
\=\=\=\=\=
Para reader, terus beri dukungan kalian pada novel ini. Syifa butuh banget dukungan kalian, dan ide-ide brilian kalian di komentar di bawah ini.
Jangan lupa LIKE & COMMENT.
\=\=\=\=\=
Di kediaman Salman.
Semua orang berkumpul di ruang tengah untuk meminta penjelasan dari Salman atas ide konyolnya yang membuat orang tercengang dengan kejutan yang gak masuk akal bagi mereka.
Mereka semua berjalan masuk dan hendak duduk di sofa dengan pasang mereka masing-masing, namun tertahan.
//Siapa suruh kalian duduk bersama istri kalian?// ucap tante Faridah menatap Salman, Ari dan Rama secara bergantian.
//Loh apa salahnya, ini istri kami. Halal loh.. Iya gak// ucap Rama menatap tante Faridah kemudian menatap Salman dan Ari. Secara bergantian kemudian kembali menatap wajah tante Faridah.
//Gak ada yang ngizinin kalian duduk dengan istri kalian. Kalian ini sedang mau diinterogasi// ucap tante Faridah menunjuk mereka.
Wajah Salman, Ari dan Rama memasam dan menatap wajah istri mereka untuk memohon pertolongan.
//Kalian para istri cepat pindah, biarkan mereka duduk bertiga// pinta tante Faridah menatap mereka saling bergantian.
//Sayang, jangan dengerin ucapan tante Faridah// ucap Salman menatap wajah istrinya dengan ekspresi kasihan.
//Asyi, duduk disini sama tante// pinta tante Faridah menatap Asyi.
//Maaf mas// ucap Asyi menatap Salman sebelum ia menuruti perintah tante Faridah.
//Yang// ucap Ari menahan Keysha agar tidak beranjak pergi.
//Sorry Mas// ucap Kesha menatap wajah suaminya dan kembali melangkahkan kakinya untuk duduk di samping tante Asyi.
Rama menarik tangan Mira, Mira menggeleng kepalanya sambil melepas tangannya dari genggam Rama dan kembali melangkahkan kakinya untuk duduk di samping Mama.
Rina pun berjalan dan duduk diantara mereka.
//Kalian bertiga duduk berdekatan, jangan berjauhan kaya gitu//.perintah tante Faridah menatap Salman, Ari dan Rama dengan sorotan raja.
Mereka saling menatap satu sama lain namun karena tatapan tante Faridah yang sangat tajam seakan menusuk jantung mereka dengan segera pindah dan duduk berdekatan.
//Bagus. Sekarang kalian jelaskan// ucap tante Faridah menatap mereka.
//Jelaskan apa ya tan?// tanya Ari menggaruk dengkulnya.
//Ya Allah ni anak.// ucap tante Faridah menggertak giginya.
__ADS_1
//Sebenarnya ini semua rencananya Salman tan// ucap Rama gugup menatap tante Faridah.
//hmm.. Lalu?// Tante Faridah menatap mereka.
//Yang dikatakan Rama benar Tan. Ini semua rencana Salman. Sebenarnya waktu itu setelah Salman ngantar Asyi ke kantor, tiba-tiba ada orang yang ngirim pesan ke handphone Salman, dia bilang Asyi masih ada hubungan dengan Rijal dan dia juga mengirim beberapa foto mereka saat mereka pacaran dulu dan juga saat mereka di rumah sakit.// Jelas Salman sambil menyerahkan handphonenya untuk memperhatikan buktinya.
Mata mereka semua membelalak menatap Salman kecuali Ari dan Rama. Asyi pun mengambil handphone Salman dan melihatnya.
Mata Asyi semakin melebar ia tak menyangka pertemuannya dengan Rijal saat di rumah sakit menjadi ladang fitnah bagi orang tidak menyukainya. Tante Faridah mengambil handphone Salman dan melihatnya, seketika itu ia menatap Salman dengan mengernyit keningnya.
//Saat itu Salman sempat cemburu ditambah lagi saat Salman menemukan kotak dalam laci ruangan Asyi yang isinya surat dari Rijal dan cincin kenangan mereka.// Salman kembali menjelaskannya. Mata Asyi semakin membelalak menatap Salman, ia tidak percaya dengan penjelasan Salman.
//Tapi setelah itu, Salman berpikir kalau ini sebuah jebakan, secara dia bilang Asyi menyimpan barangnya Rijal, sedangkan kalau memang Asyi menyimpan barang itu dan gak mungkin di laci kantornya dan juga kalaupun benar Asyi menyimpannya gak mungkin sampai ketahuan orang lain, kecuali memang ada konspirasi dibelakang ini semua// jelas Salman kembali.
//Lalu apa hubungan dengan semua ini?// tanya tante Faridah menatap Salman.
//Salman minta bantuan mereka untuk menyelidiki semuanya dan itulah hasilnya yang di video itu// ucap Salman lembut.
Kring...kring..kring..
Suasana membuyar dengan suara hp dari dalam tas tante Faridah.
//Siapa sih ini telpon// gerutu tante Faridah sambil membuka tas dan mengambil telponnya.
//Kalian lanjutkan saja, tante angkat telpon sebentar// ucap tante Farida menatap mereka semua dengan balasan anggukan dari mereka, tante Faridah langsung berjalan keluar rumah untuk mengangkat telponnya.
Semua mata kembali fokus menatap tiga lelaki yang sedang di interogasi.
//haah, sudah jelaskan Ma// ucap Salman menatap Mama.
//Jelas gimana, diakhir akad ada Rina dan ada skenario lagi// ucap Mama menunjukkan lembut Rina lalu menoleh kembali ke Salman.
//Ah..itu// ucapan Salman terputus.
//Itu memang Rina sengaja datang kesana tan.// ucap Rina membuat semua pandangan tertuju padanya.
Mama menatap Rina dengan mengernyit keningnya.
//Ah iya. Aku tau kalau selama ini aku itu banyak banget ngelakuin kesalahan terhadap Asyi. Namun saat aku terpuruk dan ingin bunuh diri, karena apa yang aku miliki semuanya telah hilang, Mama di kantor polisi dan semua harta yang aku miliki disita bank. Itu benar-benar aku dititik yang paling rendah banget, tapi aku bersyukur karena saat itu aku bertemu dengan Salman, dia yang bikin aku sadar dan kembali ke jalan yang benar. Karena itu juga aku membongkar semua kejahatan Intan// jelas Rina.
//Kenapa kamu begitu cepat membongkar kejahatan Intan, bukannya kalian berdua itu sahabat?// tanya Asyi bingung.
//Iya Asyi, itu benar. Tapi sebenarnya Intan juga telah menghancurkan aku, ketika aku minta tolong dia, dia acuh terhadap aku, bahkan dia juga mempermalukan aku di depan teman-temanku yang lain. Selain itu aku juga minta maaf, karena Intan telah membuat kamu diusir dari rumah ini, dia yang ngirim semua foto kamu ke rumah ini, dia dapat dari aku// jelas Rina penuh penyesalan.
//Gak apa-apa, Asyi telah memaafkan mu kok// ucap Asyi lembut sembari tersenyum.
//Dan Mas kenapa kamu begitu kejam kepadaku saat itu? Bahkan kalau Mas sudah tau itu jebakan kenapa gak langsung ceritakan langsung ke Asyi, kenapa harus buat Asyi sakit hati// tanya Asyi menatap Salman dengan tajam.
__ADS_1
//Eh..eh.. Bukan begitu// ucap Salman gugup.
//Rasain lo// ucap Ari tersenyum.
//Eh, ini kan rencana kalian, tanggung jawab dong, istri aku marah ni// ucap Salman menatap Ari dan Rama bergantian.
//Ogah, lo aja sendiri yang tanggung, lagian siapa suruh lo ikutin rencana gue sama Rama// pekik Ari.
//Oh, ini semua rencana kalian// ucap tante Faridah menjewer Ari dan Rama.
//Auw.. Aduh tan.. Sakit..sakit// jerit Ari dan Rama.
//Sakit? Hmm.. Sekarang baru tau sakit? Rasakan// ucap Tante Faridah kembali mengeratkan jewerannya.
//Tante kejam// ucap Rama kesal.
//Haa tante kejam, lebih mana tante sama kalian, dasar anak nakal// gerutu tante.
//Sekarang jelaskan sama tante, tante mau tau rencana kalian selama ini yang bikin keponakan tante banjir dengan air mata// ucap tante menatap Ari dan Rama.
//Iya, kami jelaskan, tapi bisa gak lepasin dulu tangan tante, kasihan tau tan, masih di pake telinganya// ucap Ari memohon pada tante Faridah.
//Ok, tante lepas, sekarang jelaskan// ucap tante Faridah melepaskan tangannya dari telinga mereka kemudian duduk kembali untuk mendengar penjelasan mereka.
//Ram jelasin dong// ucap Ari menyenggol lengan Rama.
//Iya..iya, lagian kenapa gak lo aja sih// ucap Rama menatap Ari.
//Kalian mau tante jewer telinga yang satu lagi?// tanya tante Faridah menatap tajam keduanya.
//Iya..iya.. Kejam banget sih, gak tau telinga gak di jual di pasaran// gerutu Ari kesal.
Tante Faridah menatap Ari dengan sorotan mata yang tajam seakan ingin menghunusnya. Ari merasa takut dan langsung menundukkan wajahnya.
//Jadi gini tan, saat kami berhasil menyelidiki semuanya, kami lapor ke Salman. Saat itu ia merasa sangat senang dan tergesa-gesa ingin memberitahu semuanya ke kak Asyi, tapi kami tahan, kami ingin melihat sampai mana rencana Intan.// jelas Rama.
//Dan Intan itu beneran gila tan, dia rela ditabrak mobil hanya untuk menjebak Salman biar nikah sama dia// ucap Ari.
//Eh tunggu, tadi kamu bilang rencana Salman dan sekarang rencana kalian berdua, gimana sebenarnya// tanya Mama penasaran.
//Iya rencana Salman cuma menyelidiki kebenaran doang Ma, dan rencana licik ini semuanya ulah dua orang ini// ucap Salman menunjuk Ari dan Rama.
//Bagus, kalian pintar// ucap tante Faridah tersenyum bahagia.
//Loh tan, kok malah bilang mereka pintar// protes Asyi.
//Iya dong, karena skenario mereka, kejahatan Intan sudah terbongkar. Dan biarkan si Bramantio itu malu// ucap tante Faridah menatap Asyi dengan senyum bahagia.
__ADS_1
Ari, Salman dan Rama tersenyum bahagia, mereka merasa lega karena tante Faridah mendukung mereka.