
Keesokan harinya semuanya bersiap-siap menghadiri acara peresmian villa tante Faridah.
Tante Faridah berdiri di tengah yang di dampingi Salman, Rama dan Ari di sebelah kiri dan di sebelah kanan ada Asyi, Mira dan Keysha.
Ke tiga pria dan wanita tersebut mampu mengalihkan pandangan para pengunjung disana. Wajar saja, ketiga pria itu memang sangat tampan dan keren, dan juga dengan ketiga wanita tersebut, mereka sama sekali tidak terlihat sudah menikah, sehingga tidak salah para tamu undangan tertarik kepada mereka, terutama Asyi yang berpenampilan bercadar tapi modis, membuat para ibu-ibu mendambakan menantu sepertinya. Selain itu para priapun memancarkan aura yang sangat kuat, sehingga mampu menarik para wanita dan ibu-ibu.
//Bu coba lihat pemuda itu, sangat cocok ya untuk dijadikan mantu kita// ucap Ami salah satu tamu.
//Iya benar banget. Mereka sangat tampan dan keren, pasti itu anaknya Ibu Faridah// sahut Ibu Yuli.
//Tapi anakku cowok, kira-kira dari ketiga cewek itu mana yang cocok ?// tanya bu Rita bingung.
//Ku rasa yang bercadar itu deh, secara anakmu kan lepasan Kairo. Pasti cocok deh// ucap Asma tersenyum.
//Wah, kamu bener banget. Yuk kita kesana// ucap Rita penuh semangat.
//Ayuk// Ucap Ami dan Yuli dengan senyum sumringah di bibirnya.
Mereka pun berjalan menghampiri tante Faridah.
//Hai bu Faridah// tegur Yuli tersenyum bahagia.
//Hai bu Yuli// ucap tante Faridah langsung cipika cipiki.
//Kenalin ini temanku, Asma dan Rita// Yuli memperkenalkan Asma dan Rita kepada tante Faridah tersenyum bahagia.
//Halo, Faridah// ucap tante Faridah sembari tersenyum.
//Oh ya gimana kabarmu?// tanya Yuli pada Faridah.
//Alhamdulillah aku baik, kamu gimana?//
//Alhamdulillah aku juga baik. Kamu tau aku sempat gak kenal kamu lagi, coba bayangin kita dulu satu kuliah dan sekarang kamu sudah jadi ibu-ibu// ucap Yuli sambil tertawa bahagia.
//Itulah, aku juga shock banget lihat kamu sekarang dan gak nyangka aku bisa ketemu kamu lagi disini// ucap tante Faridah tersenyum bahagia.
//Aku nikah sama orang sini, jadi wajarlah kita bisa ketemu lagi, lagian kamu tau? Suamiku juga kerja sama dengan perusahaanmu// ucap Yuli bahagia.
//Oh ya? Bagus dong, jadi kita bisa saling bertemu//
__ADS_1
//Iya sih, tapi gimana kalau kamu jodohkan anak laki-lakimu yang itu dengan anakku, dan juga dengan anak teman-temanku ini// ucap Yuli penuh harapan.
Tante Faridah terkejut dan mengernyitkan keningnya.
//Ta..tapi// ucap tante Faridah terbaik-bata.
//Benar bu Faridah, anak aku lulusan Kairo, aku pikir sangat cocok dengan anakmu yang bercadar itu// ucap Rita tersenyum penuh harapan.
//Ba..bagaimana ini?/// ucap tante Faridah terbata-bata dengan wajah bingung.
//Sudahlah, kamu iyain aja, lagian anak kita gak kere kere amat loh// candaan Yuli.
//Bukan itu tapi..//
//Tan, kita pamit ya// ucap Salman menghampiri tante Faridah bersama Ari, Rama, Keysha, Asyi dan Mira.
//Mau kemana?// tanya tante Faridah menatap mereka.
//Kami mau jalan-jalan tan// ucap Ari.
//Boleh, tapi sebelum itu kenalan dulu dengan teman kuliah tante dulu// ucap tante Faridah.
Mereka semua memperkenalkan diri mereka, seakan-akan ibu-ibu itu yakin mereka sangat cocok dengan anak-anak mereka.
//Kamu mau menikah dengan anak ibu?// tanya kembali Yuli penuh harapan.
Di ujung sana Asyi menatap Salman dengan tatapan tajam seakan ia ingin memangsa Salman.
//Saya sudah berkeluarga bu// ucap Salman lembut sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan sesekali melihat Asyi dengan tatapan yang tajam, ia tau istrinya sedang cemburu karena pertanyaan bu Yuli.
//Wah, beruntung sekali wanita yang mendapatkan mu nak// ucap Yuli sedikit kecewa.
//Hehe.. Ibu bisa saja// ucap Salman cengengesan.
Disisi lain Rita sedang menghampiri Asyi.
//Nak, kamu cantik sekali// ucap Rita tersenyum.
Sebenarnya meskipun Asyi memakai cadar, namun kecantikannya terpancar dari alis dan matanya yang besar dengan bola mata coklatnya, terkesan seperti wanita dari Timur tengah.
__ADS_1
//Subhanallah. Terimakasih bu// ucap Asyi lembut sembari tersenyum.
//Apa kamu mau menikah dengan anak ibu?// tanya Rina penuh haram yang membuat mata Asyi membulat penuh.
//Maaf bu, saya sudah menikah// ucap Asyi lembut.
//Benarkah? Tapi kenapa kamu tidak terlihat seperti sudah menikah?// tanya Rina penasaran.
//Cuma perasaan ibu saja mungkin. Dan saya juga sedang mengandung// ucap Asyi lembut dengan keramahannya.
//Ya Allah, kamu sedang mengandung nak? Maafkan ibu ya. Ibu telah lancang, tapi jujur ibu sangat suka dengan kamu nak, andai saja kamu belum menikah, pasti sudah ibu jodohkan dengan anak ibu// ucap Rina sedikit kecewa.
//Ya gak apa-apa kok bu, lagian nanti Insyaa Allah ibu juga akan mendapat menantu jauh lebih baik daripada saya kok// ucap Asyi berusaha memberi pemahaman.
//Iya nak. Sangat beruntung ya, laki-laki yang bisa menikahimu dan mereka yang bisa bisa memiliki menantu sepertimu// ucap Yuli.
//Terimakasih bu// ucap Asyi lembut.
//Maaf ya, sebenarnya Asyi ini keponakan ku, dan Salman ini suaminya, dan Ari ini suaminya Keysha, dan Mira ini istrinya Rama// jelas tante Faridah memperkenalkan mereka satu persatu membuat Yuli, Rita dan Asma membelalak dan ada sedikit rasa kecewa.
//Iya Faridah, maafkan kami juga yang telah lancang// ucap Yuli melas.
//Iya gak apa-apa kok// ucap Tante Faridah sembari tersenyum.
//Ya sudah, kami permisi ya// ucap Yuli pergi meninggalkan mereka dengan Rita dan Asma.
Tante Faridah hanya mengangguk kepala dan memberikan sedikit senyuman di bibirnya.
//Hemmm// Salman berdehem menghampiri Asyi.
//Ada apa Mas?// tanya Asyi lembut menatap Salman.
//Senang ya yang dapat pujian// Salman menyindir Asyi.
//Alhamdulillah, bukannya mas juga dapat pujian tadi?// tanya Asyi mengernyit keningnya.
//Iya sih, tap sayang gak boleh jauh-jauh dari mas. Mas gak mau ibu-ibu sama mikir sayang belum nikah dan mau menjodohkan sayang ke anaknya// ucap Salman memanyunkan bibirnya.
//Iya Mas, iya. Jangan manyung lagi, jelek tau/ ucap Asyi sambil mencubit pipinya Salman
__ADS_1
//Ok sayang// ucap Salman mencubit hidung Asyi yang tertutup cadar.
Asyi dan Salman tersenyum bahagia, ternyata mereka sangat takut kehilangan belahan jiwanya.