Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 101 : HARAPAN ASYI


__ADS_3

Tok..tok..tok..


//Mas ada yang ketuk pintu tuh// ucap Mira sambil menggendong Sulaiman.


//Siapa ya?// tanya Rama penasaran sambil beranjak pergi membukakan pintunya.


//Eh abang, mau ngapain bang?// tanya Rama cengengesan sambil memgaruk tengkuknya. Ia tau kedatangan Salman pasti mencari anaknya.


//Sulaiman dimana?// tanya Salman menatap Rama.


//Ada di dalam// ucap Rama sedikit gugup.


Salman berjalan masuk dan menghampiri Mira yang sedang menggendong Sulaiman.


//Ada apa abang?// tanya Mira pura-pura gak tau.


//Mau ambil Sulaiman// ucap Salman santai.


//Abang boleh gak Sulaiman tidur sama Mira dan Mas Rama?// tanya Mira melas.


//Gak bisa Mir, dia gak bisa jauh dari Asyi karena dia harus minum asi// jelas Salman mengambil Sulaiman dari pangkuan Mira.


//Abang, ayo dong, sebagai pancingan biar kami cepat punya baby// ucap Mira memohon.


//Mira! Dengan abang, dia baru lahir dan asi sangat dibutuhkan untuk tubuh dia, dan gak mungkin juga kalian harus mengetuk pintu kamar abang tiap kali dia lapar// jelas Salman memberi pengertian.


//Tapi abang// ucap Mira memohon.


//Gini aja, kalo malam abang gak izinin, tapi kalo siang, abang izinin kalian bersama Sulaiman, gimana?// tawar Salman. Ia tak sanggup melihat Mira memohon kepadanya.


//Ok, setuju. Ya kan dek?// ucap Rama menghampiri Salman dengan mata menatap Mira seakan ia memberi isyarat untuk menerima tawaran Salman.


//Iya, Mira setuju// ucap Mira sembari mengangguk kepalanya.


//Kalau begitu abang bawa Sulaiman dulu ya, pasti dia sangat lapar// ucap Salman mengusap pipi anaknya.


Mereka menganggukan kepalanya. Kemudian Salman langsung pergi meninggalkan mereka.


-----


Salman membuka pintu dan menyerahkan Sulaiman ke Asyi.


Asyi dengan segera membuka resleting bajunya dan menyusukan anaknya.


Salman terus memandangi Asyi yang menyusui Sulaiman.


//Kenapa Mas selalu memandangi Asyi?// tanya Asyi yang menyadari tatapan Salman.

__ADS_1


//Dulu itu milik Mas, sekarang harus berbagi dengan anak kita//


//Haish Mas ini, entah apalah yang Mas pikirkan//


//Tapi beneran loh//


//Iya deh iya. Oh ya Mas, menurut Mas bagaimana kalau om Mahendra dengan tante Faridah?//


//Kenapa dengan mereka?// tanya Salman mengernyit keningnya.


//Yang di rumah sakit itu// ucap Asyi berusaha mengingatkan Salman kejadian di rumah sakit waktu itu.


Salman terdiam dan mengingatkan ucapan Asyi.


//Mas!// pekik Asyi kesal.


//Hah, iya. Mas baru ingat, lalu ada apa dengan mereka?// tanya Salman menatap Asyi dengan serius.


//Mas gak tau ya, kalau tante Faridah dan om Mahendra itu dulunya pernah tinggal satu atap//


//Maksud sayang, mereka suami istri dulunya?// tanya Salman terkejut dengan apa yang dikatakan Asyi.


//Iya. Mereka bercerai karena ibunya Rijal.//


//Lalu apa yang sayang inginkan?//


//Mas setuju-setuju aja. Tapi apa tante Faridah mau?//


//Kita coba dulu//


-----


Keesokan harinya tante Faridah mengunjungi Asyi dan cucunya di kediaman Sara.


Tante Faridah langsung masuk ke kamar Asyi, karena ia tidak diizinkan banyak gerak.


//Asyi.. Dimana cucu tante?// tanya tante Faridah menghampiri Asyi.


//Dia sedang bersama Mas Salman tan// ucap Asyi lembut.


//Dimana mereka? Biar tante susul//


//Di halaman belakang. Oh ya tan, boleh kita bicara berdua sebentar?// tanya Asyi penuh harapan.


//mau ngomong apa?// tanya tante Faridah penasaran.


//Tante duduk disini// pinta Asyi menyuruh tante Faridah duduk di tepi ranjangnya.

__ADS_1


Tante Faridah semakin bingung dan menuruti perkataan keponakannya itu.


//Ada apa?// tanya tante Faridah menatap Asyi sembari duduk.


//Tan, bagaimana kalau tante nikah lagi// tanya Asyi mengawali pembicaraannya.


//Kenapa kamu tiba-tiba suruh tante nikah lagi?// tanya Faridah semakin bingung.


//Tante jawab dulu//


//Keponakan tante yang cantik, gak mungkin tante nikah lagi. Lagian tante sudah tua, mana mungkin tante nikah lagi. Lagian gak ada juga yang mau sama orangtua// jelas tante Faridah memberi pemahaman pada Asyi.


//Ada kok tan// ucap Asyi tersenyum penuh makna.


//Siapa?// tanya tante Faridah lembut.


//Om Mahendra//


Ucapan Asyi membuat tante Faridah terkejut. Bisa-bisanya Asyi menyebut nama Mahendra di depan Faridah.


//Jangan bercanda//


//Serius. Asyi ingin sekali tante kembali dengan om Mahendra// ucap Asyi melas.


//Sudah, tante gak ingin berbicara itu lagi// ucap tabte Faridah berusaha menahan tangisannya.


//Asyi mohon, kembalilah dengan om Mahendra. Lagian kalian dulunya pasangan suami istri. Apa salahnya mencoba memaafkannya// jelas Asyi penuh harapan.


//Tante gak mau bicarakan dia lagi. Permisi// ucap tante Faridah berjalan meninggalkan Asyi.


//Tante Asyi mohon pertimbangkan kembali. Asyi ingin tante bahagia dengan orang yang mencintai tante dan juga yang tante cintai// ucap Asyi.


Faridah terus berjalan dan meninggalkan kamar Asyi.


Di luar tante Faridah bertemu dengan Salman, namun ia tidak menyapanya dan langsung meninggalkannya.


Salman merasa ada ada hal yang aneh, ia pun segera masuk ke kamar dan meminta penjelasan dari Asyi.


//Sayang, tante Faridah kenapa?// tanya Salman menghampiri Asyi.


//Dia kesal, Asyi minta dia untuk nikah lagi dengan om Mahendra// jelas Asyi sambil mengambil Sulaiman dari tangan Salman.


//Jadi usaha sayang gagal dong?// tanya Salman penasaran.


//Gak tau juga. Asyi rasa sih, meskipun tante kesal, tapi dia akan memikirkan kembali apa yang Asyi ucapkan. Kita tunggu saja kabar selanjutnya// ucap Asyi santai.


Salman mengangguk kepala menandakan ia paham dengan apa yang dibicarakan Asyi.

__ADS_1


__ADS_2