Cinta Arika

Cinta Arika
42. Menemui Doni


__ADS_3

Doni pulang kerumah sudah tengah malam, Doni langsung masuk ke kamar tanpa menyentuh makan malam yang sudah di siapkan Zahra.


Zahra berjalan ke dapur menyimpan makanan ke dalam lemari. Zahra yakin Doni belum tidur hingga ia memutuskan duduk di meja makan. Doni menyadari Zahra tidak masuk ke kamar. Ia bertanya-tanya dalam hati tidur dimana dia? Lalu Doni beranjak keluar mencari keberadaan Zahra. Semua ruangan ia masuki tapi tak menemukan Zahra. Doni yang merasa haus melangkah ke dapur alangkah terkejut nya ia melihat Zahra yang sudah tertidur di meja makan. Awal nya ia ragu ingin mengangkat tubuh Zahra, tapi wanita itu pastilah tidak nyaman tidur dengan posisi duduk dan kepala di meja. Akhir nya Doni mengangkat Zahra ala bridal style ke dalam kamar.


Selama menaiki tangga Doni menatap pada wajah Zahra. Ternyata dia sangat cantik dan kulit nya bersih bagai susu. Batin nya.


Doni meletak kan Zahra di atas tempat tidur lalu menyelimuti nya. Lalu kemudian Doni juga membaringkan tubuh nya di sisi Zahra dengan posisi menghadap Zahra. Apa aku sudah keterlaluan padanya? Batin Doni.


Zahra terbangun saat mendengar adzan subuh, seingat nya tadi malam ia berada di dapur dan alangkah terkejut nya lagi ketika melihat jarak nya dengan Doni yang begitu dekat.


Zahra bangkit perlahan takut Doni terbangun. Ia mandi dan berwudhu lalu melaksanakan sholat subuh. Setelah itu ia pergi ke dapur menyiapkan sarapan.


Doni bangung mandi dan sholat, lalu bersiap pergi ke kantor padahal jam masih menunjuk kan pukul enam pagi. Begitulah yang di lakukan Doni selama ibu nya tidak ada bukan nya semakin bergantung pada Zahra tapi malah semakin jauh. Itu di lakukan nya semata-mata agar Zahra mundur.

__ADS_1


Sedang sibuk dengan berkas-berkas nya, tiba-tiba secretaris nya menelfon melaporkan ada yang ingin bertemu. Doni menyuruh secretaris nya mempersilahkan tamu nya masuk. Muncul lah dua orang yang Doni kenal, Farid dan Arika datang.


Setelah saling menyapa dan duduk di sofa.


"Mas, semalam kami datang kerumah." Arika mulai ke inti nya. Doni menatap heran, karena Zahra tidak bilang padanya.


"Doni, kami sudah tahu permasalahan mu." Ujar Farid.


"Maksud nya?" tanya Doni.


"Aku tak bisa." Ujar Doni.


"Itu karena kau masih mengharapkan Arika." Suara Farid agak meninggi. "Kau fikir aku tidak tahu. Harus nya kau buka hati mu untuk orang lain bukan mengharapkan istri ku."

__ADS_1


"Ya aku memang mengharap kan nya." Ujar Doni mulai terpancing emosi. "Ingat kau pernah mencampak kan nya, tidak menutup kemungkinan kau akan melakukan nya lagi. Dan aku pasti kan saat itu aku akan memiliki nya.


"Br****k," Farid emosi dan meraih kerah baju Doni. Arika panik seketika langsung menjerit.


"Hentikan... kita kesini hanya ingin bicara baik-baik bukan berkelahi."


Farid dan Doni kembali duduk. Kali ini Arika yang bicara.


"Mas Doni, aku ini istri orang jadi jangan pernah berharap padaku. Mas Farid memang pernah menyakitiku tapi dia sudah berubah, aku mohon Mas, terima Zahra sebagai istri mu." Arika bicara sambil menangis.


Doni merenung saat Farid dan Arika sudah pergi. Kata-kata Arika terngiang- ngiang di telinga nya.


💝💝💝

__ADS_1


like dan koment ya guys


__ADS_2