
Kini semua keluarga sudah di beri tahu tentang ke hamilan Arika. Semua orang bahagia mendengar kabar kehamilan Arika kecuali sang Kakak Ariana.
Ariana menyusun rencana untuk menjauh kan Arika dengan Farid. Dia membayar dokter untuk memalsukan surat tentang penyakit kanker yang di derita nya.
"Ma Ariana mengidap kanker ma," Ariana menangis di pangkuan Mama nya. Mama nya terlihat kaget.
"Apa? kamu jangan bercanda sayang," Mama tidak percaya karena belakangan ini Ariana terlihat sehat sehat saja.
"Iya ma, ini surat dari dokter," Arika menyodorkan surat nya ke tangan Mama nya. Mama nya mengambil surat itu kemudian membuka nya dan membaca nya. Tak terasa air mata Mama nya tiba-tiba keluar. Dia menangis dan memeluk Ariana.
"Sayang, kamu harus sembuh ya, Mama akan carikan kamu dokter hebat." Mama memeluk Ariana.
"Ma, boleh tidak Ariana minta sesuatu?"
"Kamu ingin apa sayang?"
"Ma, Ariana ingin di sisa hidup Ariana," suara Ariana tercekat. "Ariana menikah dengan Farid Ma?"
"Tidak mungkin, Farid itu sudah menjadi adik ipar mu?" Tolak Mama nya.
__ADS_1
"Umur Ariana sudah tidak lama lagi ma, Ariana hanya ingin bahagia di akhir hidup Ariana" Ariana terus merayu Mama nya.
"Bagaimana dengan adik mu? Arika sekarang sudah bahagia dengan Farid apalagi dia sekarang tengah hamil"
"Ma, Ariana hanya ingin menikah sebelum meninggal." Ariana tetap bersikeras.
"Baiklah Mama akan coba bicara pada adik mu."
"Trima kasih Ma." Ariana mencium Mama nya.
Ariana masuk ke kamar nya. "Yes, satu persatu rencana ku akan berhasil, tunggu aku Mas Farid kita akan bersama lagi." Ariana tersenyum licik.
Setelah melihat Ariana. Mama dan Arika duduk di taman belakang. Mama nya menyampaikan maksud Ariana. Arika tidak menyangka ke inginan kakak nya itu.
"Tapi ma, Rika tidak mungkin berbagi suami Ma." Arika mulai menangis.
Mama nya menggenggam tangan Arika." Mama tahu sayang, tapi itulah permintaan terakhir kakak mu. Mama tidak tega melihat nya." Ucap Mama sambil terisak.
"Rika fikir kan dulu Ma, Arika pulang dulu." Arika mengambil tas nya bergegas pulang.
__ADS_1
Selama perjalanan Arika memikirkan permintaan Kakak nya. Air mata menetes di pipi mulus Arika. Arika tidak sanggup membayang kan Suami nya menikah dengan kakak nya. Meskipun dulu mereka memang sepasang kekasih.
Sesampai nya di rumah Arika terlihat diam saja. Dia tiduran sambil menangis. Lelah menangis akhir nya Arika tertidur. Farid yang pulang tengah malam langsung mandi, selesai mandi dia merebahkan diri nya di samping istri nya.
Pagi hari Arika menemani Farid sarapan. Arika bingung ingin menyampaikan maksud Ariana. Tapi di urungkan nya lagi.
Farid merasa ada yang aneh pada istri nya. Wajah nya nampak gelisah. "Sayang ayo makan sarapan nya."
"Aku tidak selera Mas," Arika senyum terpaksa ke arah suami nya.
"Apa masih mual?" tanya nya sambil mengelus perut istri nya.
Arika hanya menggeleng.
"Bagaimana kalau kita sarapan di luar?" tanya Farid.
"Baiklah Mas, aku akan bersiap"
💝💝💝
__ADS_1
TBC