Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Bulan Madu 2


__ADS_3

"Mas sampai kamu kamu mengurungku seperti ini" Ucap Amel yang begitu kesal terhadap suaminya pasalnya sudah 3 hari mereka berada di Paris tapi Faiz hanya mengurung dirinya dan aktivitasnya hanya bermain di atas ranjang dan makan


"Sayang namanya juga bulan madu, ya pasti kita melakukan aktivitas suami istri" Ucap Faiz tanpa bersalah sambil meremas salah satu benda kenyal Amel yang tidak tertutupi apapun karena mereka baru saja melakukan aktivitas pagi


"Yah kalau mau ngelakuin ginian juga bisa di rumah tanpa harus jauh - jauh ke Paris"


"Beda sayang disini dengan di rumah" Faiz mengeratkan pelukannya


"Bedanya apa coba Mas?"


"Kalau disini kan kita buat anaknya akan jadi Made In Paris jadi anak kita nanti bangga kalau kita bilangnya kamu itu dibuat di paris, kalau di singapura ma itu udah biasa"


"Ih apaan sih kamu Mas, kalau nggak jadi gimana batal dong Made In Parisnya"


"Bakalan jadi sayang orang akunya semprot kamu pake bibit unggul"


"Ihh udah yah Mas, aku pengen jalan - jalan lagian itu aku perih Mas"


"Satu ronde lagi yah sayang"


"Nggak mau Mas, aku pengen jalan - jalan Mas"


"Satu kali yah sayang"


"Nggak, Ya udah kalau Mas nggak mau biar aku aja sendiri yang pergi tapi bentar malam booking hotel satu lagi kita pisah kamar"


Faiz begitu takut dengan ancaman Amel, membayangkan nya saja Faiz nggak sanggup "Baiklah sayang tapi mandi bareng yah"


"Tapi nggak mandinya versi aku bukan versi Mas"


"Iya sayang, aku gendong kamu yah masuk ke kamar mandi, maafin aku bikin itu kamu sakit" Ucap Faiz sambil mengusap area sensitif Amel


Amel menarik tangan Faiz dari area sensitifnya "Mulai deh, cepet Mas gendong aku udah nggak sabar mau jalan - jalan"


"Iya sayang sabar" Akhirnya Faiz turun dengan keadaan polos dan Faizpun tidak malu memperlihatkan tubuh polosnya pada Amel.


Faiz kemudian menggendong Amel kedalam kamar mandi, dan melakukan ritual mandi versi Amel, sebenarnya Faiz ingin melakukannya di kamar mandi tapi mengingat ancaman Amel akhirnya ia mengurungkan niatnya.


Akhirnya Faiz dan Amel jalan - jalan sambil menyusuri kota paris, Faiz terus memeluk pinggang Amel dari samping kadang kala mencium pucuk kepala istrinya


"Kau bahagia Sayang"


"Sangat Sangat Sangat bahagia Mas" Amel ikut memeluk Faiz


Faiz terkekeh "Ternyata membahagiakan mu sangat sederhana"

__ADS_1


"Ini bukan sederhana Mas, tapi bagiku ini sangat luar biasa, Terima Kasih Mas Faiz ku"


"Tapi ini nggak gratis loh sayang" Ucap Faiz dengan senyum liciknya


"Maksud Mas apa, masa sama istri saja pake bayar, pelit banget, ya udah aku pake uang Daddyku aja kalau begitu"


"Bayarnya bukan pake itu sayang, Kalau masalah uang kamu puas-puasin pake uang Mas"


"Ya terus maksudnya apa Mas"


Faiz berbisik ketelinga Amel "Tubuh mu sayang"


Seketika Amel memukul lengan suaminya "Ih dasar suami mesum, emang nggak bosan apa tiap malam minta terus"


"Nggak lah, Mas nggak akan pernah bosan, malah Mas seneng banget kalau tiap malam kita lakuin terus, itu namanya kenikmatan yang hakiki sayang"


"Tapi tubuh ku remuk semua Mas, tiap malam Mas gempur aku mana kuat banget lagi"


"Kejar target sayang biar cepet jadi"


"Kalau nggak jadi gimana?"


"Yah buat terus dong"


"Mas kalau aku nggak hamil - hamil juga gimana, Mas nggak mau cari istri baru gitu?"


"Awww sakit tau Mas" Ucap Amel sambil menggosok kening nya


"Ya mana mungkin Mas cari istri lagi, ya kalau kita lambat di kasi momongan nggak masalah sayang kan kita juga udah usaha sisa yang diatas yang mengatur, jadi kalau ngomong tuh jangan ngaur"


"Sempat aja Mas mau berpaling dari aku"


"Mana ada, itu namanya nggak bersyukur, dengar yah Mas tuh orang paling beruntung udah dapat paket komplit deh pokoknya"


"Paket komplit bagaimana Mas"


"Udah baik, cantik, mandiri, cerewet, kadang jengekelin, terus anak orang kaya lagi"


"Jadi Mas mau sama karena aku orang kaya" Ucap Amel memonyongkan bibirnya


Cup


"Kebiasaan deh nyium nggak bilang - bilang"


"Orang kamu nya minta dicium"

__ADS_1


"Ihh mana aku nggak pernah bilang tuh"


"Tadi kamu manyungin bibirmu pasti minta dicium"


"Ih kamu nyebelin banget sih Mas, aku lagi ngambek tau" Amel semakin dibuat kesal oleh Faiz


Faiz kembali memeluk Amel dan menyenderkan kepalanya Amel kedada bidang nya "Denger yah sayang ku cintaku walaupun kamu nggak kaya aku akan tetap memilihmu, karena kamulah satu - satunya orang yang ingin aku miliki sampai akhir hayatku dan aku tidak punya alasan untuk tidak mencintaimu"


"Walau aku buruk rupa gitu Mas"


"Maka aku akan membuat mu cantik seperti cinderella, percuma dong suamimu ini banyak duit kalau nggak gunain buat percantik istrinya"


"Ohh iya yah suamiku kan anak sultan"


"Istriku juga anak dan suami sultan"


Amel mencium pipi Faiz "Terima kasih Mas, aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu sayang, kita makan dulu yuk sayang lepas itu kita jalan - jalan lagi"


"Iya Mas aku juga udah laper banget"


Akhirnya mereka memutuskan untuk makan kemudian melanjutkan menyusuri kota Paris


Di singapura Anita bertemu dengan Cyntia di sebuah restoran yang ada di tengah kota


"Jadi apa rencanamu selanjutnya" Ucap Cyntia sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya


"Aku nyerah, aku sadar aku telah menghancurkan kehidupan seseorang, dan aku juga tidak mau kalau karir ku sebagai pelukis hancur"


"Dasar gitu aja kamu nyerah"


"Seharusnya kamu sadar Cyn keluargamu di ambang kebangkrutan karena ulah mu itu"


"Cih, kamu itu polos sekali Anita, pantas saja kau tidak mendapatkan cintamu, ternyata mentalmu itu mental keripik"


"Terserah kau, tapi jangan pernah kau menghubungiku lagi untuk meminta bantuan mu"


"Siapa juga yang ingin meminta bantuan dari orang seperti mu Anita, aku masih punya banyak cara untuk menghancurkan mereka"


"Terserah, aku pergi dan bersiaplah kau hancur Cyntia karena keluarga Jhonson dan Abraham bukan tandingan mu, bahkan kau akan hancur hanya waktu beberapa detik saja"


"Kita liat saja siapa yang akan hancur, aku atau mereka"


"Permisi saya pamit" Ucap Anita pergi meninggalkan Cyntia

__ADS_1


#Tbc


__ADS_2