
Pagi hari nya Zahra merasakan sakit di daerah s******nya. Doni yang melihat Zahra meringis lantas menggendong nya ke kamar mandi.
"Mas, turunin aku bisa sendiri." Zahra merasa tak enak.
"Udah gak papa, pasti perih kan?" Tebak Doni. Zahra mengangguk malu. Doni meletakkan tubuh Zahra ke dalam bathup. Dan ingin menarik selimut yang membalut tubuh Zahra. Zahra menahan selimut nya.
"Kenapa, kamu malu?"
Zahra menunduk. Meskipun mereka sudah melakukan nya tapi Zahra masih terlihat malu menampakan tubuh nya.
Akhir nya Doni keluar, karena melihat Zahra yang merasa tidak nyaman. Padahal ia berencana ingin mandi bersama. Mengulang kejadian tadi malam.
Zahra keluar memakai kimono dan rambut terbalut handuk. Doni menghampiri nya dan mengecup bibir Zahra.
"Kamu cantik." Doni memuji Zahra, Zahra tersipu malu ia memukul dada Doni pelan. Doni tersenyum ia senang menggoda istri nya yang pemalu.
"Mas, mandi dulu sana," Zahra mendorong Doni masuk ke kamar mandi.
Zahra mengeringkan rambut nya dengan hairdryer. Doni keluar dengan hanya memakai handuk di pinggang nya. Doni menghampiri istrinya mengambil alih pengering rambut itu.
__ADS_1
Tok tok
Suara ketukan pintu, Doni segera membuka pintu. Ternyata seorang pelayan yang datang mengantar sarapan yang sudah di pesan Doni.
Mereka sarapan di dalam kamar.
"Mas, hari ini kita jalan-jalan?" tanya Zahra.
"Hmm.. kita istirahat saja dulu besok baru jalan-jalan." Jawab Doni. Zahra menyusun bekas sarapan mereka lalu memindahkan dekat pintu agar nanti pelayan datang mudah mengambil nya.
"Apa masih perih?" tanya Doni mata nya melirik ke arah sesuatu.
"Mas mau lagi, boleh?" Doni berbisik di telinga Zahra. Tanpa menunggu jawaban Zahra, Doni sudah melancarkan aksi nya. Hari yang melelahkan sekaligus menyenangkan bagi dua insan yang sedang berbahagia.
***
Seminggu sudah Zahra dan Doni di Thailand. Tiada sehari pun di lewatkan Doni tanpa menyentuh istri nya. Tubuh istri nya seakan candu bagi nya. Mereka bersiap-siap hendak pulang ke tanah air. Doni menarik Koper mereka, ia tak membiarkan Zahra membawa beban sedikitpun.
Zahra bahagia di perlakukan dengan istimewa oleh suami nya. Doni yang awalnya bersikap dingin pada nya kini sangat peduli dan menyayangi nya.
__ADS_1
Sampai di bandara Bu sukma menjemput sendiri anak dan menantu nya. Zahra memang wanita yang beruntung mendapatkan mertua penyayang dan suami yang baik.
"Bu, Zahra bawain baju buat Ibu," Zahra menyodorkan paper bag pada Bu sukma. Bu sukma membuka nya.
"Ini bagus sekali, kamu pinter milih." Zahra membelikan nya baju gamis dan beberapa hijab yang bisa di kenakan ke pengajian. Doni melihat ketulusan Zahra pada ibu nya.
Doni tiba-tiba duduk di dekat ibu nya diraih nya tangan wanita paruh baya itu. "Buk, makasih ya karena sudah memilihkan istri seperti Zahra buat Doni."
"Itu memang sudah tugas ibu, karena ibu tahu kamu hanya keliru saja. Sekarang ibu bahagia karena kamu sudah bisa melupakan Arika, dan mencintai Zahra." Bu sukma menangis bahagia.
"Ibu do'akan kalian selalu langgeng dan bahagia." Harapan Bu sukma.
"Aamiin" Doni dan Zahra menjawab bersama.
"Ibu juga berharap semoga Zahra cepet hamil, ibu udah gak sabar gendong cucu." Doni tersenyum mendengar permintaan Ibu nya.
"Tenang saja Bu, Doni akan berusaha menghamili Zahra." Ibu tertawa mendengar kata-kata Doni. Berbeda dengan Zahra yang tampak merona malu.
💝💝💝
__ADS_1