Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 125


__ADS_3

Azka mengusap Air mata di pipi gadis itu karena ulahnya. "Maaf, kalau aku lagi emosi kamu bisa pergi tanpa izin aku. Aku nggak mau nyakitin kamu."


"Kenapa harus pergi, kalau aku bisa buat emosi kamu cepat reda?" cengir Salsa.


Azka mengantar Salsa pulang setelah mereka berdua berbaikan. Dia memarkirkan motornya dengan aman di depan gerbang rumah gadis itu. Menerima helm pemberin Salsa setelah turun dari motornya.


"Nggak mau mampir dulu?"


"Masih kangen?" tanya Azka balik tanpa melepas helm, hanya membuka kacanya saja.


"Apan sih, orang cuma nawarin juga. Udah sana pergi, hati-hati," ucap Salsa.


Salsa mengernyit saat tangan Azka terjulur di depannya. "Mau apa?" tanyanya.


Azka tidak menjawab, tapi terus menjulurkan tangannya. Dengan asumsi sendiri, Salsa menyalimi tangan Azka kemudian menciumnya. "Ini maksud kamu?"


"Jangan tidur terlalu malam." Azka mengusap kepala Salsa kemudian melesatkan motornya menjauhi rumah gadis itu.


"Dasar aneh," gumam Salsa.


Salsa menghempaskan tubuhnya di ranjang setelah berada di kamar. Merilekskan seluruh otot juga tulang-tulang yang terasa remuk. Sikap Azka sangat sulit di tebak membuatnya harus berpikir dua kali lebih capat.

__ADS_1


Namun, sikap itulah yang membuat Salsa jatug cinta pada seorang Azka. Sikap yang kadang cuek, kadang manja itu selalu dia rindukan saat berjauhan dengan Azka. Bahkan perasaan seperti ini tak dia rasakan saat menyukai Keenan atau merindukan laki-laki itu setelah berpisah dua tahun.


"Cinta memang bodoh," lirih Salsa menatap langit-langit kamarnya dengan senyuman.


Teringat akan Devan yang Salsa blokir tiba-tiba. Salsa meraih ponselnya di atas nakas, kemudian menghubungi Alana untuk meminta maaf melalui pak Alvi. Lama dia menunggu hingga panggilannya di jawab.


"Ngapain lo nelpon malam-malam gini?" sinis Alana.


"Jahat banget lo Al, jadi teman. Lagian lo ngapain sih? Suaranya lain-lain gitu?"


"Diam dulu A, aku lagi telpon ih. Sssttthhh ...." Alana mendesis kala Alvi tak berhenti menjelajahi tubuhnya. Sekuat tenaga dia menahan ******* agar tidak keluar dan berhasil Salsa dengar.


"Gila lo Al!" Buru-buru Salsa memutuskan sambungan telponnya. Salahkan dirinya karena menghubungi orang yang sudah bersuami di jam-jam seperti ini.


Salsa menarik selimut, kemudian menyembunyikan seluruh tubuhnya. Dia sengaja melewatkan makan malam karena tidak berselera makan seorang diri. Mamanya tidak pulang malam ini karena urusan di rumah sakit.


Jarum jam menunjukkan angka 10. Namun, mata Salsa tak kunjung terpejam. Pikirannya melayang entah kemana, perasaanya mulai tidak enak, seperti akan terjadi sesuatu.


Salsa kembali menyalakan lampu kemar kemudian menghubungi Azka. Dia tidak perlu menghubungi mamanya karena percuma. Ponsel Reni tidak aktif jika berada di ruangan operasi.


"Kenapa lama banget jawabnya, Ka? Aku khawatir sama kamu. Kamu di mana?" Salsa langsung menodong Azka berbagi pertanyaan. Dia takut pacarnya ikut balapan tanpa sepengetahuan dirinya.

__ADS_1


"Di kamar mandi, kenapa? Mau Video Call?" wajab Azka datar.


"Ngapain dikamar mandi?"


"Makan," jawab Azka.


"Ais kebiasaan kalau di tanya, jawabannya gitu. Tapi kamu beneran nggak papa 'kan? Perasaan aku dari tadi nggak enak, tapi sekarang udah lega dengar kamu ada di rumah dan baik-baik aja."


"Udah makan? Minum obat? Kalau udah tidur gih!"


"Udah, tinggal tidur aja," kilah Salsa.


Azka melirik arloji di pergelangan tangannya, jam 11 kurang 2 menit.


"Selamat malam, semoga mimpiin aku."


"Too Azka."


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘

__ADS_1


Babang Azka mode gemoy😘



__ADS_2