Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat
EP 91 : LIBURAN KE ACEH


__ADS_3

\=\=\=\=\=


Syifa udah penuhi semua permintaan readers, dari rencana pernikahan yang gagal, kebahagiaan, puasa, dan meng_up 2 episode.


Jadi sekarang giliran Syifa yang minta para readers untuk Like & Comment setiap episode novel ini. Dan jangan yang episode akhir aja, tapi semuanya dong.


Dukung terus ya novel ini.


Happy reading!!!


\=\=\=\=\=


Jelang keberangkatan mereka.


Semuanya telah bersiap-siap dan menuju ke bandara. Rona kebahagian terpancar dari wajah mereka.


Mereka langsung naik ke private jet milik tante Faridah.


//Tan mewah juga ya private jetnya// ucap Ari terpelongo melihat keseluran private jet.


Tante Faridah tersenyum melirik Ari.


Tante Faridah menyuruh kokinya untuk menyiapkan beberapa makanan untuk mereka.


Mereka pun menikmatinya dengan bahagia. Baru kali ini tante Faridah merasakan kebahagian yang sebenarnya, ia kerap merindukan keluarga kecilnya, namun itu sudah terkubur. Canda tawa dari mereka kini menghiasi relung hati tante Faridah.


----


Tiba di bandara Sultan Iskandar Muda


Disana sudah terlihat 2 mobil alphad yang menjemput mereka. Mereka langsung masuk ke dalam mobil. Kini tujuan mereka masjid Raya baiturrahman, sebelum menuju ke pelabuhan mereka harus melaksana shalat terlebih dahulu.


Semua mata mengarah ke kaca pintu, mereka terpukau melihat suasana di Aceh.


Sampai di masjid mereka kagum akan detinasi syariah, masjid tua yang masih kokoh dari tahun ke tahun, bahkan gempa dan tsunami yang paling dahsyat sekalipun tidak mampu menghancurkannya, tanpa seizin Allah.


Kini di tambah dengan ornamen-ornamen timur tengah, serasa kita sedang berpijak di tanah haram. Memang sangat cocok dikatakan Aceh serambi mekah, bangunannya pun mirip dengan yang disana.


Setelah shalat, rasanya tidak ingin pergi segera meninggalkannya, tapi karena tujuan utama kami ke Sabang, jadi terpaksa harus meninggalkannya.


//Nah, gimana menurut kalian ? Nyesel gak ikut tante ke Aceh?// tanya tante Faridah menatap mereka berganti.

__ADS_1


//Gak lah tan, kalau tau begini mana ada kemarin aku protes// ucap Ari cengengesan.


//Bagus, kalau kamu suka, kapan kapan tante ajak lagi kamu ke tempat yang lain, kita keliling Indonesia, gimana?// tanya tante Faridah tersenyum bahagia.


//Mau dong tan, tapi kita pergi berdua aja, mereka gak usah kita ajak// ucap Ari menurun nada suaranya.


Tak..


//Hei kenapa lo jitak gue? Gak tau masih dipake ni// ucap Ari kesal sambil mengelus kepalanya dengan tatapan tajam terhadap Salman.


//Kamu jangan coba-coba goda tante Faridah// Ancam Salman dengan tatapan tajam.


//Apa hak lo// keras Ari.


//Kamu gak tau status tante Faridah ? Beliau tante Asyi auto tante aku juga// jelas Salman sinis.


//Eleh, barupun itu udah sombong, tunggu gue jodohin tante Faridah sama bokap gue, gue singkirkan lo dari hidup tante Faridah// ucap Ari menyungging bibirnya.


//Hahaha, mimpi// ledek Salman sambil tertawa mendengar ucap spontan Ari.


//Sudah sudah, kalian ini kenapa kaya anak kecil, ayo kita naik ke kapal// ucap tante Faridah.


Mereka mengangguk kepala dan mengikuti tante Faridah.


Ia ingin ke atas untuk menikmati deru ombak yang pecah dengan angin yang berhembus bersama dengan Asyi.


//I love you// Salman berbisik di telinga Asyi dengan tangan yang melinggar di pinggangnya. Ia memeluk punggung Asyi dan dagunya yang menempel di pundak Istrinya.


//I love you too// ucap Asyi lembut penuh cinta.


Salman dan Asyi memejamkan matanya menikmati kehangatan pelukan Salman dan dinginnya hembusan angin.


Tak terasa kapal sudah berhenti, membuat mereka harus mengakhirinya.


//Mas ayo kita turun// ucap Asyi lembut dengan pelukan Salman yang masih utuh.


//Iya sayang, nanti malam kita lanjut lagi ya// ucap Salman sambil melepas pelukannya.


//Gak mau, ingat Asyi masih marah loh sama Mas// Asyi memperingatkan Salman dengan senyum di bibirnya. Sebentar ia sangat rindu dengan aroma masqulin milik suaminya, di tambah lagi dengan kehadiran calon bayi mereka di perut Asyi, seakan tidak ingin jauh walaupun sementara. Tapi apa boleh buat, ia tetap harus memberi hukuman terhadap suaminya yang sudah nakal.


//Lah jangan marah lagi dong// Salman merengek dengan wajah memelas.

__ADS_1


Asyi terdiam dengan menyembunyikan tawanya di dalam cadarnya. Ia sangat gemas dengan wajah memelas Salman, ingin rasanya ia cubit-cubit.


//Woi.. Cepatlah// pekik Ari.


Asyi tersenyum dan pergi meninggalkan Salman. Salman merasa kesal dan mengikuti langkah Asyi.


//Ari memang bener-bener ni anak, gak bisa lihat orang bermesraan// bathin Salman kesal.


Mereka masuk ke mobil dan pergi ke villa tante Faridah.


Villa yang adem, nuansa klasik modern, sangat nyaman untuk di tempati. Mereka berjalan masuk mengikuti langkah tante Faridah.


//Selamat datang di Villa tante// ucap tante Faridah sambil duduk di sofa.


Merekapun duduk di sofa merebahkan tubuh mereka yang lelah.


//Tan kamar aku dimana? Aku mau mandi// ucap Rama menatap tante Faridah.


//Oh ya, karena disini cuma ada 4 kamar, jadi kalian yang muda-muda gak boleh tidur dengan istri kalian, malam ini Asyi tidur dengan tante, Mira berdua Keysha, Yusuf dengan Sara, dan kalian bertiga.// jelas tante Faridah santai dengan senyuman di bibirnya.


//Mana boleh gitu tan, kami kesini mau liburan, masa dicegah tidur dengan istri-istri kami// protes Salman gak terima dengan ucapan tante.


//Kalau gak suka ya sudah, kalian yang laki-laki silakan cari tempat penginapan yang lain, tapi istri-istri kalian gak boleh ikut// ucap tante Faridah santai dengan senyuman terukir di bibirnya.


Salman, Ari dan Rama saling menatap dengan mengangkat alis mereka.


//Bagaimana ini?// ucap Salman menurunkan nada suaranya menatap Ari dan Rama.


//Ya udah terima aja yang dibilang tante Faridah// ucap Rama dengan suara rendah dan wajah memelas.


//Ya udah deh tan, kami ikut aja arah tante// ucap Salman memelas.


//Bagus// ucap tante Faridah.


//Bu tolong antarkan mereka ke kamarnya// ucap tante Faridah menatap wanita paruh baya yang mengurus villa nya.


//Baik// ucap pengurus villa.


Tanpa banyak protes mereka langsung berjalan mengikuti langkah pengurus villa tante Faridah.


Entah apa yang mereka pikirkan, yang jelas mereka sedikit kecewa dengan tante Faridah, padahal mereka berniat perjalan mereka ke Sabang sekalian mereka honeymoon dengan pasangan mereka. Ternyata harapan mereka kandas.

__ADS_1


Ya sudahlah, masih ada waktu untuk mencuri kesempatan bermesraan dengan pasangan mereka. Dan senyum licikpun terukir di bibir mereka.


__ADS_2