
Setelah beberapa jam perjalanan Faiz dan Amel akhirnya sampai juga di Singapura..
"Capek yah sayang" Ucap Faiz sembari memeluk pinggang Amel
"Lumayan Mas" Jawab Amel
"Kita langsung pulang dulu atau mau makan"
"Hmm.. Pulang aja kali Mas, udah pengen rebahan"
"Ya udah sayang ayo"
Dami yang sedari tadi menunggu, akhirnya melihat pasangan suami istri itu, kemudian menghampirinya
"Oh astaga pasangan ini kenapa lama sekali" Gerutu Dami
"Gajimu kupotong 20%" Seru Faiz
"Oh ayolah Bos, ini hanya bercanda Bos"
"Mas jangan seperti itu, kasian Kak Dami nya"Sambung Amel
"Huft.. Jangan membela dia sayang aku cemburu"
"Dasar Bos, gitu aja cemburu"
"Apa kau bilang"
"Mas sudahlah, kalian ini masih saja seperti anak kecil aku kira aku pergi kalian sudah berubah" Ucap Amel
"Yah udah masuk, kita pulang"
"Siap Bos"
Akhirnya mereka pulang di sopiri oleh Dami. Amel melihat ke arah jalan tapi jalan yang di tempuh tidak menuju ke apartemen apalagi menuju ke rumah orangtuanya.
__ADS_1
"Mas kita mau kemana, ini bukan jalan ke apartemen"
"Diam lah sayang, nanti kau juga akan tau"
"Tapi Mas, aku lelah aku tidak ingin kemana - mana aku merindukan kamarku"
"Iya sayang aku tau kau rindu kita bergulat kan di kamar"
"Bos ingat, disini ada orang jomblo jadi berhentilah membahas semacam itu" Ucap Dami
"Dasar suami mesum" Cibir Amel
Sedangkan Faiz hanya tertawa melihat ekspresi Amel dan Dami yang di buat jengkel olehnya
Tidak lama mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yang lumayan besar.
"Loh Mas ini rumah siapa"
"Turun dulu sayang" Ucap Faiz membuka pintu mobil
"Suka sayang"Ucap Faiz sembari memeluk istrinya dari belakang
"Suka Mas, nyaman, nggak terlalu besar juga.. Tapi ini rumah siapa Mas?"
"Rumah kita sayang, dan mulai hari ini kita tinggal disini"
Amel membalikkan badannya "Serius Mas?" Dengan wajah berbinar
"Serius sayangku, apapun yang membuat istriku bahagia pasti akan ku lakukan"
Amel mencium bibir suaminya sekilas kemudian memeluk suaminya dan menenggelamkan wajahnya di dada suaminya "Terima Kasih Mas, aku sangat mencintai mu"
Faiz membalas pelukan Amel "Jangan berterima kasih karena itu sudah tugas ku membahagiakanmu, aku juga sangat mencintaimu" Faiz mencium rambut istrinya "Sekarang kita lihat kamar kita"
Amel melepaskan pelukannya "Iya Mas, ayo"
__ADS_1
Faiz menggandeng istrinya menuju lantai dua dimana kamar mereka berada
Ceklek
Lagi - lagi Amel di buat terkesima dengan kamar mereka.
"Kamu suka sayang" Ucap Faiz
Amel hanya mengangguk kemudian menyusuri setiap sudut ruangan, lalu ia menuju walk in closet di sana sudah tersusun rapi pakaian mereka.
"Mas"
"Iya sayang.. aku sudah memindahkan semua barang - barang kita ke rumah ini"
"Kamu yang mindahin atau????"
"Kalau urusan pakaian mu aku yang mindahin karena aku tidak ingin orang lain menyentuh barang - barangmu"
Mata Amel kembali berkaca - kaca, ada rasa bersalah melihat suaminya begitu mencintainya
Faiz yang melihat Amel yang sudah menitikkan air matanya langsung menghampirinya dan memegang kedua wajah Amel
"Heyy, kenapa kamu menangis sayang"
Amel menunduk "Maafkan aku Mas, karena kebodohan ku aku tidak menyadari jika kamu begitu sangat mencintaiku, aku memang sangat bodoh.. hiks..hiks"
"Jangan bicara seperti itu sayang aku mengerti perasaan mu waktu itu, disini juga aku ikut salah karena aku tidak terbuka padamu, kumohon jangan menangis hatiku sangat sakit melihat air mata ini" Ucap Faiz kemudian menarik Amel dalam pelukannya "Sekarang kamu istirahat, aku akan memesan makanan untuk kita"
Amel kemudian mendongkakkan kepalanya "Mas aku mau ketemu Mommy dan Mama aku merindukan mereka dan aku juga mau minta maaf padanya"
"Boleh, tapi besok ini sudah malam kamu juga butuh istirahat"
Amel mengangguk "Terima kasih Mas"
"Sama - sama sayang" Faiz
__ADS_1