
Usai menerima telfon dari Salsa, Azka keluar dari kamar mandi, kemudian bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Azka dan teman-temannya yang lain kini berada di lokasi balapan liar. Duduk di salah satu kursi yang mereka klaim sebagai tempat kekuasaanya tanpa ada yang berani protes. Mereka Avegas tidak ada yang berani mengusik, atau pulang tinggal nama.
Ia memandangi foto Salsa begitu lama, mengusap layar ponselnya sesekali.
Maaf gue bohongin lo.
"Yakin mau ikut? Perasaan gue kok kayak nggak enak ya," celetuk Rayhan mengusap dagunya seperti bapak-bapak yang sedang berfikir.
Entah mengapa malam ini ia sedikit was-was Azka ikut balapan, apa lagi bersama Jeri yang kelakuannya tak kalah jauh dari Leo. Bahkan Jeri dan Leo mendapat julukan si kembar karena selalu kompak melakukan kejahatan.
"Lo kayak nggak tau aja pak ketua Ray, yakin dah nggak bakal terjadi sesuatu. Iya kan Ka?" timpal Ricky.
"Tau, neting aja lo."
__ADS_1
Jika yang lain sibuk menebak-nebak tentang apa rencana Jeri, lain halnya dengan orang yang di bicarakan. Pikiran Azka melayang pada gadis kesayangannya. Entah apa yang akan terjadi kalau Salsa tahu ia ingkar janji dan ikut balapan tanpa sepengetahun gadis itu.
Suara deruman motor mulai bersahut-sahutan memasuki arena balap membuat Azka beranjak dari duduknya dan ikut bergabung dengan yang lain. Azka tepat berada di samping Jeri, berada di tengah-tengah pembalap lain.
Balapan kali ini bukan antar geng motor, melainkan balap liar pada umumnya, di mana pemenang akan mendapat sejumlah uang yang lumayan fantastis. Tapi Azka dan Jeri mengikuti balapan kali ini untuk kepentingan lain.
Jeri melirik sinis Azka, begitu pula sebaliknya.
Wanita seksi mulai berjalan ketengah jalan, menghitung sampai tiga kemudian mengibarkan bendera. Tepat saat bendera berkibar, pemilik motor besar melajukan motor masing-masing dengan kecepatan yang mereka kuasai, hingga menghilang di mata para penonton.
Jika penonton sibuk menerka-nerka, lain halnya dengan Jeri dan Azka yang mulai adu kebolehan dalam menguasai jalan. Jeri sengaja memepet motor Azka untuk menghilangkan fokus laki-laki itu.
Azka semakin melajukan motornya di atas kecepatan maksimal. Di dalam otak laki-laki itu hanya kemenangan untuk mengetahui siapa ketua Elang yang sebenarnya.
"Cewek lo cantik, apa lagi lekuk tubuhnga. Gue pinjam satu malam bolehlah!" teriak Jeri mulai meracuni otak Azka agar hilang fokus.
__ADS_1
"Open Bo nggak? Gue sewa 10 juta satu jam!"
Dada Azka bergemuruh, emosi kian memuncak mendengar segala ocehan Jeri . Demi melampiaskan emosi yang ada, Azka menancap gas lebih tinggi lagi.
Tanpa Azka sadari, Jerry senyum licik dibalik helm full facenya. Ia berhasil memancing Azka agar hilang kendali. Jerry tidak menyangka malam ini Azka begitu mudah terprovokasi dengan pancingan-pancingan yang ia berikan.
Tepat saat Jerry memelankan laju motornya. Motor yang dikendarai Azka hilang keseimbangan dan terseret ke pinggir bersama pemiliknya. Tubuh Azka terseret bersama dengan motornya sejauh tiga meter. Jaket yang dikenakan laki-laki itu sobek di bagian lengan hingga siku.
Suara decitan begitu nyaring terdengar hingga membuat pembalap lain berhenti untuk menolong Azak, sementara mengambil kesempatan untuk menuji finish dan menjadi pemenang.
Jerry lagi-lagi melakukan kecurangan dengan menebar paku di jalan setelah pengecekan lokasi selesai, hingga tak ada yang mencurigai nya.
"Aaaakkkkkhhhhh," erang Azka saat tubuhnya terguling memasuki semak-semak dengan duri lumayan tajam. Tangan kanannya tertindih motor dengan darah bercucuran entah berasal dari mana.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘