
//Kenapa Mas berbicara seperti itu?// tanya Asyi menatap Salman dengan matanya yang membendung air mata. Asyi sebelumnya tidak pernah mendengar ucapan Salman yang begitu menyakitkan hatinya.
//Kenapa, kamu tanya? Kamu yang kenapa?// tanya Salman menatap tajam mata istrinya.
//Mas, Asyi mohon jangan begini// ucap Asyi memohon dengan mencoba memeluk Salman namun ditepis oleh Salman.
Dokter kemudian keluar dari ruang operasi, dengan suster yang mendorong brankar menuju ruang.
Salman segera menyusul dokter dokter dan suster ke ruang rawat tanpa memperdulikan Asyi yang sedang berdiri di sampingnya.
//Operasinya berjalan lancar dan kita hanya menunggu pasien siuman// ucap dokter.
//Terimakasih Dok// ucap Salman tersenyum.
//Sama-sama// ucap dokter meninggalkan Salman.
Salman terus berjalan dan menghampiri wanita tersebut.
Flashback off :
Salman dengan genangan airmata yang membasahi pipinya. Mengingat semua kebohongan dan penghianat istrinya membuatnya frustasi. Ia berjalan sempoyongan.
Ia terus berjalan menuju mobil yang ia parkir di seberang jalan. Tanpa melihat kiri kanan Salman langsung menyebrang.
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya. Seorang wanita yang sedang keluar dari mobilnya dengan segera berlari dan mendorong tubuh Salam agar terhindar dari mobil tersebut. Wanita itu bernama Intan.
//Salman awas// ucap Intan berlari dan mendorong tubuh Salman.
Salman terjatuh dan Brakk.. Tubuh Intan tertabrak mobil. Salman langsung berlari menghampiri Intan.
//Ya Allah, Intan.. Bangun// ucap Salman menepuk lembut pipi Intan.
Intan tersenyum kemudian pingsan. Darah bercucuran keluar dari tubuhnya.
Tak lama kemudian Asyi dan dokter Rijal datang menghampiri mereka.
Salman menatap Asyi dan dokter Rijal dengan menahan amarah di dalam dirinya.
Flashback On:
Salman menatap Intan yang sedang terbaring di atas brankar.
//Intan, maafkan aku. Seharusnya kamu gak akan mengalami kejadian seperti ini jika bukan karena aku// ucap Salman lesu.
----
Asyi syok melihat sikap suaminya yang pergi begitu saja tanpa menoleh ke dirinya.
//Are you ok?// tanya dokter Rijal menghampiri Asyi.
Asyi mengangguk kepalanya dan berjalan menuju ruang rawat Intan.
__ADS_1
Asyi menatap Salman dari kaca pintu ruangan, ia hendak masuk namun selalu tertahan.
//Bismillah, Asyi harus masuk// ucap Asyi hendak membuka pintu.
Tiba-tiba Salman keluar dan Asyi menatap wajah Salman. Salman terus berjalan melewati Asyi tanpa menoleh maupun berkata sepatah katapun.
Hati Asyi semakin hancur, ia segera berjalan dan menarik tangan suaminya.
//Mas// panggil Asyi menarik tangan Salman.
Salman menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Asyi dengan wajah datarnya.
//Kenapa Mas seperti ini?// tanya Asyi tak kuasa menahan airmatanya.
//Pulanglah// ucap Salman memalingkan wajahnya.
//Gak Mas, Asyi ingin tau apa yang sebenarnya terjadi// ucap Asyi kembali menatap Salman.
//Pulang// bentak Salman.
Asyi melepaskan tangannya dan berlari keluar dari rumah sakit. Air mata terus berjatuhan membasahi cadarnya.
Salman hanya menoleh dan kembali berjalan.
Asyi mengambil hp dalam tasnya dan menelpon tantenya.
//Assalamualaikum tan// ucap Asyi serak.
//Wa'alaikumussalam warahmatullah// jawab tante Faridah.
//Lagi di rumah, tante cuti hari ini// ucap tante Faridah.
//Asyi kesana ya. Assalamualaikum// ucap Asyi mengakhiri panggilannya.
//Baik. Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap tante Faridah.
----
Tok..tok..tok..
//Iya sebentar// ucap tante Faridah membuka pintu.
Asyi langsung memeluk tubuh tante Faridah dan menangis tersedu-sedu.
//Kamu kenapa sayang?// tanya tante Faridah membelai punggung Asyi.
Asyi melepaskan pelukannya dan menatap wajah tante Faridah dengan penuh kesedihan di wajahnya.
//Ayo kita masuk// ucap Tante menutup pintu dan merangkul Asyi berjalan ke sofa.
//Bi tolong bikin minum// ucap tante sambil duduk di sofa.
__ADS_1
//Kamu kenapa sayang? Cerita sama tante// ucap tante Faridah lembut sambil menatap Asyi.
Asyi kembali memeluk tubuh tante dan menangis.
//Mas Salman bentak Asyi tan// ucap Asyi serak.
//Ada masalah apa kalian?// tanya tante Faridah bingung.
Asyi melepaskan pelukannya dan mulai menceritakan semuanya.
//Intan kecelakaan karena menolong Mas Salman. Semenjak itu Mas Salman gak mau ngomong sama Asyi, bahkan nolehpun enggak. Mas Salman bilang semuanya karena Asyi. Mas Salman juga bentak Asyi tan, dan Asyi gak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya sama Mas Salman// jelas Asyi sambil manis tersedu-sedu.
//Kamu ada melakukan kesalahan apa, hingga suamimu marah?// tanya tante Faridah serius.
Asyi terdiam dan mengingat semua kejadian. Kemudian ia menceritakan semuanya.
//Tadi pagi Asyi mencari dokumen di laci dan gak sengaja melihat kotak yang Rijal kasih kemarin. Lalu Asyi menghubungi dia untuk bertemu dan menyerahkan kembali. Saat itu Mas Salman juga menelpon Asyi ajak makan siang, tapi Asyi tolak. Asyi harus menyelesaikan masalah Asyi dengan Rijal.// jelas Asyi.
//Salman gak tau?// tanya tante Faridah.
//Gak tan, Asyi bilang mau meeting. Asyi ketemu dengan Rijal di taman pinggir kota. Kami gak bermesraan, Asyi cuma ketemu sebentar dan mengembalikan kotak itu. Kemudian terdengar suara tabrakan. Kami langsung kesana dan melihat Mas Salman dengan Intan yanh sudah pingsan// jelas Asyi lesu dengan airmata yang berjatuhan.
//Kamu tau kesalahanmu apa?// tanya tante Faridah menatap Asyi.
Asyi menggeleng kepalanya.
//Tante sudah katakan dari dulu, kamu buang barang itu. Tapi nyatanya kamu simpan dan malah mengembalikan ke Rijal.// ucap tante Faridah kesal.
//Maaf tante, tapi Asyi hanya meminta Rijal untuk menjauhi Asyi tan// ucap Asyi memegang tangan tante Faridah.
//Kamu tau, saat itu pasti Salman melihat kalian berdua. Bisa jadi Salman frustasi dan berjalan tanpa melihat kiri kanan. Dan untung saja ada siapa tu.. In..Intan. Kalau dia gak ada, yang sekarang terbaring di rumah sakit itu suamimu. Wajar dia marah denganmu. Karena dia merasa kamu telah menipu dan mengkhianati kepercayaan dia// jelas tante Faridah.
Asyi menyandarkan tubuhnya sofa dengan lemah, seolah tak percaya dengan apa yang telah dilakukannya.
//Jadi Asyi harus bagaimana tan?// tanya Asyi lesu.
//Kamu kembali ke rumah, kamu minta maaf sama suamimu dan ceritakan semuanya. Jangan biarkan masalah ini berlarut-larut. Salman itu orang baik, dia pasti bisa memaafkanmu// jelas tante Faridah menguatkan Asyi.
//Baik tan. Asyi bakal jujur sama Mas Salman// jelas Asyi kembali bersemangat.
//Tan, Asyi pulang dulu ya// ucap Asyi bangun dari tempat duduknya.
//Gak minum dulu?// tanya tante Faridah.
//Gak tan. Mau langsung pulang. Assalamualaikum// ucap Asyi sambil memeluk tante Faridah.
//Wa'alaikumussalam warahmatullah// jawab tante Faridah.
Asyi semakin lega setelah mendapatkan solusi dari tante Faridah. ia menghapus airmatanya dan segera pulang ke rumah mertuanya.
Seakan masalah terpecahkan, pikiran Asyi hanya tersudut untuk menjelaskan semua kekeliruan selama ini.
__ADS_1
//Mas, tunggu Asyi. Asyi akan menjelaskan semuanya. Semoga Mas bisa mengerti// bathin Asyi.