Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 98


__ADS_3

Sebelum tidur Salsa menyempatkan diri untuk mengabari Azka seperti biasanya.


For Azka: Gue udah sampai di rumah.


For Azka: Jangan lupa minum obat ya, lo demam.


For Azka: Selamat malam sayangnya Salsa😘


Lagi dan lagi hanya centang satu yang Salsa dapati. Terlalu khawatir akan kondisi Azka, ia nekat menelpon Tante Tari untuk menanyakan kondisi laki-laki itu. Ia menggigit biar bawahnya saat panggilan di jawab oleh wanita paruh itu.


"Halo, dengan siapa?" tanya tante Tari di seberang telpon.


"Ini aku Salsa tante, maaf mengganggu waktunya nya," gugup Salsa.


"Salsa temannya Azka itu, kan? Kenapa nak? Azka nyakitin kamu?"


Salsa sontak mengeleng padahal Mami Azka tidak mungkin melihatnya, ia terlihat konyol hanya karena gugup malam-malam seperti ini.


"Nggak tante, aku cuma mau bilang, udah tiga hari Azka nggak masuk sekolah," lirih Salsa.

__ADS_1


Katakanlah Salsa begitu lancang memberitahu orang tua Azka tentang kodisi laki-laki itu, padahal selama ini Azka menyembunyikan masalahnya sendiri. Tapi hanya ini yang bisa ia lakukan, mungkin jika tante Tari yang berkunjung, Azka ingin di obati.


"Tiga hari nggak masuk? Azka setiap pagi nelpon tante tapi tidak memberitahu, entah kemana lagi dia pergi. Makasih nak udah beritau tante." Suara tante Tari diseberang telpon terdengar berbeda.


"Azka ada di apartemennya tante, dia sakit tapi nggak mau di rawat. Maaf, kalau aku sedikit ikut campur."


"Nggak papa Nak, malah tante bersyukur kamu kasih tahu, anak itu memang selalu menyembunyikan masalahnya sendiri. Dia nggak nyakitin kamu atau main kasar, kan?" Tante tari memastikan, takut anaknya menyakiti seseorang lagi.


"Tante, Salsa boleh tanya sesuatu?"


"Boleh."


Hening tak ada respon dari seberang telpon, membuat Salsa semakin mengigit bibir bawahannya, takut tante Tari tersinggung dengan pertanyaan yang ia ajukan.


"Maaf tante aku langcang," lirih Salsa.


"Nggak sama sekali. Iya Azka ada sedikit gangguan mental, mungkin karena ayahnya terlalu keras mendidik sejak kecil. Dua bulan terakhir ini dia tidak mau berobat lagi padahal tante sudah membujuknya. Bantu tante bujuk dia ya, tante liat kalian sangat dekat," pinta Tante Tari.


"Pasti tante."

__ADS_1


"Sekarang kamu sudah tahukah kenapa tante nggak mau kamu pacaran sama anak tante? Tante takut Azka nyakitin kamu kalau sedang emosi."


Usai bertelponan dengan Tante Tari, Salsa merenung memikirkan semua kenyataan yang Azka sembunyikan selama ini. Benar kata pepatah, jangan lihat orang dari covernya saja. Ketua Avegas, laki-laki sempurna, idaman semua wanita. Namun, dibalik itu tidak ada yang tahu apa yang sedang di alami Azka.


***


Senyum Salsa mengembang saat melewati gerbang SMA Angkasa dan mendapati Azka baru saja turun dari motornya. Ternyata pilihan untuk memberitahu tante Tari sudah benar. Dengan senyuman cerah, Salsa sedikit berlari untuk mensejajarakan langkahnya dengan Azka.


"Akhirnya lo masuk sekolah juga Ka, gimana keadaan lo? Demam lo udah redah, Kan?" tanya Salsa sedikit mendongak demi menatap wajah datar Azka, ia juga berlari kecil untuk menyimbangi langkah lebar Azka.


Salsa memandangi tangannya yang baru saja di tepis Azka saat hendak menyentuh kening laki-laki itu. Dengan tatapan sendu ia memperhatikan punggung Azka yang semakin jauh darinya.


"Masih pagi udah ngelamun aja," celetuk Alana langsung merangkul pundak Salsa.


"Lo tau kalau Azka punya ...."


"Tau, makanya sebisa mungkin anggota inti atau gue nggak mancing emosi dia," potong Alana menarik tangan Salsa ke kelas sebelum bel jam pelajaran berbunyi.


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘


__ADS_2