Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 56 : SIAP


__ADS_3

Keesokan harinya tante Faridah menjemput Asyi di rumah mertuanya.


//Asyi kamu sudah siap?// tanya tante Faridah menatap Asyi.


//Iya tan, kami sudah siap// ucap Asyi menggandeng tangan suaminya.


Mobil mereka melaju ke sebuah perumahan milik kedua orangtua Asyi yang selama ini diambil alih oleh Ibu tiri dan saudara tirinya.


Asyi turun dari mobil dengan terus menggandeng tangan Salman membuatnya merasa kuat menghadapi semua cobaan yang terus datang menghampiri.


//Sayang.. Apa kamu siap untuk hari ini?// tanya Salman menatap Asyi.


//Bismillah.. Insyaa Allah Asyi siap Mas// ucap Asyi menguatkan dirinya.


Mereka berjalan memakusi sebuah ruangan yang telah dipenuhi oleh wartawan.


Mereka terus duduk di depan dengan di dampingi tante Faridah dan pengacara keluarganya.


//Assalamualaikum, selamat pagi semuanya. Terimakasih telah datang kesini. Saya ingin memperkenalkan keponakan saya Asyila Fajarna anak dari almarhum bapak Nur Alamsyah direktur perusahaan ini dengan istri sahnya Fatma Alamsyah.// jelas tahte Faridah.


Asyi menganggukan kepalanya.


Semua orang berbicara tentang Asyi bahkan tak sedikit hujatan keluar dari mulut mereka.


//Asyi Fajarna bukannya dia anak durhaka yang diusir Papanya karena ketahuan mesum?// ucap salah seorang.


//Iya, itu benar. Tapi lihat penampilan dia sekarang, dia menutup wajahnya.//


//Benar, itu untuk menutup perilaku buruknya//


//Apa dia pikir kita gak tau perbuatan bejat dia//


//Bikin malu ayahnya saja// ucap mereka lagi.


//Tapi laki-laki itu bukannya salah satu anak kolongmerat di Indonesia yang memiliki jaringan sampai ke seluruh asia?// ucap mereka lagi.


//Iya, kenapa dia ada disana ya?//


//Suaminya mungkin//


//Ah, mana mungkin dia mau sama wanita jalang seperti itu//


//Siapa tau benar suaminya//


//Kalaupun benar, pria itu pasti gak tau identitas istrinya yang sebenarnya//


//Sangat disayangkan, semoga saja cepat cerai//

__ADS_1


//Kasihan dia//


Mendengar segala hujatan dari mereka, Salman menggenggam erat tangan Asyi. Asyi menatap lesu wajah Salman. Namun Salman membalasnya dengan anggukan dan senyuman untuk menguatkan Asyi.


Tante Faridah yang geram dengan semua ucapan mereka berusaha menenangkan dirinya agar tidak terbawa emosi.


//Karena dari itu semua saya mengajak keponakan saya kesini, karena sebentar lagi, perusahaan ini akan diambil alih oleh keponakan saya yang ini// ucap Tante Faridah melirik Asyi dan tersenyum.


//Bagaimana bisa dia memimpin sebuah perusahaan bu?// tanya salah seorang wartawan.


Tante Faridah hanya membalas dengan senyuman dan mempersilakan Asyi untuk berbicara.


//Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Terimakasih atas kehadiran kalian semua di tempat ini, sebelumnya saya ingin memperkenalkan. Lelaki di sebelah kiri saya ini adalah suami saya Salman Al Farisyi, CEO perusahan Al Farisyi hoalding. Disini saya akan menjawab semua teka-teki dan bahagia pertanyaan yang mungkin sudah bapak dan ibu persiapkan jauh sebelum kehadiran saya di depan kalian semua. Namun untuk sebelum kalian bertanya, tolong kalian simak video berikut ini// jelas Asyi.


Sekretaris pengacara langsung memutarkan sebuah video.


Video peetama


//Ma, rencana kita berhasil. Kita berhasil menjebak Asyi dan merebut semua hartanya// ucap Rina saudara tiri Intan.


//Iya nak. Semuanya ada di genggaman kita. Dan kita juga berhasil membunuh kedua orangtua anak sialan itu. Dia gak tau kalau Mamanya mati karena mama yang menukar obatnya. Dan Papanya mati juga karena mama. Memang mudah untuk merebut semua yang mereka miliki. Sayangnya Fatma bodoh itu terlalu naif dan mudah percaya dengan wajah mama// ucap Mamanya Rina.


Video kedua


Seorang lelaki yang diikat dengan tali.


//Bagaimana semuanya, apa kalian melihat videonya?// tanya Asyi menatap mereka.


//Itu jawaban dari pertanyaan yang ingin kalian tanyanya kepada saya. Dan saya rasa video itu cukup untuk menjawab semua pertanyaan kalian// sambung Asyi.


//Bu maafkan kami yang telah berprasangka buruk kepada anda// ucap salah seorang yang menggosip.


//Iya bu kami minta maaf atas kesalahpahaman kami// ucap mereka lagi.


//Tidak apa-apa. Saya mengerti// ucap Asyi sambil mengangguk kepalanya.


//Untuk itu, saya akan mengambil alih kembali perusahaan ini. Dan selamat datang di perusahan Alamsyah hoalding.// ucap Asyi tersenyum meski tertutup cadar.


//Tapi bu bagaimana dengan Ibu tiri dan saudara tiri anda?// tanya kembali wartawan.


//Untuk itu kami serahkan ke pengacara saya.// jawab Asyi.


//Ada yang ingin ditanyakan lagi?// tanya Asyi.


Semuanya menganggukan kepala.


//Kalau begitu, cukup sampai disini. Terimakasih atas kerjasamanya dan Assalamualaikum// ucap Asyi mengakhirinya.

__ADS_1


//Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap semuanya.


//Tan kita selanjutnya kemana?// tanya Asyi lembut.


//Kita akan menghadiri rapat pemegang saham// ucap tante Faridah.


//Baik// ucap Asyi menganggukan kepalanya.


Mereka melangkah kakinya dan pergi meninggalkan konfersi pers.


Asyi mengeratkat genggam tangan Salman. Membuat Salman berhenti dan menoleh ke Asyi.


//Ada apa sayang?// tanya Salman lembut.


Asyi menatap Salman dan tak terasa air matanya menetes.


Salman memeluk erat tubuh Asyi dan mengusap punggung Asyi.


//Jangan menangis sayang, sebentar lagi semuanya akan berakhir// tutur Salman menguatkan Asyi.


Asyi membalas pelukan Salman dengan erat seolah tak ingin lepas darinya. Pelukan Salman membuat kehangatan bagi Asyi sekaligus menguatkan Asyi.


//Mas tau bagaimana sulitnya sayang melalui ini semua, bahkan jika pertemuan kita lebih cepat, sungguh Mas akan selalu di samping sayang dan kita berjuang bersama sampai tak ada satupun yang bisa menyakitimu lagi// tutur Salman lembut.


//Terimakasih Mas// ucap Asyi melepaskan pelukannya.


//Sekarang sayang gak boleh nangis lagi. Mas disini untukmu. Kita perjuangkan semua yang menjadi hak kamu dan kita luruskan kesalahpahaman ini// ucap Salman sambil menghapus air mata Asyi.


Asyi tersenyum dan mengangguk kepalanya.


//Ayo kita masuk// ucap Salman menggenggam tangan Asyi.


Asyi menganggukan kepala dan berjalan mengikutinya.


//Ma..Pa.. Semuanya akan berakhir hari ini, semoga Mama dan Papa bahagia disana// bathin Asyi.


Asyi yang di dampingi Salman, tante Faridah dan pengacara keluarganya menjalankan rapat direksi dengan menunjukan semua bukti-bukti yang ada sehingga semuanya sepakat menetapkan Asyi sebagai direktur utama perusahaan milik keluarganya.


Sempat mengalami beberapa kali penolakan oleh Asyi, namun Salman memaksanya untuk memimpin perusahaannya.


//Mas, Asyi gak bisa mimpin sebuah perusahaan// ucap Asyi menatap Salman.


//Sayang, Mas disini, Mas di sampingmu. Mas akan bantu sayang, kita saling menyokong ya. Bukankah selama ini sayang yang selalu memberi ide brilian untuk Mas?// ucap Salman tersenyum.


//Iya sih, tapi..// ucap Asyi terpotong.


//Udah, gak tapi-tapi. Mas yakin sayang pasti bisa. Ini impian dari orang tua Sayang, dan sayang harus mewujudkannya// ucap Salman menggenggam tangan Asyi.

__ADS_1


__ADS_2