada istri nya itu.


***


Di luar rumah Ariana berteriak minta di buka kan pintu, Bik sumi tidak berani membuka kan nya.


Farid yang terlelap di kamar Arika terjaga karena mendengar suara di luar. Ia turun ke bawah.


"Buka pintu nya?,, dasar pembantu beranu sekali kau. Akan ku adukan kau pada Farid." Ariana teriak-teriak memaki Bik sumi, dia tidak terima kenapa baju-baju nya di taruh di luar rumah.


Ceklek

__ADS_1


Pintu terbuka memperlihatkan sosok Farid. Sontak Ariana menoleh dan langsung berhambur memeluk Farid. Farid langsung menepis tangan Ariana. Ariana bingung dengan sikap Farid.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Ariana. "Sayang pembantu kamu itu sudah berani membuang barang-barang ku. Aku mau kamu pecat dia." Arika bergelayut manja di tangan Farid.


Farid lagi-lagi melepas tangan dan mendorong Ariana hingga hampir terjatuh.


"Berani sekali mulut mu mengatai pembantu ku. Kau lah yang seharus nya pergi wanita jahat," kata Farid penuh penekanan.


"Sayang, ada apa ini? aku salah apa?" Ariana berlagak sok polos.


"Tidak, aku tidak akan pergi, biar aku jelaskan semua nya."


"Semua sudah jelas aku sudah tahu akal busuk mu, atau jangan-jangan kau juga berbohong tentang penyakit mu."


"Sayang, jangan begini aku aku bisa jelaskan"

__ADS_1


"Tidak perlu, pergi dari sini atau aku akan melaporkan mu," ancam Farid.


"Farid, aku ini masih istri mu," Ariana masih mencoba membujuk Farid.


"Kau hanya istri siri ku. Mulai sekarang Aku menceraikan mu Ariana. Jangan pernah lagi menampakan kan wajah mu di hadapan ku. Farid masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


"Bik, jangan biarkan dia masuk," perintah Farid pada Bik sumi.


"Baik Tuan." Bik sumi melangkah ke dapur menyiapkan pekerjaan nya.


Farid terus memikir kan Arika, kemana ia akan mencari nya. Karena dia tahu Arika tidak pulang ke rumah orang tua nya. Farid merutuki diri nya yang bodoh, karena menyia-nyiakan istri sebaik Arika.


πŸ’πŸ’πŸ’


Like dan koment yah man teman😊

__ADS_1


__ADS_2