
Tante Faridah berjalan menelusuri tangga jalan dan turun ke bawah. Tiba-tiba Salman pulang dan menyapa tante Faridah.
//Tan// sapa Salman tersenyum menghampiri tante.
//Jangan pernah kamu panggil saya tante sebelum kamu batalkan pernikahanmu// Ucap tante Faridah menatap Salman dengan tajam kemudian berjalan melewatinya.
Salman menghela nafasnya dan kembali berjalan ke ruang kerjanya.
//Tante mau pulang?// tanya Mira menghampiri tante Faridah.
//Iya sayang// ucap tante Faridah lembut.
//Cepat banget sih. Minum dulu yuk// ucap Mira menarik tangan tante Faridah.
//Kamu ini// ucap tante Faridah mengikuti Mira.
Mira membawa tante Faridah ke taman belakang untuk bersantai menikmati green tea dan sepotong kue.
//Ngapain si kamu aja tante kesini?// tanya tante Faridah penasaran.
//Tante duduk dulu// ucap Asyi menarik kursi untuk tante Faridah.
//Ok..ok.. Tante duduk// ucap tante sambil duduk.
Mira tersenyum dan langsung duduk.
//Tante minum dulu gih// ucap Mira lembut.
Tante melirik Mira dan langsung meminumnya.
//Tan, boleh kita ngobrol sebentar?// tanya Mira serius.
//Kamu mau ngobrol apa sama tante?// tanya Tante sambil meletakkan cangkirnya.
//Kak Asyi// ucap Mira.
Tante membulat matanya menatap mata Mira.
//Iya tan, Mira gak rela kalau abang nikah lagi. Tante tolongin kak Asyi bisa?// ucap Mira panjang lebar.
//Mira sayang.. Bukannya tante gak mencoba, tapi Asyi gak izinin tante, jadi tante gak bisa ngelakuin apa-apa// ucap tante Faridah menyesal.
//Tan! Mira mohon! Apa tante gak kasihan lihat kak Asyi menderita seperti itu?// tanya Mira memohon.
//Tante harus apa Mir?// tanya tante Faridah menatap Mira.
//Apalah itu, yang penting abang gak nikah sama Intan// ucap Mira.
//Baik, nanti tante pikirkan kembali// ucap tante Faridah.
//Mira tunggu ya tan. Semoga hasilnya memuaskan untuk kita semua// ucap Mira bahagia.
//Kalau begitu tante pulang dulu ya// ucap tante sambil berdiri.
//Iya tan, mari Mira antar sampai ke depan// ucap Mira tersenyum.
Tante hanya membalas dengan senyum dan langsung berjalan ke depan rumah yang di temanani Mira.
__ADS_1
Saat di depan tante Faridah bertemu lagi dengan Salman, ia hanya menatapnya dengan tajam dan bergegas masuk ke mobilnya.
//Ya Allah.. Asyi.. Kenapa hatimu baik sekali? Kalau kamu mengizinkan tante, sungguh akan tante labrak si Salman bodoh itu.// bathin tante kesal.
//Huff.. Kamu memang paling bisa membuat tante ini tunduk sama kamu. Kamu mirip sekali dengan ibumu// gumam tante Faridah sambil tersenyum.
//Pak.. kita balik ke kantor ya// ucap tante Faridah.
//Baik bu// ucap sopir.
Dari balkon Asyi hanya melihat kepergian tante Faridah dan suaminya. Ia rindu sekali dengan pelukan dan sentuhan suaminya. Namun apalah daya, keinginannya sekarang bagaikan pungguk merindukan bulan. Semuanya hanya ekspetasinya saja.
//Mas.. Jika Mas masih mencintai Asyi, lihatlah ke sini Mas. Aku merindukan tatapanmu yang dulu// gumam hati Asyi dengan air mata yang berjatuhan di pipinya.
Salman langsung pergi tanpa melihat Asyi yang berdiri di balkon.
Hari Asyi semakin sakit, ia ada tapi seperti tiada.
//Mas.. Kamu ada disini, tapi kenapa Asyi sangat sulit menggapaimu? Kenapa Mas..? Kenapa..? Kenapa cinta ini begitu menyulitkan kita? Haruskah Asyi sabar di atas luka ini? Ataukah sebaiknya Asyi pergi dari sisimu dengan semua kenangan kita?//
//Mas.. Bukannya Mas berjanji akan menjaga cinta kita? Bukankah Mas berjanji untuk tidak mempermasalahkan masa lalu Asyi ? Tapi kenapa.. Kenapa? Apa hanya karena pertemuan Asyi dengan Rijal tanpa sepengetahuan mu membuat Mas tidak lagi mempercayaiku? Membuat cinta Mas pudar terhadapku? Kenapa Mas? Asyi mohon, kembalilah ke sisi Asyi, anak Mas butuh Mas. Bahkan Asyi gak tau bagaimana Asyi bisa hidup tanpa kasih sayang dari Mas, bahkan apakah Asyi bisa melewati masa sulit ini sendirian?// bathin Asyi dengan lelehan air mata yang terus membasahi pipinya.
//Sayang, calon buah hati mama. Meskipun hati mama sangat sakit melihat papa mu yang begitu dingin terhadap mama, mama mohon jangan kamu mempersulitkan mama ya. Jangan minta yang aneh-aneh, karena mama gak bisa menuruti semua keinginan mu. Papa mu ada sayang, tapi Papa mu gak bisa mama gapai. Mama takut jika kamu meminta yang aneh-aneh akan membuat Papa mu semakin jauh dari sisi mama. Sayang semoga setelah kamu lahir nanti, bisa menemani mama ya sayang, sehingga mama gak lagi kesepian seperti sekarang.// ucap Asyi sambil mengelus perutnya. Ia berusaha tersenyum meskipun hatinya terlalu sulit untuk tersenyum.
//Asyi harus kuat, Asyi gak boleh seperti ini terus-terusan.// ucap Asyi menghapus air matanya.
Ia bersiap-siap dan turun ke bawah dengan sebuah tas di tangannya. Ia berjalan ke arah mobil.
//Kakak mau kemana?// tanya Mira menghampiri Asyi.
//Kakak mau berziarah ke kuburan almarhum orangtua kakak Mir// ucap Asyi menatap Mira.
//Baiklah// ucap Asyi.
//Kakak tunggu sebentar ya, Mira siap-siap dulu// ucap Mira buru-buru pegi.
-----
Asyi dan Mira langsung pergi ke kuburan kedua orangtuanya.
Sampai di sana Asyi mulai membaca surah Alfatihah dan surah yasin.
//Ma.. Pa.. Semoga kalian bahagia di sana ya. Maafkan Asyi yang tidak sering datang berziarah ke sini.// ucap Asyi sambil mengeluh batu nisan kedua orang tuanya.
//Mira ayo kita pulang// ucap Asyi sambil bangun.
Mira mengangguk kepala dan pergi mengikuti arahan Asyi.
Di dalam mobil yang di kemudikan Mira dan Asyi yang duduk di sampingnya.
//Kak// panggil Mira.
//Iya// jawab Asyi melirik Mira.
//Apa kakak sering berziarah kalau kakak lagi sedih?// tanya Mira dengan lembut.
//Kakak berziarah karena kakak kangen sama orangtua kakak.// ucap Asyi lembut.
__ADS_1
//Kak, kenapa kakak belakangan ini murung, seperti gak bergairah hidup?// tanya Mira khawatir.
//Kakak gak murung kok. Hanya saja badan kakak terasa pegal, kamu tau belakang ini kakak sering disibukan dengan pekerjaan di kantor kakak. Dan itu benar-benar menguras tenaga kakak// ucap Asyi berbohong menutupi kesedihannya.
//Kalau begitu kakak berhenti kerja saja// ucap Mira spontan.
//Kalau kakak berhenti siapa yang ngurus perusahaan kakak// ucap Asyi menatap Mira.
//Suruh tante saja// ucap Mira melirik Asyi.
//Kasihan tante sudah tua// ucap Asyi kembali menatap jalan.
//Tua apaan? Masih bugar gitu// ucap Mira.
//Iya, tapi kalau dilihat KTP tetap aja udah tua// ucap Asyi tersenyum.
//Eh..eh.. Kamu mau bawa kakak kemana?// tanya Asyi melihat arah jalan yang berbeda.
//Kita mau have fun lah kak// ucap Mira tersenyum.
//Tapi kakak belum minta izin sama Mas Salman// ucap Asyi.
//Udah, tenang aja. Mira yang ngomong sama abang// ucap Mira.
Mira langsung menghubungi Salman.
//Assalamualaikum abang// ucap Mira.
//Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap Salman.
//Abang, Mira minta izin bawa kakak ipar jalan ya// ucap Mira melirik Asyi dengan tatap gelisah.
//Boleh, hati-hati ya// ucap Salman.
//Thanks kak. Assalamualaikum// ucap Mira.
//Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap Salman.
//Udahkan kak, sekarang ayo kita turun// ucap Mira melepaskan seat beltnya.
//Kamu ajak kakak ke mall?// tanya Asyi melihat ke arah mall.
//Yap.// ucap Mira.
//Ya Allah Mira// Asyi mengernyit dahinya.
//Udah kakak cepat turun// ucap Mira membuka pintu mobilnya.
//Iya kakak turun// ucap Asyi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Para readers maafkan author yang hanya meng_up satu episode. Tapi kalian tenang saja, Author gak bikin kalian nunggu berhari-hari kok. Insyaa Allah kalau author selesai menulis langsung author up, tanpa harus mengumpulkan berapa episode dan sekali up.
Oh ya. Author mohon dukungannya dari para readers semuanya. Like, comment dan vote novel ini ya. Karena itu sangat berarti untuk Author. Hanya dukung dari kalian yang membuat author menjadi lebih bersemangat dalam menulis novel.
Ikuti terus ya ceritanya, semoga kalian bisa mengambil hikmah dari kisah Asyi dan Salman.
__ADS_1
Untuk para jomblo, segera menikah ya. Menikah itu lubang pahala loh 😁😁😁**