Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 78 : MENENANGKAN DIRI


__ADS_3

Asyi larut dalam lamunan dan air matanya yang semakin deras mengalir membasahi pipi Asyi. Pipi yang selama ini disentuh bahkan di cium oleh suaminya.


Allahu akbar.. Allahu akbar..


Suara azan dari hp Asyi membuat lamunannya buyar. Ia segera bangun untuk menunaikan shalat dhuhur.


Setelah shalat ia tidak lupa berdoa kepada Allah. Ia tadahkan kedua tangannya dengan guyuran air mata di pipinya.


//Ya Rabbi.. Hamba disini berserah diri kepada-Mu, memohon ampunan-Mu. Tiada Dzat yang berhak hamba sembah melainkan-Mu. Tuhan semesta alam. Hamba memohon kepada-Mu atas segala kesilapan yang hamba lakukan selama ini. Hamba tau hamba berdosa telah membohongi suami hamba ya Allah. Tapi hamba tidak ingin membuatnya terluka. Ya Allah, suami hamba kini telah memilih jalan yang Engkau halalkan dan Engkau sunnahkan sebagai lelaki yang beriman kepada-Mu. Hamba mohon ya Allah, kuatkanlah hati ini, berikan keikhlasan, keridhaan dan ketegaran untuk hati hamba ini bisa menerima wanita lain dikehidupan kami. Sesungguhnya hamba hanyalah wanita yang lemah ya Allah, hamba hanyalah wanita pencemburu dan egois. Kini hati ini hamba kembalikan kepada-Mu Rabbi, jangan biarkan rasa sakit ini selalu melanda di setiap hembusan nafas. Biarkan cinta ini hilang untuk selamanya terhadap suami hamba ya Allah, hamba sungguh tidak sanggup menanggung semua penderitaan karena cinta hamba terhadap suami hamba. Amiin ya rabbal 'alamiin// Asyi mengusap kedua wajahnya.


Ia melipat mukenah dan sajadahnya kemudian ia berbaring di atas kasur.


-----


Di dapur Mira sedang menyiapkan makanan di atas meja. Ia baru menyadari kakak iparnya belum kelihatan dari tadi, padahal langit sudah gelap.


//Bi, tolong dilanjutkan ya// ucap Mira menatap bibi.


//Baik bu// ucap bibi mengambil alih pekerjaan Mira.


Mira kemudian berjalan ke arah tangga, namun langkahnya terhenti saat mendengar suara salam dari pintu depan.


//Assalamualaikum// ucap Rama.


//Wa'alaikumussalam warahmatullah// ucap Mira menoleh ke arah Rama.


//Mas sudah pulang?// ucap Mira menghampiri menghampiri rama dan mencium punggung tangannya.


//Iya dek, maaf ya telat pulang. Tadi mas ada urusan penting di kantor.// ucap Rama sambil mencium kening Mira.


//No problem. Oh ya, Mas mau mandi dulu apa mau makan?// tanya Mira mengambil tas dari tangan Rama.


//Kayanya mas mau mandi dulu, gerah banget// ucap Rama sambil memegang kerah bajunya.


Mira tersenyum dan berjalan mengikuti Rama ke kamar.


//Mas, hambis mandi langsung ke meja makan ya// ucap Mira meletakkan tas rama di ruang kerja yang terhubung dengan kamarnya.


//Adek mau kemana? Bukannya adek biasanya tungguin Mas siap mandi baru pergi makan bersama?// tanya Rama sambil membuka kancing bajunya.


Mira tersenyum dan menghampiri Mira.


//Mira mau ke atas, kakak belum turun sejak tadi siang// ucap Mira sambil membantu melepaskan baju Rama.


//Benarkah? Dek, kamu harus cek. Jangan sampai terjadi sesuatu sama kakak// ucap Rama khawatir.


//Iya Mas// ucap Mira sambil meletakkan baju Rama ke dalam keranjang baju kotor.


//Kalau begitu mas mandi dulu, adek langsung saja ke atas// ucap Rama melangkah ke kamar mandi.


Mira menganggukan kepalanya. Ia berjalan ke walk in closet untuk mengambil baju Rama. Ia meletakkannya di atas ranjang kemudian ia melangkah kakinya meninggalkan kamar untuk melihat keadaan Asyi yang masih tidak kelihatan batang hidungnya.

__ADS_1


Mira membuka pintu kamar Asyi dan ia melihat Asyi yang sedang melipat mukenahnya.


//Masuk Mir// ucap Asyi menyadari kedatangan Mira.


//Kak ayo turun, kita makan// ucap Mira menghampiri Asyi.


//Iya, tunggu sebentar ya// ucap Asyi merapikan mukena nya kemudian ia memakai hijab dan cadarnya kembali.


//Kakak kenapa dari tadi gak turun ke bawah?// tanya Mira penasaran.


//Maaf ya Mira, sudah membuat kamu cemas. Kakak lelah sekali, waktu kakak rebahan, eh malah ketiduran// ucap Asyi menatap Mira.


//Oo gitu. Kakak pasti lapar banget kan?// tanya Mira.


//Iya ni, kamu masak apa malam ni?// tanya Asyi.


//Udah kita lihat saja di bawah// ucap Mira menarik lengan Asyi.


//Ok, baiklah. Tapi enak gak masakannya?// Goda Asyi.


//Iya pasti enak dong kak, kalau gak mau mungkin kakak tadi pagi sarapan sampai gak tersisa di piring// ucap Mira sombong.


//Masa iya. Hmm mungkin kakak lagi lapar aja kali// ucap Asyi.


//Udah jangan banyak komentar. Nanti kakak cicipi sendiri masakan Mira// ucap Mira kesal.


//Kalau gak enak?// tanya Asyi.


//Kita buktikan ya// ucap Asyi memancing suasana hati Mira.


//Iya..iya.. Ih kakak ni lama-lama bawel ya// ucap Mira kesal.


hehe.. Asyi cengengesan melihat ekspresi wajah Mira yang dari tadi ia buat kesal.


Asyi dan Mira terus berjalan ke arah meja makan, begitu juga dengan Rama.


//Kakak, ayo duduk kita makan// ucap Rama mempersilakan Asyi.


Asyi menarik kursi dan mendudukinya. Begitu juga dengan mereka.


//Ini semua kamu yang masak Mir?// tanya Asyi melihat semua makan di meja.


//Iya dong// ucap Mira senyum bangga.


//Kakak gak percaya, sejak kapan Mira bisa masak segini banyaknya// ucap Asyi menunjuk ke semua makanan di atas meja.


//Mas.. Adek ini bisa masak kan?// tanya Mira menatap Rama yang sedang duduk sambil tersenyum.


//Bisa sih, tapi yang ini Mas gak tau adek masak atau bini yang masak// goda Rama.


//Mas// ucap Mira kesal.

__ADS_1


//Nah, suami kamu saja tidak yakin kalau ini kamu yang masak// ucap Asyi.


//Kalian berdua ya, suka kali bikin aku kesal// ucap Mira cemberut.


//Lah..lah..lah.. Kenapa dengan bibir mu? Baru aja digoda udah marah// ucap Rama menatap Mira.


//Jangan manyun gitu. Kakak cuma bercanda kok// ucap Asyi tersenyum.


//Ya udah, ayo kita makan. Lapar tau// ucap Rama.


Mira tersenyum dan mengambil makanan untuk Rama dan juga Asyi.


Sebenarnya mereka sangat suka menggoda Mira, karena sifat Mira seperti anak kecil, yang manja, cepat kesal, dan suka memperlihatkan ketidak sukaannya kepada orang yang ia tak sukai.


Mereka menikmati setiap suapan makanannya.


//Eh, ini enak loh// ucap Asyi menatap keduanya.


//Kan sudah Mira bilang, masakan Mira memang enak, buktinya Mas Rama betah di rumah// ucap Mira melirik Rama.


Asyi terdiam mengingat Salman yang dulu sangat suka dengan masakannya. Namun, kini ia sudah jarang makan bersamanya. Ia sangat rindu dengan suasana makan bersama dengan suaminya. Entah apa yang terpikirkan di dalam otakku?.


Rama merasa tidak enak dengan Asyi atas omongan Mira. Ia melihat Asyi yang tiba-tiba diam membuatnya semakin tidak enak.


Setelah makan Mira membawa piring kotor dan meletakkannya di watafel.


//Kak, maafkan ucapan Mira ya// ucap Rama merasa bersalah sambil menatap Asyi.


//Maaf untuk apa?// tanya Asyi lembut.


//Iya ucapan dia tadi// ucap Rama.


//Gak ada yang salah dari ucapannya, jadi untuk apa kamu harus minta maaf// ucap Asyi berusaha tenang.


//Kakak tinggallah disini semau kakak, lupakan semua yang terjadi. Insyaa Allah semua akan baik-baik saja// ucap Rama penuh perhatian.


//Terima kasih Mas Rama. Kalian sangat baik kepada ku// ucap Asyi tersenyum.


//Sama-sama kak. Kami senang bisa membantu kakak// ucap Rama tersenyum.


//Kakak permisi ke kamar ya// pamit Asyi sambil bangun dari kursinya.


Rama mengangguk kepalanya. Asyi segera berjalan pergi ke kamarnya.


//Mas, kak Asyi mana?// tanya Mira menghampiri Rama yang duduk sendirian.


//Udah ke kamar// ucap Rama santai.


//Oo// ucap Mira sambil duduk di samping Rama.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Para readers, maafkan author yang lemot up_nya. Kalian vote, like sama comment terus ya. Beri inspirasi kalian lewat komentar kalian di bawah ini, biar author bisa menuangkannya ke dalam episode selanjutnya.


__ADS_2