
\=\=\=\=\=
Maafkan keterlambatan Syifa. Maklum saja, weekend..
Terus beri dukungan kalian ya.
Happy reading
\=\=\=\=\=
Salman terus melancarkan aksinya, hingga membuat mereka dilanda gairah yang memuncak.
Drrrrttr....drrrtt....
Suara ponsel Asyi membuatnya teralihkan dari Salman, padahal sudah setengah dari bajunya hilang dari tubuhnya.
//Mas, hentikan dulu, ponsel Asyi berdering// pinta Asyi meminta Salman menyudahi cumbuannya pada tubuh Salman.
Salman menghentikannya dan menatap kedua matanya Asyi.
//Biarkan saja, kita nikmati saja malam ini berdua// ucap Salman mengangkat dagu Asyi sedikit, kemudian ia langsung menciumnya kembali.
Drrrtt...drrtt... Suara ponsel Asyi kembali berbunyi membuat Asyi melepaskan ciuman Salman.
//Mas, hentikan dulu// Asyi mendorong sedikit data Salman.
//Biar Mas yang cek, siapa yang berani gangguin kita// ucap Salman kesal sambil mengambil hp di nakas dekat dengan kasur mereka.
Kemudian ia langsung menganggkatnya.
//Assalamualaikum dengan siapa ini?// tanya Salman dengan suara sedikit tegas.
//Wa'alakumussalam// suara tante Faridah membuat mata Salman membulat sempurna. Asyi yang keheran melihat ekspresi wajah suaminya yang tiba-tiba berubah langsung bertanya //Siapa Mas?//
//Tante Faridah// bisik Salman, membuat mata Asyi membelalak dan langsung ia tutup mulutnya, karena suaranya tadi pasti terdengar oleh tante Faridah, ditambah lagi Salman yang masih berada di atasnya, bisa dipastikan suaranya sampai ke telinga tante Faridah.
//Oh kalian kelayapan ya, bagus. Semua orang sibuk nyari kalian tapi kalian malah kabur, hebat ya// ucap tante Faridah kesal.
//Eh tante, jangan marah dong. Salman suaminya Asyi, Asyi itu istrinya Salman, jadi wajar dong kalau kami keluar malam cari penginapan lain// ucap Salman santai.
//Mas, kenapa bilang cari penginapan lain?// bisik Asyi geram dengan Salman yang keceplosan.
//Maaf maaf, keceplosan// ucap Salman melas.
//Oh gitu, bagus. Sekalian gak usah pulang lagi kalian// ucap tante Faridah tambah kesal.
//Eh tante tante, jangan gitu dong// ucap Salman merengek.
__ADS_1
//Sekarang kalian pulang, tante tunggu kalian di villa, dalam 20 menit kalian gak pulang, kalian gak usah pulang selamanya// ucap tante Faridah kesal dan langsung menutup telponnya.
//Tante.. Yah mati deh// ucap Salman. Kemudian ia letakkan kembali ponsel di nakasnya.
//Mas, tante bilang apa?// tanya Asyi penasaran.
//Tante bilang kita disuruh lanjut// Salman mencoba menggoda Asyi dengan ciuman di lehernya.
Namun Asyi tidak percaya dengan apa yang diucapkan suaminya.
//Mas, katakan yang jujur// ucap Asyi mendorong tubuh Salman.
//Tante tunggu kita, kalau 20 menit lagi kita gak sampai di villa, tante bilang gak usah pulang lagi// jelas Salman dengan wajah malas. Ia sama sekali tidak menanggapi pembicaraan tante Faridah.
//Ya sudah, kalo begitu ayo kita pulang// ucap Asyi menatap Salman dengan panik.
//Udah deh sayang, tanggung banget ni. Biarkan saja tante Faridah tungguin kita// ucap Salman santai.
//Gak mas, kita harus pulang. Mas gak tau gimana sifat tante Faridah, bisa bahaya mas// ucap Asyi panik.
//Ya deh iya kita pulang, tapi setelah ini// ucap Salman memohon.
//Gak bisa mas, ini akan memakan waktu lama, dan gak bisa sesingkat itu// jelas Asyi mencoba memberi pemahaman.
//huff.. Ok kita pulang// ucap Salman menyerah. Kemudian ia mencium kembali leher Asyi.
//Iya. Kita pulang// ucap Salman beranjak bangun dan duduk di tepi ranjang.
Asyi pun ikut bangun dan ia memakai kembali semua pakaiannya. Begitu juga dengan Salman, ia kembali memakai pakaiannya, kemudian mereka membetulkan kembali pakaiannya seperti semula.
//yok mas//
Salman mengangguk kepala dan pergi meninggalkan kamar penginapan. Mereka langsung berjalan ke resepsionis. Mereka menyerahkan kunci dan langsung check out. Tingkah mereka membuat resepsionis keheranan, pasalnya tidak butuh waktu lama mereka di penginapan, langsung meninggalkan tempat itu.
Salman dan Asyi berjalan meninggalkan penginapan tersebut dengan wajah kesal yang terlihat dari wajah Salman. Seharusnya malam ini menjadi malam yang panjang untuk mereka berdua, tapi apa boleh buat, titah tante Faridah membuyarkan semuanya.
Mau tidak mau, mereka harus menurutinya. Karena Asyi begitu kekeh ingin pulang, ya sudahlah, terpaksa harus menahannya kembali meskipun sudah di depan mata. Benar seperti kata perpatah "kalau belum rezekinya kita, nasi di pinggir bibir bisa jatuh ke bawah", kalau belum rezekinya Salman, meskipun sudah setengah perjalan, tetap harus mundur kembali.
-----
*Di villa
Di ruang tamu terlihat tante Faridah yang sedang duduk, di temani dengan Keysha, Mira, Ari dan Rama. Sedangkan Sara dan Yusuf masih tidur di kamar.
Asyi dan Salman berjalan masuk dan menghampiri mereka, rasa canggungpun menghampiri mereka.
//Assalamualaikum// ucap mereka lembut dengan sedikit gemetaran yang terlihat pada tangan Asyi.
__ADS_1
//Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap mereka semua dengan pandan tertuju pada mereka.
//Bagus, pulang dengan tepat waktu// ucap tante Faridah melihat jam di ponselnya.
//Iya tante// ucap Asyi melas.
//Ngapain aja di luar?// tanya tabte Faridah mengintrogasi keduanya seperti polisi yang sedang menyidik.
//Cari makan// sahut Asyi sedikit gugup.
//Oh, memang disini gak ada makanan?// tanya kembali tante Faridah.
//Ada, tapi..// belum Asyi menjawab sudah dipotong Salman.
//Asyi ngidam pingin makan martabak, dan itu kewajiban Salman untuk menuruti keinginan calon bayi kami// ucap Salman sambil mengelus perut Asyi.
//kan bisa melalui delivery, setidaknya tidak membuat tante panik// ucap tante Faridah menatap mereka dengan tajam.
//Maaf tan, ini semua salah Asyi, tidak seharusnya Asyi melakukan itu// ucap Asyi melas.
//Hmm.. Oh ya tadi tante dengar kalian mau nginap di penginapan mana?// tanya kembali tante Faridah menatap Asyi dan Salman.
//A..nu..anu..// Asyi gugup tidak tau mau jawab apa.
//Iya tante, rencananya kami mau nginap di penginapan ujung sana.// ucap Salman polos.
//Weh kenapa lo gak ajak kita?// sahut Rama menatap Salman.
//Jadi kalian berdua mau kabur dari villa tante?// tanya kembali tante Faridah dengan serius.
//Engg..gak kok tan, kami gak kabur// ucap Asyi terbata-bata.
//Sudah, kalian semua masuk kamar. Besok kita ada banyak kegiatan// perintah tante Faridah menatap mereka semua.
Dengan perintah tante Faridah dan tatapannya juga, semuanya langsung masuk ke kamar, kecuali Asyi dan Salman yang masih betah berdiri berduaan.
//Kamu apalagi?// tanya tante Faridah menatap tajam Salman.
//Mas masuklah// ucap Asyi penuh perhatian.
//Iya, good night and have a nice dream// ucap Salman sambil mencium kening Asyi.
//Cepat masuk// pekik tante Faridah.
//Assalamualaikum sayang// ucap Salman langsung pergi ke kamarnya.
Tante Faridah menatap Asyi, dengan segera Asyi berjalan ke kamarnya yang kemudian di susul tante Faridah di belakangnya.
__ADS_1
Ruang tamu yang tadinya dihuni dengan mereka kini kembali sepi, karena mereka sudah masuk ke kamar dengan titah tante Faridah dan tatapan tante Faridah yang begitu tajam.