Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 76 : ADA APA DENGANMU?


__ADS_3

//Kak Asyi, Mira temanin kita fitting baju pengantin ya// ucap Inta penuh harapan.


//Ogah, kalian aja. Kami sibuk// ucap Intan kesal.


//Mas..// Intan menoleh ke arah Salman dengan wajah sedih.


Asyi yang melihatnya merasa tidak enak.


//Iya kami mau temanin kalian// ucap Asyi menatap mereka bergantian.


//Kak// Mira menatap Asyi menggeleng kepalanya untuk menolak ajakan Intan.


//Udah gak apa-apa// ucap Asyi lembut menatap Mira.


//Uhuh// Mira kesal.


//Thanks Kak Asyi// ucap Intan senang.


Salman hanya menatap Asyi dan mengalihkan pandangannya saat Asyi menatap wajahnya.


//Kalian tunggu disini ya, saya mau bayar tagihan dulu// ucap Salman beranjak pergi.


----


//Ayo kita berangkat// ucap Salman menatap mereka bergantian.


Salman mendorong Intan yang sedang duduk di kursi roda. Sedangkan Asyi dan Mira hanya mengikutinya dari belakang.


Sampai di sebuah butik gaun pengganti.


//Selamat datang. Ada yang bisa saya bantu// ucap karyawan butik.


//Saya mau fitting baju yang kami pesan beberapa hari yang lalu mba// ucap Intan lembut.


//Atas nama siapa ya?// tanya karyawan.


//Atas nama Intan. Dan tolong panggilkan pemilik butik ini ya// pinta Intan.


//Baik. Silakan duduk dulu.// ucap karyawan menunjukan ke arah sofa.


//Saya permisi// Karyawan beranjak pergi meninggalkan mereka.


//Hello Intan// ucap Bu Ayu pemilik butik.


//Hai.. Kami kesini mau fitting baju// ucap Intan menatap Bu Ayu dengan senyuman di bibirnya.


//Nah ini// Bu Ayu mengambil baju dari tangan karyawannya dan menenteng bajunya.


//Wow.. Bangus banget// ucap Intan kagum.


Mira melirik Intan dengan senyum sinis di bibirnya.


//Sekarang mba sama mas pakai dulu ya// ucap Bu Ayu lembut.


//Kamu tolong bantu mba sama mas ini// pinta bu Ayu menatap karyawannya.


//Mari ikut saya// ucap karyawan lembut.

__ADS_1


Asyi hanya diam melihat keduanya berjalan hendak mengenakan baju pengantin dengan tatapan penuh kesedihan dan kekecewaan. Meskipun Asyi coba menghilangkan rasa cemburunya, tapi semakin dihilangkan semakin besar rasa cemburu itu.


-----


Intan menghampiri Asyi dengan gaun renda putih full payet.


//Kak Asyi bagaimana dengan bajunya? Bagus gak?// tanya Intan menghampiri Asyi dengan rasa bahagianya.


//Biasa aja// nyolot Mira kesal.


//Bagus kok, cantik sekali. Sangat cocok denganmu// ucap Asyi lembut.


Salman datang menghampirinya dengan mengenakan jas tuxedo putih dengan kombinasi hitam di kerah dan sakunya ditambah lagi dengan dasi kupu-kupu hitam membuat mata Asyi, Intan dan Mira membelalak. Aura tampan dan gagahnya Salman kian terpancar.


//Tampan sekali kamu Mas// bathin Asyi.


//Wow.. Kamu handsome sekali calon suamiku// Ucap Intan menatap Salman terpukau.


//Terimakasih Intan. Kamu juga sangat cantik dengan gaunmu.// ucap Salman tersenyum menatap Intan.


Ucapan Intan membuat lamunan Asyi membuyar. Seketika Asyi mengalihkan pandangannya agar tidak terus-terusan terpukau dengan penampilan Salman yang begitu sempurna untuk seorang pria.


//Andai saja ke tampanan mu hanya untuk aku, bukan untuk wanita lain.// bathin Asyi.


//Astagfirullah, apa yang sedang kamu pikirkan Asyi. Sadar.. Sadar.. Sebentar lagi suamimu akan menikah, kamu gak boleh mengandai andai// bathin Asyi menggeleng kepalanya.


//Hei.. Kakak kenapa?// tanya Mira heran melihat Asyi yang menggeleng kepala gak jelas.


//Hah.. Gak ada apa-apa kok// ucap Asyi menatap Intan.


//Gak ada yang menarik// ketus Mira.


//Cantik dan tampan. Cocok, dan sangat serasi untuk kalian// ucap Asyi lembut menatap Salman kemudian menatap Intan. Ia tidak ingin menatap wajah Salman lama-lama, karena semakin ditatap semakin tidak ingin melepasnya lagi.


//Mas, kata kak Asyi kita sangat serasi// ucap Intan menatap Salman dengan senyum bahagia.


Salman hanya tersenyum melihat Intan.


//Segitunyakah kamu ingin melihat aku menikah dengan yang lain?// bathin Salman menatap wajah Asyi.


//Terimakasih ya kak Asyi. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga// ucap Intan bahagia.


//Sorry ya, aku cuma punya 1 kakak ipar dan dia Kak Asyi. Jadi kamu jangan harap bisa menempati posisi kakak ipar aku// ketus Mira menatap Intan dengan sinis.


//Mira, bisa gak kamu jangan bikin suasana kacau. Intan ini sebentar lagi akan menikah dengan abang, jadi hargai dia// ucap Salman kesal mentap Mira dengan tajam.


//Mira sudah, jangan bikin abangmu marah// bisik Asyi mengusap punggung Mira.


Mira mengangguk kepala.


//Abang gak pernah sebelumnya marah sama aku. Ini semua gara-gara wanita gak tau diri itu. Kenapa gak sekalian mati sih?// gerutu Mira.


//Huss gak boleh doain orang yang jelek-jelek// bisik Asyi menenangkan Mira.


//Udah yok kita pulang// ajak Mira menarik tangan Asyi.


//Tunggu jangan pulang dulu// ucap Intan.

__ADS_1


//Apalagi sih?// tanya Mira menetap Intan kesal.


//Bantuin kami pilih perhiasan ya// pinta Intan penuh harapan.


//Kamu sengaja ya bikin suasana hati kakak ipar aku badmood?// ketus Mira kesal.


//Bukan begitu, tapi aku gak tau mau minta tolong sama siapa// ucap Intan lesu dengan wajah sedih.


//Iya, kami bantuin kamu kok// ucap Asyi lembut.


//Kakak?// ucap Mira kesal menatap Asyi.


//Sudah..sudah.. Jangan sampai kamu dikuasai amarahmu. Kita bantu mereka. Kita tolong orang dapat pahala, iya kan ?// ucap Asyi lembut.


//Ya Allah kenapa dengan hati kakak? Kenapa kakak begitu lembut?// ucap Mira gak habis pikir.


//Tunggu disini ya, kami ganti baju dulu// ucap Intan.


-----


//Udah yok kita pergi// ucap Intan tersenyum.


Mereka berjalan ke sebuah toko perhiasan. Asyi terus melihat Salman yang mendorong kursi roda Intan dengan wajah senyuman di bibir keduanya.


Salman begitu dingin terhadap Asyi, tapi malah sangat hangat bersama Intan.


Sulit dipercaya, hanya karena ketidak jujuran Asyi membuat cinta yang sudah kita bisa menjadi goyang seketika.


Rasa sesak di dada semakin terasa, namun ku sentuh dadaku, ku ingat sang Khaliq agar hatiku kembali berdamai denganku.


Ingin rasanya aku menutupi telingaku agar tidak bisa mendengar kata cinta yang terucap dari keduanya. Bahkan ingin aku tutup kedua mataku karena ketidak sanggupan aku melihat kemesraan dari keduanya.


Belum menikah sudah begini dekat. Bagaimana kalau sudah menikah? Sanggupkah aku tinggal satu atap dengan mereka? Berapa banyak lagi air mata yang harus ku tumpahkan karena sakit yang kalian toreh di hatiku?


Kata orang istri kedua itu madu. Mungkin iya, madu bagi suamiku, tapi tidak bagi ku, ia seperti racun yang selalu meracuni hatiku dan seluruh tubuhku.


Kenapa sangat sulit untuk ku menerima wanita lain dalam hidup kami? Aku seorang wanita muslimah. Agamaku menghalalkan menikah lebih dari satu. Tapi kenapa karena fitrah ku pencemburu membuat hati ini diambang keikhlasan dan ketidak ikhlasan.


Aku mendengar banyak kisah para istri rasul-rasul terdahulu yang begitu ikhlas dengan poligami. Aku membenarkannya tapi aku sulit menerimanya. Apakah salah ya Allah? Apakah salah jika aku menginginkan kehidupan seperti Khadijah maupun Fatimah azzahra? Yang tak pernah didua maupun mendua. Yang namanya selalu terukir meski raga tak lagi berpijak di bumi.


Cukup Mas, cukup. Hentikan semua ini, dadaku masih terasa sesak melihat kalian yang begitu dekat.


Mengapa nasibku harus sama seperti mama dan tante ku? Sama-sama merasakan manisnya diduakan. Manis diucap sakit dirasa.


Mungkin inilah yang namanya hukum alam. Hukum yang akan berlanjut kedalam kehidupan ku.


Ya Allah, kuatkan hatiku ini. Bantu hamba menerima semuanya dengan ikhlas hati. Amiin ya rabbal 'alamiin.


\=\=\=\=\=


Subhallah.. terima kasih banyak loh ya. Author sangat senang dengan antusias kalian para readers novel Cinta dalam Taubat.


Jujur sumpah, disela kesibukan author, author masih sempat baca komentar kalian, dan wooww.. komentar kalian bikin author semangat 45. Dan yang bikin bikin bikin author senang itu support kalian yang luar biasa mulai dari like, comment sampai vote. Wihh bener-bener parah.. I like it.


Sekali lagi thanks a lot untuk para readers novel Cinta dalam Taubat. Terus dukung novel ini dengan cara like, vote dan comment.


Selamat membaca. 🤗

__ADS_1


__ADS_2