
Sepanjang perjalanan Amel di buat jengkel oleh Faiz pasalnya mata Amel mulai dari masuk mobil di tutup menggunakan kain.
"Ih Mas masih lama nggak.. Aku udah capwk banget ditutupin begini.. Bisa nggak kalau matanya nggak usah ditutup"
"Nggak bisaa sayang namanya juga kejutan.. Kalau penutup matanya itu dibuka bukan kejutan lagi sayang"
"Tapi ini lama banget Mas"
"Ya sabar sayang bentar lagi"
Amel saat ini memonyongkan bibirnya.. Dirinya begitu jengkel dengan Faiz.. Hingga menempuh kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Faiz memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di depan sebuah toko..
"Nah kita sudah sampai sayang" Ucap Faiz
"Jadi boleh aku membuka penutup matanya Mas" Ucap Amel
"Ohh kalau itu belum bisa sayang sekarang, nanti aku akan berikan kamu aba- aba jika waktunya sudah tiba, sekarang kamu tunggu disitu aku bukain pintu" Ucap Faiz kemudian turun dan mengitari mobilnya "Sekarang ayo turun sayang"
Amel turun dengan perlahan kemudian, Faiz menuntun sang istri dengan perlahan
"Apa kamu siap" Ucap Faiz
Jantung Amel berdegup tak karuan ketika Faiz membuka penutup mata Amel
Hari ini adalah dimana masa hukuman Amel berakhir setelah siang tadi Faiz memasuki Amel di meja kerjanya,
__ADS_1
"Sekarang buka matamu" Ucap Faiz sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang
Amel kemudian membuka matanya dan betapa terkejutnya melihat pemandangan di hadapannya. Lahan yang pernah dirinya ingin dia beli kini sudah di sulap oleh sang suami
Bangunan elegan yang bertuliskan "AMEL'S BEAUTY and TREATMENT" berdiri kokoh di depannya
lalu kedua mertua dan juga kedua orangtuanya jangan lupakan sang kakak Audry dan Nabila tidak lupa james sang keponakan.
"ini.."
"Yah ini adalah kejutan buat istriku yang tercinta.. apakah kamu suka" Ucap faiz
Amel mengangguk saking bahagianya dirinya sampai meneteskan air matanya
"Hey jangan menagis..istriku tidak boleh menangis" Ucap Faiz kemudian menghapus air mata sang istri
"I love you too my Love" Ucap Faiz mencium pucuk kepala Amel "Jangan nangis aku nggak suka.. Dasar cengeng kamu sayang"
"Aunty nangis" Ucap James "Aunty jangan nangis kata Mommy kalau nangis nanti matanya jelek"
"Aunty nggak nangis lagi kok..nih Aunty hapus air matanya"
"Nah gitu dong.. Nanti james beliin loti soalnya kalau james beliin esklim nanti Mommy malah"
Semua orang tertawa melihat tingkah menggemaskan james
"Sekarang James sini sama Aunty... Aunty rindu banget tau sama ponakan Aunty"
__ADS_1
"Mommy tulunin james.. james mau di gendong Aunty mel" Ucap James meronta di gendongan sang Mommy
kemudian James berlari ke arah Amel tapi Faiz lebih dulu menggendong James.. James ksal dengan Faiz
"Uncle kenapa gendong james.. James mau sama Aunty"
"Ngga boleh Aunty mel cuman buat Uncle.. James nggak boleh"
"Tapi itu Aunty james uncle"
"Tapi itu istri Uncle"
"Jadi james halus dulu jadiin Aunty istli balu bisa gendong begitu" Ucap James
"Nggak boleh gitu dong.. dia cuman istri uncle.. James cari iistri aja sendiri"
"Tapi James mau istlinya Uncle."
"Ngga boleh james"
James menangkup wajah Faiz yang ditengah di gendong "Boleh Uncle"
mereka hanya gemas melihat tingkah keduanya.. kalau seperti ini jika tidak ada menengahi maka Faiz dan James akan terus berdebat.
"Sudah Jangan berdebat.. Mas sini James biar aku yang gendong aku juga rindu dia"
Mau tidak mau Faiz menyerahkan james pada Amel
__ADS_1
"Tuh Uncle halus mengalah sama james.. Uncle kan sudah besal ndak boleh manja lagi.. Daddy aja suka dimalahin sama Mommy kalau telus manja - manja" Faiz hanya melongo mendengar ucapan James