Cinta Arika

Cinta Arika
16. Tidak tega


__ADS_3

Mama yang baru mendapat kabar dari Arika segera menyampaikan nya pada Ariana. Ariana yang mendengar penolakan Farid pura-pura nangis terisak. Mama nya yang tidak tega akhir nya pergi ke rumah Arika, ia hendak memohon langsung kepada Farid.


Mereke duduk bertiga, tak ada yang berani memulai percakapan. Bik sumi menghidang kan minuman dan cemilan.


Akhir nya mama buka suara. " Nak Farid, mama mohon sama kamu?" Mama mertua nya memohon sambil menangis. Arika mengusap pelan bahu Mama nya. Dalam hati nya pun dia tidak ingin suami nya menikah dengan kakak nya.


"Ma, Arika sedang mengandung anak ku. Aku tidak mau menikah dengan nya." Farid tetap menolak.


"Mama mohon, ini hanya sementara saja. Dokter bilang umur Ariana tinggal 6 bulan lagi. Setelah Ariana meninggal kamu bisa kembali sama Arika." Hiks hiks.


"Mas, demi kakak kamu mau ya?" Arika yang tidak tega melihat Mama nya ikut mempujuk suami nya.


"Sayang, apa kamu sudah gila kamu menyuruh suami mu menikah lagi." Farid menatap istri nya.


" Mas kakak yang duluan mengenalmu, dia sangat mencintaimu Mas."


"Baiklah bila itu mau mu, aku akan menikahi nya tapi secara siri." Farid langsung beranjak dari tempat duduk nya meninggalkan istri dan mertua nya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, mama akhir nya bisa mewujudkan keinginan kakak mu. Mama percaya kamu kuat sayang" ucap mama sambil mengelus punggung tangan Arika.


Arika hanya mengangguk, jujur di dalam hati nya dia tidak rela, tapi dia tidak tega melihat penyakit sang kakak.


Setelah Mama nya pulang Arika menyusul suami nya ke kamar. Farid menyadari istri nya berjalan ke arah nya, dia memalingkan wajah nya tak ingin melihat istri nya itu. Arika tahu suami nya marah pada nya. Sebab permintaan kakak nya yang di setujui nya.


"Mas,?" Arika menggenggam tangan suami nya. Farid menepis tangan istri nya, di baringkan nya tubuh nya. Arika ikut membaringkan tubuh nya di belakang suami nya.


Pagi hari Farid bangun lebih dulu, Arika masih terlelap. Farid pergi ke kantor tanpa memberi tahu istri nya.


"Tidak Non. Kata nya sarapan di kantor." Jawab Bik sumi.


"Bik, apa aku salah menyuruh suami ku menikah lagi?."


"Non, Bibik tahu non pasti sedih menyuruh Tuan menikah lagi,"


"Aku melakukan nya demi kakak Bik. Kakak hidup nya gak akan lama lagi." Arika menangis.

__ADS_1


"Dan sekarang Mas Farid mendiamkan ku Bik."


"Non yang sabar, mungkin Tuan masih belum memahami Non."


"Bik, tolong rahasiakan ini dari Mama ya. Arika gak mau Mama tahu tentang ini. Ini hanya sementara Bik." Pinta Arika pada Bik sumi. Bik sumi hanya mengangguk kan kepala nya.


"Kasian Si non, baru saja bahagia sudah dapat ujian lagi," batin Bik sumi .


Arika menghabiskan waktu nya seharian di rumah. Dia tidak merasakan mual lagi.


Hari ini dia me masak cake untuk suami nya. Bik sumi dengan senang hati mengajari nya membuat kue.


Tak terasa hari sudah sore, selesai mandi Arika memakai pakaian yang di belikan Farid untuk nya. Dia memoleskan lipstik di bibir mungil nya. Dia ingin menyambut suami nya pulang.


Tapi sampai jam 10 malam Farid tak kunjung pulang. Arika mulai cemas menanti kan suami nya.


💝💝💝

__ADS_1


__ADS_2