Cinta Arika

Cinta Arika
3. Mabuk


__ADS_3

Tak terasa pernikahan Farid dan Arika sudah berjalan 3 bulan. Tapi tak ada yang berubah Farid tetap bersikap dingin terhadap Arika. Dia masih berusaha mencari Ariana,malam malam nya sering dia lewatkan di club untuk minum minum


pulang dalam keadaan mabuk dan terus menyebut nama Ariana.


Hingga suatu hari." Non saya mau cuti selama satu minggu," ucap Bik sumi. Dia akan pulang kampung untuk menghadiri pernikahan keluarga nya di kampung.


"Bibik udah bilang sama Kak Farid?"


"Sudah Non, tadi pagi sebelum Tuan berangkat." jawab Bik sumi.


" Non, maaf ya saya mau bilang sebaik nya Non panggil Tuan dengan sebutan Mas saja."


" Apa Bik?" tanya Arika balik.


"Non kan sudah menikah 3 bulan dengan Tuan, Bibik rasa tidak ada salah nya Non mulai mengakrabkan diri pada Tuan," lanjut Bik sumi.


"Maksud Bibi?" tanya Arika lagi.


"Maksud saya sama seperti pasangan suami istri lain nya Non."


Arika berdiri menghampiri Bik sumi dan memegang tangan nya." Bik, Bibik kan tau seperti apa pernikahan kami. Dia sama sekali tidak tertarik dengan saya Bik."


"Bukan tidak tertarik Non, mungkin belum."


"Dia hanya mencintai kakak ku Bik,

__ADS_1


aku pun tidak berani berharap. Biarlah hubungan kami seperti ini Bik, toh pada akhirnya bila Kak Ariana kembali kami akan bercerai," ucap Arika


"Saya hanya bisa berdo'a semoga Non dan Tuan bisa saling mencintai."


"Hahaha..." Arika tertawa mendengar permohonan Bik sumi." Saya tidak pantas dengan Kak Farid Bik."


"Siapa bilang,? yang satu cantik yang satu tampan."


Arika diam dan merenungi, kalau karena wajah menjadikan pria mudah mencintai nya, tentu tidaklah sulit bagi nya untuk membuat Farid mencintai nya.


💝💝💝


Seperti biasa Farid pulang dalam keadaan mabuk.


Biasa nya Bik sumi yang membukakan pintu. Tapi malam ini karena Bik sumi pulang kampung, Arika lah yang menyambut suami nya.


Yah.. Farid pulang di antar oleh Abi sahabat nya.


"Bik sumi sedang pulang kampung, terima kasih Kak sudah mengantar Kak Farid.."


"Ya sudah tugas kami..." kata Revan" kalau begitu kami pulang dulu."


Setelah Abi dan Revan pulang Arika memapah Farid ke dalam kamar, dibaringkan nya di ranjang, kemudian melepas sepatu nya. Dia bingun mau melepas kemeja Farid.


"Bodo amat, dia kan mabuk tidak akan sadar bila aku lepas baju nya." Arika bicara sendiri.

__ADS_1


Akhirnya dia melepas kemeja Farid, membersihkan tubuh Farid dengan kain basah. Farid sesekali meracau menyebut nama Ariana.


"secinta itukah Dia dengan Kak Ariana?"


batin Arika. Lalu di selimuti nya Farid dan dimatikan nya lampu lalu beranjak ke kamar nya.


Arika merebahkan diri nya. Sambil berfikir apa yang sebenarnya terjadi antara kakak nya dan Farid, bila mereka saling mencintai kenapa kakak nya pergi sebelum hari pernikahan. Dia berencana ingin menanyakan hal ini pada orang tuanya.


Tiba tiba ponsel nya berdering, segera di raih nya benda pipih yang terletak di atas nakas, dilihat nya ibu mertua nya yang menelfon. Arika menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan mertua nya.


"Assalamu'alaikum sayang?"


"Waalaykum salam ma."


"Bagaimana kabarmu sayang?"


"Rika baik ma.Mama sehat?"


"Mama sehat, oh ya mana Farid mama mau ngomong sama dia, nomor nya mama telfon tidak aktif."


"Mas Farid udah tidur ma."


"Hmm.. kalau begitu besok pagi mama telfon lagi ya. Bay sayang Assalamualaykum?"


"Waalaykum salam ma."

__ADS_1


Tut tut tut.


💝💝💝


__ADS_2