Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

Amel akhirnya tiba dirumah, Nabila sempat menegur adiknya itu yang sudah pulang tapi tidak ada respon dari Amel bahkan Amel langsung menuju kamarnya, Nabila yang begitu cemas dengan keadaan adiknya itu langsung menghampirinya


"Kakak boleh masuk" Ucap Nabila yang diangguki amel kemudian nabila menghampiri adiknya itu yang duduk di ujung tempat tidur "Ada apa sayang" Sambil mengusap kepala adiknya itu


"Tidak kak, aku hanya lelah" Ucap Amel


"Kamu tidak bisa berbohong padaku dek, cepat katakan ada apa dengan mu"


Akhirnya Amel menceritakan semuanya tentang dirinya dan Faiz, kemudian Amel terisak dan langsung memeluk Kakaknya


"Hiks.. Hiks.. Aaku nyaman dengannya Kak, setiap aku bersamanya jantungku berdegup kencang.. Hiks.. Hiks.. kadang dia begitu perhatian denganku dan kadang juga dia begitu menjengkelkan, Hiks.. Hiks.. aku mencintainya tapi aku juga membencinya"


"Sudah sayang jangan menangis lagi, kalau kau mencintainya kenapa kau ingin kembali ke Indonesia"


Amel mengusap air matanya "Tidak kak, aku akan mengubur perasaan ku kepadanya, dan sepertinya dia tidak menyukai ku dan setiap kami bersama dia selalu bilang hanya sekedar tanggung jawab"


"Apa kau yakin dia tidak mencintaimu juga"


"Aku yakin, dan keputusan ku sudah bulat kak" Amel kembali tersenyum tapi hatinya masih terasa sakit dan seandainya saja Faiz mengungkapkan perasaan nya mungkin Amel akan tetap disini


"Kalau begitu kamu mandi kemudian kakak bantu kamu merapikan barangmu lalu kita kerumah Daddy dan Mommy"


"Tapi Kak"


"Eitsss.. Kamu sudah janji ke kakak tadi pagi" Nabila tersenyum pada Amel


"Baiklah kak"


Akhirnya kini mereka sudah tiba dirumah Jhonson, Amel masih terdiam didepan pintu karena baru kali ini menginjakkan kakinya dirumah ini selama kepergiannya 6 tahun


"Kenapa melamun, Ayo masuk Mommy dan Daddy sudah menunggu kita" Ucap Nabila


Akhirnya Amel masuk, tidak ada perubahan dirumah ini sejak kepergiannya, akhirnya Fransiska dan Jhonson menyambut mereka dan Fransiska langsung memeluk Anak bungsunya


"Mommy rindu padamu nak" Ucap Fransiska kemudian Jhonson ikut memeluk Amel


"Kamu nginap disini yahh nak" Ucap Jhonson


"Tidak, Aku tidak suka dengan rumah ini, disini banyak kenangan buruk" ucap Amel


"Mel.. Daddy dan Mommy minta maaf padamu, apa yang kami lakukan memang salah, tolong maafkan kami, kami tidak ingin kehilangan anak kami lagi"


"Kalian sudah kehilangan anak kalian 6 tahun yang lalu bahkan 2 sekaligus" Ucap Amel dengan air matanya yang mulai jatuh


Fransiska kini menangis di hadapan Amel "Jangan benci Mommy sayang"


"Aku hanya kecewa pada kalian, dulu bagiku kalian adalah orang yang sangat aku banggakan, tapi sekarang sudah tidak lagi"


"Mel" Nabila menggenggam tangan adiknya itu, dia melihat adiknya itu dan memberi kode untuk berhenti berbicara


"Sudahlah, aku kesini hanya ingin pamit, besok aku akan kembali ke indonesia" kemudian Amel berbicara pada Nabila "Kak aku ingin kekamar Kak Bram sebentar, Boleh???


Nabila mengangguk kemudian Amel langsung menuju kamar Bram


"Mom, Dad aku yakin Amel tidak akan pulang, kalian tenang saja" Ucap Nabila


"Maksudmu" Ucap Jhonson


"Kalian lihat saja nanti" ucap nabila sambil tersenyum


"Aku ingin menyusul ke kamar Bram kalian duduk lah dulu


Amel yang sudah berada dalam kamar Bram pun menangis sambil mencium baju Bram yang masih disimpan rapi oleh Fransiska dan Jhonson, Nabila yang melihat adiknya itu ikut menangis

__ADS_1


"Aku merindukannya Kak"


"Ikhlaskan kepergiannya sayang, dia sudah tenang disana, sekarang kita pulang kau harus beristirahat"


Amel mengangguk dan akhirnya mereka keluar tapi didepan pintu mereka bertemu dengan Audry dan Amel langsung membuang muka dan meninggalkan Audry


Nabila mengelus lengan Audry "Sabar sayang" kemudian Nabila menyusul Amel kebawah


"Mom, Dad kami pamit pulang ini sudah sangat malam" ucap Nabila


"Kenapa kalian tidak menginap saja" ucap fransiska sambil memandang kedua putrinya


"Tidak mom lain kali saja, lagian Amel harus berangkat besok pagi dan dia masih belum berkemas" Nabila kembali berbicara "Ayo Mel kita pulang"


Amel akhirnya buka suara "Jaga diri kalian" kemudian Amel berjalan menuju keluar rumah


Jhonson dan Fransiska tersenyum mendengar perkataan anak bungsunya itu "Dad dia masih menyayangi kita" Ucap Fransiska


"Dia hanya butuh waktu sayang"


Keesokan Harinya


"Semua sudah siap sayang"


"Sudah kak" Ucap Amel sambil tersenyum


"kakak antar kamu keluar, Maaf kakak tidak bisa mengantarmu, James tiba - tiba demam dan kak Edrick ada operasi pagi ini dan Hani juga ada rapat mendadak"


"Tidak apa kak, aku bisa sendiri, dan terima kasih sudah mengizinkan Amel tinggal disini"


"Rumah ini terbuka untukmu"


Akhirnya Amel berangkat menuju bandara


"Iz bangun sayang sudah pagi"


"Sebentar lagi ma, aku masih ngantuk"


"Cepat bangun, kamu tidak ingin menemui Amel untuk terakhir kalinya dia sudah menuju bandara, kamu temui dia disana"Ucap Fransiska panjang Lebar


"Tidak Ma, dia sudah tidak ingin bertemu dengan ku lagi" Ucap Faiz sambil menenggelamkan wajahnya ke bantal


"Ya sudah kalau itu mau kamu, Mama dengar kalau Amel akan menikah dalam waktu dekat, dia menerima perjodohan dari Uncle dan Anthynya, wah pasti Amel akan bahagia disana" Fransiska membuat anaknya cemburu


Faiz bangkit dari tempat tidurnya akibat perkataan mamanya barusan "Mama tau dari mana!!"


"Tau dari Edrick sama Nabila" Sebenarnya Fransiska bekerja sama dengan Edrick dan Nabila untuk menyatukam keduanya


"Aku tidak percaya ma, lagian juga dia sudah tidak ingin menemuiku" Faiz sebenarnya hatinya sakit mendengar penuturan Mamanya


"Yah sudah kalau itu mau kamu Iz, tunggu saja kabar baik dari mereka, Mama tidak sabar ingin melihat calon suami Amel, beruntung skali suami Amel kelak, sudah dapat istri pintar, mandiri, baik dan Hmm" belum sempat Fransiska melanjutkan perkataannya Faiz bergegas menuju kamar mandi "Kamu mau kemana Iz???"


"Ke bandara menghentikan Calon Menantumu yang kerasa kepala itu" Ucap Faiz sambil masuk ke kamar mandi


Fransiska menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu, akhirnya rencananya berhasil


Tidak sampai 15 menit Faiz sudah siap untuk kebandara, Abraham dan Fransiska duduk di meja makan


Fransiska ingin menjahili anaknya "Sarapan dulu, menerima kenyataan itu tidak mudah Iz!!


"Pesawatnya pergi pukul berapa Ma??"


"Pukul 10.00, setengah jam lagi dia sudah terbang"

__ADS_1


"Aku minum susu saja, aku sudah terlambat" Faiz kemudian berlari menuju mobilnya


Faiz melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Faiz kini betul - betul panik jangan sampai Amel meninggalkannya untung saja jalanan tidak macet


Akhirnya Faiz tiba di bandara "Masih 5 menit lagi aku harus mencarimu" Faiz mulai mencari keberadaan Amel tapi tak kunjung menemukannya "****, dimana kamu tolong jangan tinggalkan aku"


Kemudian Faiz melihat Amel dari kejauhan, dan langsung menghampirinya dan memeluknya dari belakang, Amel terlonjak kaget saat ada yang memeluknya kemudian dengan cepat langsung melepaskan dirinya dan berbalik


"Faiz" Amel yang kaget melihat kedatangan Faiz


"Jangan pergi Mel, aku mohon jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa jauh darimu, Jangan Pergi Mel" ucap Faiz sambil memegang kedua tangan Amel


"Tapi Iz, tidak ada alasan untuk ku tetap tinggal disini"


"Ada Mel" Ucap Faiz sambil menatap mata Amel


"Tidak Iz, kalau kau fikir aku harus tinggal disini karena orangtua ku kamu salah besar, Maaf Iz aku harus masuk" Amel kemudian melangkah


tiba - tiba Faiz bersujud dihadapan Amel "Jangan tinggalkan aku, Aku membutuhkan mu, Aa..ku"


"Berdiri Iz, jangan seperti ini aku mohon"


"Tidak Mel sebelum kau membatalkan kepulangan mu"


"Tapi kenapa Iz, Jangan membuatku seperti ini"


"Karena Aku mencintaimu Amelia Jhonson" Ucap Faiz yang masih berlutut


"Jangan memberiku harapan seperti ini Iz" Amel mulai terisak


"Aku tidak memberi mu harapan, aku tau tidak semudah ini kamu menerimaku, aku tidak tau kenapa secepat ini mencintai mu tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri aku tidak ingin kehilangan dirimu aku tidak ingin jauh darimu, Aku.. Aku sangat mencintaimu Mel sangat" Faiz sudah mengeluarkan air matanya


"Iz kau" Amel sudah tidak bisa berkata - kata lagi


Faiz berdiri kemudian berdiri menggenggam tangan Amel "Aku sangat mencintaimu Mel, jangan pergi, Aku tidak bisa hidup tanpamu aku hancur"


Amel langsung memeluk Faiz, kemudian dibalas oleh Faiz sangat erat


"Aku tidak tau sejak kapan aku menyukai mu Iz tapi semakin lama kau berada di dekatku hatiku selalu berdegup kencang" Amel menangis di dalam pelukan Faiz


Kemudian Faiz mengendorkan pelukannya dan menatap wajah Amel "Mel apakah kamu juga mencintaiku"


Amel mengangguk "Aku mencintaimu Iz" kemudian mereka berpelukan saling menyalurkan cintanya


"Sekarang kamu harus tetap disini karena kamu sudah memiliki alasan" Ucap Faiz tersenyum dan mengecup kening Amel


"Tapi Iz aku"


"Jangan membantah lagi, kau harus ikut pulang denganku "Faiz kembali memeluk Amel "Kau adalah hidupku, Nafasku jadi kau tidak boleh jauh dariku" kemudian Faiz melepaskan pelukannya


Amel mengangguk "Baiklah Beruang kutubku, Antar aku kerumah kak Nabila" Sambil tersenyum


Faiz kini menggandeng tangan Amel keluar dari bandara menuju mobilnya mereka tertawa bersama


.


.


.


.


.

__ADS_1


#Tbc


__ADS_2