
Setelah pelayan hotel menata makanan di balkon kamar mereka, dia mempersilah kan Tuan dan Nona nya. Dia keluar dan di depan pintu kamar dia mengeluarkan ponsel nya seperti hendak menghubungi seseorang.
Di dalam kamar hotel tampak Farid dan Arika mulai melahap makanan dalam diam. Mereka sangat menikmati hidangan itu.
Selesai makan Farid menelfon sang pelayan untuk membereskan makanan nya.
Tiba tiba Farid merasa gerah, dia merasa tidak nyaman. "Kenapa gerah sekali ya padahal ac nya menyala?" fikir Farid. Dia melepas baju yang di kenakan nya.
Arika juga merasakan hal yang sama, Arika berusaha menahan hasrat nya. Dia segera masuk ke kamar mandi dan mengguyur badan nya. Tapi seperti nya itu tidak bisa menghilang kan hasrat nya.
Dia keluar dengan memakai piyama. Dan di luar Farid sudah tidak mampu menahan hasrat nya. Dia mendekati Arika dan langsung mencium nya. Arika juga tidak menolak karena merasakan hasrat yang sama.
Mereka menghabiskan malam itu dengan bercinta.
Pagi hari nya Arika terbangun dia kaget dengan ke adaan tubuh nya tanpa sehelai benang pun, dan di lihat nya Farid yang masih terlelap juga tanpa sehelai benang pun. Kasur yang berantakan dan piyama nya yang terletak di bawah.
"Apa yang kami lakukan?" Arika mulai terisak. Dia mulai mengingat apa yang tarjadi tadi malam.
Farid terjaga saat mendengar Arika menangis. Dia menhela nafas nya kasar sambil menghusap rambut nya.
__ADS_1
"Maaf , aku aku tidak tahu kenapa bisa begini" ujar nya terbata sambil menoleh ke arah Arika.
"Sebaik nya kita lupakan saja anggap ini tak pernah terjadi." Lanjut nya
"Bagai mana mungkin kamu bilang lupakan, aku sudah kehilangan hal berharga ku, hiks hiks.." Arika masih terisak.
"Tapi aku juga tidak tahu kenapa bisa terjadi." Farid berusaha mengingat apa yang membuat nya tidak bisa mengendalikan diri nya.
💝💝💝
Siang nya Farid mengecek persiapan pembukaan hotel yang akan di adakan nanti malam. Arika tetap di dalam kamar. Rasa nya dia tidak ingin kemana mana dan masih memikirkan kejadian tadi malam.
Tiba tiba ponsel nya berdering, di lihat nya sang Mama mertua yang menelpon. Setelah tersambung.
"Waalaikum salam sayang. Bagaimana bulan madu kalian, uh rasanya mama udah gak sabar pengen punya cucu."
Arika hanya diam mendengarkan.
"Halo Rika, kamu masih disitu?"
__ADS_1
" I iya Ma, Rika dengar kok".
"Ya sudah ya Mama tutup dulu telpon nya. Mama harap kalian akan bawa kabar bahagia dari sana."
tut tut tut
Setelah sambungan telpon terputus Arika tampak sedang berfikir.
" Bagaimana aku bisa memberikan Mama cucu sedang kan kami tidak saling mencintai," Arika menghela nafas nya.
Hari sudah sore Farid kembali ke kamar setelah mengecek persiapan pembukaan hotel. Di lihat nya Arika sedang tertidur, dia mendekat di perhatikan nya Arika dalam diam. "maaf kan aku Arika semua terjadi di luar kendali ku," gumam nya dalam hati.
Arika terbangun dan melihat Farid yang memandangi nya, seketika mata mereka beradu. Farid memalingkan wajah nya. "Nanti malam kita akan menghadiri peresmian hotel." Ucap Farid memecah kebisuan di antara mereka.
"Tapi aku tidak punya baju yang akan ku kenakan nanti malam," jawab Arika
"Mama udah menyiap kan segalanya, sebentar lagi baju mu akan datang."
Farid berjalan menunu kamar mandi untuk membersihkan diri. Arika masih terdiam di atas ranjang.
__ADS_1
💝💝💝
TBC