Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 84 : TRIK SALMAN


__ADS_3

\=\=\=\=\=


Kalian jangan kecewa dengan pernikahan Salman dan Intan.


Kali ini Syifa akan beri kejutan untuk kalian para readers.


jangan lupa like dan comment.


Happy reading!!


\=\=\=\=\=


Terlihat seorang wanita datang dari pintu dengan bersama beberapa orang bodyguard berjalan masuk menghampiri mereka.


//Gak sah// ucap Rina berjalan menghampiri mereka.


Semua mata tertuju kepadanya dengan seribu tanya, dan rasa bingung.


//Siapa wanita itu// gumam orang-orang yang duduk disana.


//Asal kalian tau, dia itu seorang penipu juga pembunuh// ucap Rina menunjuk jari telunjuknya ke arah Intan.


//Maksud kamu apa?// tanya Intan gugup.


//Berdiri sekarang!// pinta Rina menatapnya dengan tajam.


//Ka..kakiku lumpuh, semua orang disini tau itu// ucap Intan gugup.


//Kamu yakin?// ucap Rina berjalan mendekat Intan.


Plak.. Rina memukul kaki Intan.


//Auww... Apa-apaan sih kamu?// jerit Intan kesakitan.


//Hei, kamu jangan berani kurang ajar dengan anak saya// ketus Mama Intan.


//Kalian bisa lihatkan, mana ada orang lumpuh bisa merasakan sakit. Dan satu lagi, dia ini orang yang bikin Asyi keguguran saat ini// ucap Rina tersenyum sinis kepada Intan.


//Wah, kejam sekali dia// ucap orang-orang disana.


Asyi, tante Faridah, Kesha, Mira, Mama dan Papa matanya membelalak, mereka kaget dengan apa yang diucapkan Rina terhadap Intan.


//Apa maksud kamu, Rin?// tanya Asyi penasaran menghampiri Rina.


//Sorry Asyi, aku gak bermaksud jahat kepadamu. Mungkin ia selama ini aku jahat sama kamu, tapi gak kali ini. Kali ini kamu harus percaya sama aku. Yang nyuruh pencopet untuk mencopet dan mendorong kamu itu dia. Dan dia juga bersekongkol dengan Rijal// jelas Rina membuat Asyi tak percaya namun air matanya terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


//Itu benar. Rama putarkan// pinta Salman menatap Rama.


Rama tersenyum sambil mengangguk kepalanya. Ia segera menyuruh anak buahnya untuk memutar videonya.


Mereka melihat seorang preman yang sudah babak belur dengan tangannya diikat ke belakang.


//Bos, maafkan aku!. Tapi aku harus jujur, kalau gak, habis aku dipukuli sama mereka. Sebenarnya aku yang mencopet tas Asyi dan mendorongnya dengan keras agar kepala dan perutnya terbentur. Itu semua perintah dari bos Intan. Bos ingin memberinya sedikit pelajaran// ucap preman.


Rama mematikan videonya. Semua orang shock dengan apa yang mereka lihat, bahkan Asyi tak sanggup menahan deraian air matanya. Mengingat apa yang telah dilakukan Intan sungguh sangat keji. Tante Faridah yang sangat marah langsung mengahapiri Intan.


Plak.. Tamparan keras mendarat di pipi Intan.


Intan memegang pipinya yang sakit dan menatap wajah Faridah yang sudah dipenuhi amarah.


//Wanita jalang! Pembunuh! Berani-beraninya kamu menyakiti keponakan saya// ucap tante Faridah kembali menampar Intan.


//Jangan berani-beraninya kamu menyakiti anak saya// ucap Papanya Intan menarik lengan tante Faridah.


//Bramantio, jangan pikir saya gak kenal denganmu. Anakmu sama rendahnya denganmu// ucap tante Faridah menatap tajam Bramantio.


//Apa maksudmu? Kamu jangan kurang ajar di rumah saya// ucap Bramantio kesal.


//Oh, kurang aja ya? Saya tidak akan kurang ajar, jika anakmu tidak kurang ajar dengan keponakan saya. Seharusnya anda bisa mendidik anak anda dengan benar, jangan menjadi wanita jalang yang mengerjar-ngerjar suami orang bahkan tega menyakiti orang lain demi nafsu bodohnya dia// Ketus tante Faridah menatap Bramantio dengan Intan secara sinis juga menunjuk nunjuk mereka.


//Kenapa? Mau pukul wanita? Tamu undangan sekali, kalian menjadi saksi seorang Direktur PT. Bramantio ingin menampar seorang wanita karena melindungi kejahatan anaknya// ucap tante Faridah menatap semua orang disana.


//Pa! Cukup!// ucap Intan menatap Bramantio.


Bramantio menghentikan aksinya dan diam dengan amarah yang menyelimuti dirinya.


//Gimana semuanya sudah lihatkan betapa indahnya skenario yang diperankan Intan Bramantio// ucap Rama tersenyum semringah.


//Kamu diam. Meskipun kamu menunjukkan semua kejahatannya, aku dengan Salman sudah sah menikah, jadi gak ada yang bisa ganggu gugat lagi// ucap Intan menatap Rama dengan tajam.


Rama dan Salman hanya tersenyum sumringah.


//Ari// panggil Salman menatap penghulu.


Asyi, tante Faridah, Mira, Mama dan Papa menatap Keysha dengan sorotan mata menanyakan keberadaan Ari. Keysha menggeleng kepalanya menandakan ia tidak tahu, karena yang ia tau suaminya sedang berada di luar kota.


//Iya Salman// ucap penghulu.


Semua mata tertuju pada penghulu tersebut. Asyi, Mira, Keysha, tante Faridah, Mama dan Papa saling bertatapan dan berbisik //Siapa Ari?// mereka masih bingung dengan kejadian tersebut. Namun matanya kembalid tertuju pada penghulu dengan seribu tanya.


Penghulu itu mencabut kumis palsu dan menghapus berewok palsunya. Dia juga melepaskan peci dan kacamatanya.

__ADS_1


//Ari?// ucap mereka semua terkejut dengan mata yang membelalak, seolah mereka masih tak percaya dengan apa yang terjadi.


Mata Intan membelalak dan ia langsung berdiri menatap tajam Ari. Ia sangat kesal karena ia telah ditipu dengan mereka.


//Iya, aku Ari. Dan pernikahan Intan dan Salman tidak sah// ucap Ari tersenyum bahagia.


//Kurang ajar// ucap Intan meninggikan suaranya sambil menggenggam tangannya.


//Sorry Intan, gue hanya mengikuti perintah Salman// ucap Ari tersenyum menatap Intan dan Salman.


//Ini semua rencanamu?// ucap Intan penuh amarah menatap sinis Salman.


//Iya, benar banget. Ini semua rencanaku dan aku cuma mengikuti alur skenario yang kamu tulis// Ucap Salman tersenyum licik.


//Kurang ajar kalian semua. Kalian pergi dari rumah ku, pergi// jerit Intan frustasi dengan air mata yang sudah memenuhi pipinya.


//Tanpa kamu suruhpun kami akan pulang. Selamat menikmati hidupmu// ledek Salman menatap Intan, kemudian ia tersenyum semringah.


Salman langsung berjalan di depan Intan dan ia menghampiri Asyi, dan keluarganya.


//Ayo kita pulang// ucap Salman tersenyum melihat mereka semua.


Mereka masih tidak percaya, namun tetap mengikuti perintah Salman. Mereka semua meninggalkan kediaman Intan.


Rina menatap wajah Intan dengan senyuman bahagia kemudian ia pergi meninggalkannya.


Kini Intan semakin frustasi dan ia berlari ke kamarnya dan mengunci pintu kamar. Hatinya sangat hancur ketika Salman mempermainkannya.


Bramantio duduk dengan lemas di atas sofa sambil memijit pelipisnya. Ia mencoba mencerna apa yang telah terjadi, semuanya seakan hanyalah mimpi buruk naginys.


Mama Intan kemudian pergi meninggalkan Bramantio untuk menemui Intan, namun ia hanya mendengar jeritan Intan. Intan mengunci pintunya dan melempar semua barang di kamarnya. Intan benar-benar frustasi dan depresi.


//Asyi.. aku benci kamu.. Salman kamu tega mempermalukan aku// jerit Intan di kamar terdengar sampai ke luar.


Mamanya Intan merasa sangat khawatir dan sedih melihat anaknya yang begitu frustasi.


tok..tok..tok..


//Intan bukakan pintu nak, ini mama// ucap Mamanya Intan sambil mengetuk pintu.


//Mama pergi. Aku ingin sendiri// ucap Intan terisakan tangis.


Mama tertegun, kemudian ia pergi dan menemui Bramantio yang sedang duduk di sofa.


Benar-benar hari yang paling memalukan bagi Intan dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2