Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP : 22 TERKUAK RAHASIA 2


__ADS_3

//Tunggu//


Suara itu menghentikan langkah Asyi.


Laki-laki itu datang menghampirinya.


//Mas sudah dengar semuanya kan ?// tutur Asyi meneteskan air matanya.


//Meskipun yang di katakan wanita itu benar, tapi saya tau kakak punya alasan sendiri// tutur rama iba.


//Jika kakak mau bercerita kepada saya, ayo kita duduk di sebelah sana// tutur lembut Rama menunjukan tangannya ke arah taman belakang restoran.


Asyi mengangguk kepala dan mengikuti Rama.


Duduk berjauhan, agar terhindar fitnah. Asyi mulai menceritakannya.


//Wanita yang tadi itu saudara tiri Asyi. Dia anak dari pernikahan pertama ibu tiri Asyi. Semenjak Papa menikah lagi dan mengabaikan Mama, membuat hati Asyi sakit, sangat sakit. Keluarga bahagia kami kedatangan wanita lain dan menghancurkan semuanya hingga Mama Asyi meninggal. Asyi hilang kendali, dalam pikiran Asyi hanyalah balas dendam sama Papa. Asyi pergi pagi pulang malam, minum-minum, club ataupun dunia malam menjadi tempat paling menyenangkan untuk menenangkan diri. Asyi bertindak bodoh di depan semua kerabat dekat Papa, semua teman-temannya. Asyi ingin membuat Papa malu karena kegagalannya dalam mendidik anak, bahkan mereka mengklaim Asyi sebagai anak sholeha yang tersesat. Iya memang, dulu Asyi anak yang sholehanya Papa dan Mana, Asyi tak pernah membuka aurat dan selalu menuruti perintah Papa dan Mama. Tapi ulah Papa, Asyi terjerumus ke jurang dan hari ini Asyi baru bisa bangkit lagi, setelah Papa mengirim Asyi ke pesantren dan memberikan surat dari almarhum Mama, kalau sebenarnya Mama yang nyuruh Papa menikah lagi, karena Mama sakit kanker, Mama gak bisa merawat Papa, jadi Papa dibiarkan di rawat sama perempuan itu. Kawan Mama sendiri, dia juga yang menyingkirkan Mama Asyi dari kehidupan Papa. Dan yang paling menyedihkan lagi, Papa Asyi meninggal karena Asyi, Papa mempergokin Asyi tidur dengan seorang lelaki yang Asyi sendiri gak kenal siapa dia. Ketika Asyi bangun Asyi melihat ada seorang lak-laki tidur di samping Asyi, dan Papa melihat kami dan satu selimut tanpa berbusana. Papa langsung drop dan jatuh pingsan dan yang paling sakit itu wanita tadi bersama ibunya tertawa melihatnya. Perasaan Asyi kacau bercampur sedih, niat memang balas dendam tapi tak ingin membuat Papa jatuh sakit seperti itu hingga menghembuskan nafas terakhir dengan selembar surat dari Mama dan dari Papa untuk Pak Kiai. Asyi kecewa pada diri Asyi sendiri, Asyi anak durhaka, bahkan Asyi menangis hingga semuanya tak tau Asyi menangis. Asyi sendiri gak ada tempat untuk berbagi bahkan rahasia ini cuma Mas dan Pak Kiai yang tau dan juga Allah, hancur Mas, sakit sekali. Bahkan Asyi gak tau apa yang terjadi jika Mas Salman dan keluarganya tau kehidupan Asyi di masa lalu, bahkan mungkin Mas pun jijik melihat Asyi// jelas Asyi meluapkan emosinya dan meneteskan air matanya tanpa henti dan sesekali menghapusnya dengan tangan.


Rama mengangguk kepala setiap mendengar penjelasan Asyi dan hatinya tersentuh dengan masalah yang di hadapi Asyi selama ini.


//Rama gak tau harus bilang apa, tapi satu hal yang pasti Rama gak pernah jijik sama Kakaj, Rama bangga dengan Kakak, meskipun Kakak pernah jatuh sampai separah itu, tapi Kakak mau kembali kepada Allah. Kakak jangan bersedih lagi, semua orang taj terlepas dari kesalahan dan kesilapan, yang penting sebelum nyawa kita sampai ke kerongkongan kakak masih sempat bertaubat hingga Kakak menjadi wanita sekaligus istri yang sholeha untuk abang Salman// tutur lembut penuh semangat Rama sambil tersenyum


//Terimakasih Mas sudah menjadi pendengar yang baik untuk Asyi// tutur Asyi serak dengan menghapus air matanya.


//Kak, pakai ini// Rama memberikan sapu tangannya ke Asyi.


Asyi mengambil dan mengelap air matanya.


//Ini udah basah// tutur Asyi menunjukkan sapu tangan yang sudah basah.


//Gak apa-apa kak// ucap Rama tersenyum.


//Rama kesini mau makan kan ?// ucap Asyi menoleh ke Rama.


//Iya kak, Mira gak sanggup menahan lapar, jadi Rama ajak dia makan kesini deh, daripada nanti dia ngadu sama Abangnya gara gara Rama gak kasih makan, kan bisa ribet jadinya// tutur Rama tersenyum mencoba membuat suasana ceria.

__ADS_1


//hehe, iya juga ya// Asyi tertawa kecil.


//Ya udah ayo kita kembali, jangan biarkan mereka menunggu kita// Ucap Rama mengajak Asyi kembali.


Asyi mengangguk kepala dan menghapus semua air matanya agak tak terlihat Salman. Untung Asyi mengenakan cadar hitam, jadi biarpun nangis sekeras apapun juga gak bakal kelihatan cadarnya basah kecuali dipegang.


Asyi dan Rama beranjak pergi dan kembali ke meja makan masing-masing.


//Sayang lama banget ke toilet nya kok ?// Tanya Salman melirik Asyi


//Iya Mas ada accident sedikit tadi// tutur Asyi serak


//Kamu habis nangis ya ? Apa accident tadi itu bikin kamu nangis// tutur Salman penasaran


//Iya, gak apa-apa kok. Cuma sedikit dong, hanya Asyinya aja yang cengek// Tutur Asyi lembut dan tersenyum.


Salman mengangguk kepala


//Makan dulu sayang, udah keburu dingin ni kayanya, apa Mas pesan yang lain aja ya?// tutur Salman memegang makannya


//Jangan, mubazir. Kita makan aja, lagian ini enak sekali// tutur Asyi mencicip makanannya.


-----


Sesaat sebelum Asyi kembali.


Salman menunggu Asyi di meja makan, tiba-tiba seorang wanita yang familiar datang menghampirinya.


//Sendiri aja ni Mas?// Ucap wanita itu.


//Maaf siapa ya ?// tanya Salman.


//Mas gak kenal dengan ku lagi ?// tanya wanita itu kaget


Salman menggeleng kepalanya.

__ADS_1


//Mas, aku ini Intan, teman Mas waktu kecil, sekaligus mantan tunangan Mas// jelas Intan menatap Salman.


Salman hanya mengangguk kepala.


//Ngapain kamu kesini// tanya Salman sinis.


//Aku kesini lagi libur dengan temanku// jelas Intan tersenyum dengan tatapan fokus ke Salman.


Salman risih dan memalingkan wajahnya.


//Mas, makin ganteng aja ya// Goda Intan


//hmm// cuek Salman.


//Dengar dengar Mas sudah menikah ya ?// tutur Intan membuat Salman nyaman.


//Iya// Salman dengan wajah dingin.


//Kapan kapan nanti Intan ke rumah ya, sudah lama intan gak main ke rumah Mas, sekalian intan ketemu dengan istrinya Mas// tutur Intan genit.


//Boleh tinggalkan saya sendiri?// ucap Salman kesal.


//Ok, baiklah. Jangan marah dong mantan tunanganku// Ucap Intan sambil bangun dari tempat duduknya.


//Tunggu aku di rumahmu ya sayang// bisik Intan dan beranjak pergi.


//Dasar wanita aneh// gumam Salman.


Intan berjalan menuju sebuah meja makan, duduk dan menunggu seseorang, namun matanya tetap ke arah Salman yang duduk di meja tidak jauh darinya.


-----


Setelah Asyi kembali.


Salman terus bermesraan dengan Asyi. Asyi sedikit lebih mendingan dari kejadian tadi.

__ADS_1


Candaan banyak terlontar dari mulut Salman membuat Asyi tersenyum bahagia.


Intan yang di sudut sana memperhatikan mereka kesal dan menggepalkan tangannya.


__ADS_2