Cinta Arika

Cinta Arika
19. Jebakan


__ADS_3

Ariana pulang ke rumah setelah malam, dia kesal bukan main karena rencana nyq yang gagal. Dia memikirkan rencana selanjut nya.


Sebulan sudah berlalu, Arika mulai curiga dengan Ariana. Selama di rumah nya dia tidak pernah terlihat seperti orang sakit. Ariana yang mengerti ke curigaan Arika, ia berfikir keras bagai mana harus mendapat kan Farid. Belum lagi Farid dan Arika yang semakin mesra.


Ariana teringat dengan teman Arika waktu Smu Doni. Dia tahu kalau Doni dulu sangat menyukai Arika. Dia menghubungi Doni mengajak nya bertemu. Doni pun mengiyakan ajakan Ariana. Ariana menentukan tempat mereka bertemu.


Sore hari Ariana mendatangi Arika yang tengah duduk di taman belakang rumah. Dia bersikap seramah mungkin untuk mengajak Arika keluar. Dengan alasan belanja, Arika mengiyakan ajakan Ariana dia berfikir mungkin ini bisa mendekatkan hubungan mereka.


Ariana membelok kan mobil nya di sebuah cafe.


"Loh, bukan nya kita mau ke mall?"


"Kita minum dulu sebentar kakak mau ketemu teman kakak." jawab Ariana santai.

__ADS_1


Sesampai nya di dalam cafe, Ariana melihat Doni sudah duduk duluan di meja yang di pesan Ariana.


"Hai,, udah lama?" Ariana menyapa Doni. Doni yang asik dengan ponsel nya menoleh ke arah suara.


"Baru lima menit, loh Arika juga disini?" Doni melihat ke arah Arika.


"Iya, kak Ariana ngajak mampir kemari."


"Iya, kakak tahu kalian itu akrab saat di sekolah dulu jadi, gak papa dong kalian bertemu lagi." jawab Ariana.


Ariana memesan minuman untuk mereka bertiga. Tentu saja dia sudah menyiapkan rencana nya dengan matang. "Kali ini aku pasti berhasil". Ariana berucap dalam hati.


Sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol tentang masa lalu, sesekali Doni melirik ke arah Arika. Ya dia memanh masih menyukai Arika tapi dia tahu batasan nya, karena Arika sudah menikah.

__ADS_1


Setelah pesanan datang, Ariana melirik kedua nya berharap mereka segera meminum nya.


"Ayo dong di minum dulu, ini aku yang traktir loh." Ariana sudah tidak sabar melihat mereka yang belum meminum minuman yang di pesan nya.


Arika dan Doni meminum minuman nya. Tampak Ariana menyunggingkan bibir nya. Beberapa saat kemudian Arika dan Doni merasakan pusing, pandangan mereka mulai kabur dan menyandar kan kepala mereka di meja. Dengan sigap Ariana menelpon teman nya yang menunggu di luar. Mereka membawa Arika dan Doni ke sebuah hotel yang sudah di persiapkan Ariana. Doni dan Arika di baringkan di atas ranjang lalu di buat berhadap-hadapan dan di selimuti hingga ke leher agar baju mereka tidak terlihat.


Ariana memotret Arika dan Doni, lalu dia mengirim gambar tersebut ke ponsel Farid, lalu di tambah caption "Kalau mau lebih jelas datang ke hotel xx kamar no 1234." Ariana tersenyum setelah mengirim itu, tentu saja dia mengirim dengan nomor lain. Setelah itu dia bergegas pulang.


Farid membelalakan mata nya saat melihat foto Arika dan Doni. Dia langsung pergi ke alamat hotel itu dengan menahan emosi di dada nya.


Farid melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Sesampai nya di hotel Farid langsung menuju kamar tersebut. Farid melihat istri nya tengah tertidur dengan orang yang ia kenal.


💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2