
Flashback off :
Tante Faridah terbangun karena ia isak pipis, ia membuka matanya dan menoleh ke samping, ternyata Asyi tidak ada disampingnya.
//Kemana anak ini?// ucap tante Faridah suara parau, layaknya orang bangun tidur melihat ke seleruh kamar namun tidak menenukannya.
//Ahhh, kebelet lagi// ucap tante Faridah berjalan ke kamar mandi.
Setelah itu ia keluar dari kamar mandi dan berjalan ke ruang tengah mencari Asyi, tidak hanya di ruang tengah, ia mencari keseluruh villa tapi ia tidak juga menemukannya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya di kamar Keysha dan Mira.
Tok..tok..tok.. Tante Faridah mulai mengetuk pintunya.
Suara ketukan pintu membangunkan Mira. Perlahan ia membukakan matanya.
//Siapa sih yang ketuk pintu tengah malam gini?// bathinnya.
Suara ketukan pintu kembali terdengar. Tiba-riba saja membuat bulu kuduk Mira berdiri.
//Jangan-jangan hantu. Iihh..// ucap Mira gemetar ia langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kemudian suara ketukan pintu terdengar lagi. Membuat Mira kembali duduk.
//Key, bangun key// Mira memukul lembut lengan Keysha.
//Apa sih? Ngantuk tau// ucap lenguh Keysha masih menutup matanya.
//Bangun Key, kamu gak dengar ada suara ketukan pintu apa?// Mira kembali membangunkan Keysha dengan menarik selimutnya.
//Dengar, tunggu aku bukain pintu// ucap Keysha langsung bangun dan membuka pintunya yang disusul Mira.
//Hoaamm.. Tante Faridah, ada apa?// Keysha masih menguap, karena ia baru saja bangun tidur karena ulah Mira.
//Asyi mana? Ada disini gak?// tanya tante Faridah khawatir sambil berjalan masuk ke kamar.
//Asyi di kamar tante lah, ngapain juga cari disini// ucap Mira spontan.
//Karena gak ada, makanya tante cariin kesini// sahut tante Faridah kesal.
//Apa jangan-jangan dia// Seakan tante Faridah tau apa yang dimaksud Mira ia langsung berjalan ke kamar 3 lelaki disana tanpa mendengar omongan Mira sampai selesai.
Mira yang paham langsung berjalan mengikutinya. Sedangkan Keysha yang masih setengah sadar juga di seret Mira bersamanya mengikuti tante Faridah.
Tok..tok..tok.. Tante Faridah mengetuk pintunya.
__ADS_1
//Man, bukain pintu// lenguh Rama masih menutup matanya.
Kemudian suara ketukan pintu kembali terdengar. Hilang membangunkan Ari.
//Siapa sih, ganggu orang tidur aja// ucap Ari kesal segera bangun dan membukakan pintunya.
//Dimana Salman?// tanya tante Faridah menatap Ari yang masih mengucek matanya.
//Ada di dalam// ucap Ari sembarang, ia tidak mengetahui kalau Salman telah meninggalkan kamar dari tadi.
Tante Faridah mengernyit keningnya dan menorbos masuk.
//Mana Salman kok gak ada?// tanya tante Faridah menatap kasur kemudian menoleh kembali ke wajh Ari.
//Haishh.. Mana aku tau// ucap Ari cuek.
//Ram, lo liat Salman gak?// tanya Ari menepuk lengannya Rama.
//Kenapa lo gangguin gue, noh liat disam..// ucapan Rama terhenti saat ia bangun dan melihat Salman yang tidak ada di sampingnya dan ia juga meengernyitkan keningnya melihat kerumunan orang di kamarnya.
//Hah mana Salman?// pekik Rama terkejut.
//Baru sadar lo hah?// ketus Ari menatap Rama dengan tajam.
//Oh benar juga// tante Faridah berusaha mengambil ponselnya namun ia lebih memilih menghubunginya dengan telpon yang ada di villa.
//Apa yang terjadi ?// tanya Rama kikuk menatap semuanya.
//Asyi dan Salman hilang// ucap Keysha.
//Hmm.. Sepasang suami istri hilangpun ribetnya kaya gini// ucap Rama menarik selimutnya.
//Hei.. Mas ngapain tidur lagi?// ucap Mira menarik selimut Rama. Namun Rama malah menarik Mira ke pelukannya.
//Hmm.. Modus// ucap Ari kesal.
//Kalian bisa keluar gak, gue mau tidur sama istri gue// pinta Rama menatap mereka.
//Gak bisa, cepat pindah// ucap Keysha menarik lengan Mira.
//Hei, kalian ikut tante ke ruang tamu// titah tante Faridah tiba-tiba datang menghampiri mereka.
//Nah kan, ayo kita ke ruang tamu// ucap Keysha menarik lengan Mira.
__ADS_1
Rama dengan berat hati melepaskan pelukan dan mencium kening istrinya.
//Eleh, kaya gak ada kesempatan lagi// ketus Ari kesal.
Rama tersenyum sumringah dan menarik tangan istrinya untuk pergi ke ruang ramu, Keysha dan Ari juga menyusul mereka.
Mereka semua duduk di sofa dan menunggu Salman dan Asyi kembali. Kedua pria tersebut merasa jengkel, maunya Salman juga mengajak mereka kalau ingin kabur dari villa.
Flashback on :
*Di kamar.
//Man lo tadi kemana aja?// tanya Ari penasaran.
//Aku tadi makan martabak sama istri aku, dia ngidam. Dan kebetulan aku juga ngidam jadi aku pesan kamar satu di penginapan ujung sana// ucap Salman santai.
//Ngidam apa lo bang?// tanya Rama penasaran.
//Halah, kaya gak tau aja, ngidam yang di bawah noh// ucap Ari menunjuk ke bagian bawah Salman dengan matanya.
Rama yang mengetahui arah pandangan Ari ia hanya menahan tawanya.
//Bro, maunya lo ajak kita-kita juga, jadi kita gak kaya gini. Kita juga mau loh tidur berdua sama istri-istri kita, ya gak bro// ucap Ari menatap Salman kemudian mengiyakan pada Rama.
//Gimana mau ajak, kalian pada molor semua// ucap Salman cuek.
//Tapi kalian disana udah ngelakuin itu belum?// tanya kembali Ari dengan serius.
//Boro-boro, baru setengah udah di telpon suruh pulang// ucap Salman kesal.
//Hah? Jadi nanggung gitu?// tanya Rama penasaran.
//Iyalah, terpaksa gue harus mandi malam ini.// ucap Salman kesal.
//Hahaha.. Basah basah basah.. Mandi tengah malam karena keburu basah, jebol pun gagal// ledek Ari tertawa terpingkal-pingkal.
Tak.. Salman menjitak kepala Ari.
//Auww..kejam banget lo// jerit Ari mengusap kepalanya, membuat Rama tertawa.
//Rasain// ucap Salman kesal dan berjalan ke kamar mandi.
Rama tertawa dan kembali membaringkan tubuhnya di kasur.
__ADS_1