
"Gimana reaksi mereka?" tanya Dito dan Ricky setelah Samuel dan Rayhan datang ke markas.
Mereka berempat sudah merencanakan semua ini, mendatangi Azka dan Keenan untuk menyalahkan mereka satu sama lain agar sadar dengan perbuatan masing-masing. Mereka tidak mendukung siapapun, karena menurut mereka, ketua dan wakil sama-sama salah.
Saat membuat rencana, Ricky, Rayhan dan Dito, saling mendorong saat di suruh mendatangi Azka untuk menyalahkan, tak ada yang berani alhasil Samuel yang maju.
"Keenan biasa aja, dia juga jelasin gimana kronologinya, menurut gue murni kesalahan pahaman sih," jawab Rayhan.
"Azka tetap keras kepala," ucap Samuel.
"Pusing gue sama mereka, mau nyari bukti, gimana caranya coba, ini perasaan woi nggak bisa di tangkap CCTV," gerutu Ricky.
***
Pulang sekolah Salsa langsung ke Mall, untuk membeli sesuatu. Hari ini ulang tahun Azka, ia sengaja tidak memberi selamat paling awal karena ingin menjadi terakhir. Tak lupa ia membeli segala bahan kue yang ia perlukan karena akan membuat kue sendiri untuk sang pacar.
Tanpa makan dan segalanya karena terlalu semangat, Salsa menganti seragam sekolahnya dengan pakian rumah, lalu berkutat di dapur agar kuenya cepat selesai.
__ADS_1
"Mau di bantuin sama Mama?" tawar Mama Reni di jawab gelengan oleh Salsa.
Salsa berbalik. "Nggak usah Ma, Salsa bisa sendiri. Lagian aku mau buat ini spesial untuk Azka," jawabnya.
"Sekarang anak Mama mulai bucin ya," goda Mama Reni. "Mama tinggal bentar nggak papa kan? Ada urusan dikit. Jangan lupa makan sama obatnya di minum."
"Siap bu dokter." Salsa memberi hormat dan kembali berkutat dengan kue-kuenya setelah Mama Reni pergi.
Salsa bertumpu pada meja sembari menutup mata setelah memasukkan kue ke dalam oven, pengkihatannya gelap juga kepalanya berdenyut hebat. Ia mendudukan diri di kursi kemudian minum air putih.
"Plis jangan sekarang," guma Salsa memegangi kepalanya.
"Darah lagi." Salsa memandangi tangan penuh akan darah. Tak ingin Mama Reni tahu, ia segera menghapus dengan tisu lalu membuangnya, tak lupa mencuci muka terlebih dahulu.
Salsa hanya menyambar selembar roti dan mengolesi sedikit selai. Memakan roti itu sembari berjalan ke kamar untuk mengambil obat, kemudian meminumnya. Belakangan ini ia sering kelupaan minum obat, bahkan pernah satu hari ia tak minum obat karena sibuk memikirkan kondisi Azka.
"Hem ... wangi banget kuenya," gumam Salsa mengendus aroma kue yang baru saja ia keluarkan dari Oven.
__ADS_1
Sesi menghias kue adalah kesukaan Salsa, ia begitu bersemangat menghiasi bolu yang baru di pangangnya. Senyuman tak pernah surut di bibirnya apa lagi membayangkan reaksi Azka saat melihatnya. Tak terasa jam bergitu cepat berputar, jam tujuh malam, barulah kue itu benar-benar selesai dan berada di dalam kotak khusus kue.
"Akhirnya selesai juga, sekarang waktunya siap-siap."
Salsa berlari ke kamarnya, segera mandi dan menganti baju yang lebih layak. Siap dengan setelan sederhana, ia kembali kedapur dan mendapati mamanya di sana.
"Udah cantik aja anak Mama, mau pergi sekarang? Makan dulu gih!" perintah Mama Reni.
"Mau makan malam sama Azka." Salsa tersipu "Lagian tadi aku juga udah makan."
Salsa mencium kedua pipi Mama Reni sebelum pergi. "Dah Ma, Salsa berangkat dulu."
"Naik apa sayang? Di antar sama sopir aja."
"Naik taksi Ma, udah pesan tadi, kasian mamang kalau nunggu Salsa kelamaan," sahut Salsa.
"Hati-hati kalau gitu sayang."
__ADS_1
...****************...
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘