
Doni menatap sedih pada Arika yang belum sadar kan diri. Begitu juga dengan Bu sukma yang merasa sedih atas kejadian yang menimpa Arika. Beberapa bulan tinggal bersama dia sudah menganggap Arika anak nya sendiri.
"Maaf, selama ini kalian sudah repot mengurus Arika." Ucap Bu widia.
"Kami tidak merasa repot, Arika anak yang baik saya sudah menganggap nya seperti putri saya sendiri." Balas Bu sukma.
"Terima kasih banyak atas kebaikan kalian." Ucap Bu widia lagi.
"Tidak apa-apa Buk. Kami ikhlas menolong Arika. Jawab Bu sukma.
"Seandai nya saja Farid tidak menyakiti nya pasti ini tak akan terjadi." Bu widia menangis, menundukkan kepala nya.
"Tante gak boleh ngomong begitu, ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa. Kita hanya berusaha dan berdo'a agar Arika segera bangun." Jawab Doni.
***
__ADS_1
Sudah 3 bulan berlalu sejak kejadian itu, namun Arika masih enggan membuka mata nya. Farid dengan setia menjaga Arika. Selama Farid di rumah sakit, Papa nya yang menjalan kan perusahaan.
Doni dan ibu nya juga sering menjenguk Arika. Mama Arika pun yang sudah di beri tahu setiap hari ke rumah sakit bergantian menjaga bayi Arika dengan besan nya. Kini bayi yang di beri nama ARKA itu sudah bisa tertawa, tubuh nya yang semakin barisi semakin menggemaskan.
Kini Ariana mendekam di dalam penjara. Karena kasus percobaan pembunuhan. Namun tak menyurut kan dendam nya pada Arika.
Farid menitip kan Arika pada perawat nya. Ia hendak pulang kerumah menjemput Arka karena Mama nya ada arisan. Farid tidak mempunyai babysitter kareana ia ingin mengurus bayi nya sendiri. Saat sedang bersiap-siap Farid mendapat telfon di rumah sakit. Setelah mendengar pihak rumah sakit bicara Farid senang dan meneteskan air mata yang mana membuat sang Mama heran.
"Ma, aku kerumah sakit sekarang, Arika sudah sadar ma." Farid tampak bersemangat.
Mereka segera menuju rumah sakit membawa bayi Arka juga. Sesampai nya di rumah sakit Dokter menyarankan jangan terlalu banyak bertanya atau mengajak bicara pasien.
Farid masuk dan langsung memeluk wanita yang sangat di cintai nya itu. Arika tidak membalas pelukan nya. Farid menatap wajah istri nya yang masih tampak pucat. "Sayang aku minta maaf", di kecup nya lembut punggung tangan Arika. Arika hanya tersenyum tipis. Lalu mata nya melihat Mertua nya yang sedang menggendong bayi tampan.
Mata nya berkaca-kaca. Bu widia mendekatkan bayi Arka kepada Arika. Arika menangis memeluk bayi nya. Di ciumi nya wajah bayi nya.
__ADS_1
"Ma, sudah berapa bulan?" tanya Arika
"Sudah 3 bulan sayang," jawab Bu widia.
"Maafkan Mama sayang Mama melewatkan perkembangan mu." Arika menangis menciumi lagi wajah putra nya.
Tiga hari setelah Arika sadar, keadaan nya sudah baik. Dokter mengizinkan nya pulang.
Farid yang menyetir di depan, Arika duduk di belakang bersama mertua nya sedangkan Bayi Arka tinggal di rumah menyambut nya.
Arika di bawa kerumah utama, rumah sang mertua. Bu widia ingin ikut merawat cucu nya. Sesampai nya di rumah mereka di sambut dengan meriah beberapa kerabat juga berdatangan, Arika langsung menggendong Arka yang terlihat tampan dengan pakaian berdasi ala bayi. Bayi itu tersenyum saat du gendong ibu nya.
💝💝💝
like dan koment ceritaku yah
__ADS_1