
Arika menjemput Mama nya ke bandara, seteleh melihat Mama nya Arika langsung berhambur kepelukan nya. "Arika rindu Mama."
"Mama juga," membalas memeluk dan menusap-ngusap punggung Arika. "Arka gak ikut?"
"Gak Ma," jawab nya.
"Pasti cucu Mama udah gede sekarang?"
"Udah banyak tahu nya Ma, dan dia aktif banget."
"Mama udah gak sabar pengen ketemu Arka." Mama nya tampak antusias.
Arika menarik koper Mamanya, memasukkan nya dalam bagasi. Mama naik di samping Arika. Arika melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Mama nginep di rumah ya?" Pinta Arika.
"Mama ke hotel aja, segan sama mertuamu."
"Ayolah Ma, Arika udah lama gak ketemu."
"Iya tapi,"
"Udah gak ada tapi-tapi. Oma nya Arka baik kok. Malah dia akan marah kalau besan nya nginap di hotel." Ucap Arika panjang lebar.
"Ya deh Mama nginap." Akhirnya Mama mengalah. Arika tersenyum senang mendengar jawaban Mama nya.
Arika memarkirkan mobil nya. Lalu masuk kerumah. Arka yang baru belajar berjalan tersenyum menyambut Arika. Mama nya langsung memeluk mengangkat Arka dalam gendongan nya.
__ADS_1
"Ya ampun cucu Oma udah gede udah mau jalan aja." Mama Arika gemes dengan Arka.
"Besan, apa kabar?" Bu widia tampak berjalan kearah besan nya.
Arka di ambil alih oleh Arika. Mereka berpelukan saling bertukar kabar.
"Ariana gak ikut?" tanya Bu widia.
"Ariana sekarang sudah bekerja dan karena masih baru dia belum boleh mengambil cuti." ucap Mama.
"Kamu pasti capek. istirahatlah dulu biar di antar Arika ke kamar mu."
Ucap Bu Widia.
"Ayo Ma Rika antar." Arika menarik koper Mama nya. Arka sudah di ambil alih oleh pelayan.
Mama nya mengangguk.
***
Jam 7 malam, Farid pulang dari kantor, setelah membersihkan diri langsung menuju meja makan.
"Mama, apa kabar?" Farid menyalami mertua nya.
"Mama baik, kamu apa kabar?" tanya Mama balik.
"Seperti yang Mama lihat Farid sehat dan tentu saja baik." Jawab Farid dengan senyum bahagia.
__ADS_1
"Sykurlah, Mama senang melihat kalian bahagia." Mama sedikit terharu. "Mama sangat berterimakasih karena kalian sangat menyayangi putri Mama."
"Tentu saja, Arika itu menantu kami satu-satu nya tentu kami akan menyayangi nya." Jawab Bu widia.
"Terimakasih banyak, sekarang aku tinggal memikirkan Ariana. Semoga dia bisa mendapat kan jodoh yang baik juga."
"Aamiin" ucap mereka serempak.
Setelah makan semua berkumpul di ruang keluarga. Semua tampak bahagia melihat tingkah Arka. Sesekali terdengar tawa Arka yang menggemas kan.
Bibi datang membawa minum dan cemilan.
"Besok Mama mau ke makam Papa." Seru Mama membuka obrolan malam itu.
"Biar Farid antar Mama." Jawab Farid.
"Kamu gak ke kantor Mas?" tanya Arika, karena besok masih hari jum'at.
"Gak, pekerjaan tadi sudah Mas serahkan sama secretaris." Jawab Farid.
"Kalau begitu besok kita berkunjung ke Panti asuhan ya?" pinta Arika.
"Boleh, setelah dari Panti kita ziarah ke makam Papa, Mama setuju?" Tanya Farid pada mertua nya.
"Mama ikut apa kata kalian aja." Jawab Mama. Arka terlihat sudah mengantuk, semua masuk kedalam kamar masing-masing. Farid menggendong Arka, Arika menyiapkan susu untuk Arka. Lalu kemudian meletakkan nya sembari memberikan susu, tidak berapa lama Arka tidur. Arika memindahkan bayi nya ke dalam box nya mengecup pipi Arka lembut. Lalu merebahkan diri di samping suami nya. Hingga kemudian Farid menarik nya dalam pelukan nya. Memberikan ciuman di bi**r istri nya. Bukan ciuman selamat tidur, tapi ciuman yang menuntut. Dan malam itu di akhiri dengan pertempuran sepasang suami istri yang saling mencintai.
💝💝💝
__ADS_1
guys like dan koment ya