Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 88


__ADS_3

Bosan duduk seorang diri, Azka berjalan ke dapur dan berdiri tepat di samping gadis itu. Salsa menoleh lalu tersenyum sangat cantik. Rambut di cepol bukannya jelek, malah tambah cantik berkali-kali lipat di mata Azka.


"Kenapa? Lo butuh sesuatu?" tanya Salsa di jawab gelengan oleh Azka. "Lalu?"


"Bantu lo masak," jawab Azka meneliti bahan-bahan di hadapannya.


"Serius?"


"Hm."


"Kalau gitu buka seragam lo, ntar kotor!" perintah Salsa dan dilaksanakan oleh Azka. Gadis berambut sebahu itu membahwa kemeja sekolah Azka ke kamar lalu kembali membawa celemek pink hello kitty khusus memasak.


Salsa sedikit berjinjit untuk memasang celemek di leher Azka. Mengerti pergerakan Salsa, ketua Avegas itu melebarkan kakinya agar sejajar dengan sang pacar. Aroma rambut Salsa menguar di indera penciuman Azka saat Salsa mengikat tali celemek di pinggang laki-laki itu.


"Uh gemes banget." Salsa menangkup pipinya sendiri, Azka begitu mengemaskan memakai celemek berwana pink miliknya.


"Sal!" tegur Azkas setelah menyadari motif celemek itu.


"Bentar aja ya." Salsa mengedip-ngedipkan kedua matanya dengan ekspresi yang mengemaskan, membuat Azka tak kuasa unutk menolak.


Jadi ini yang di maksud Rayhan? Tunggu tanggal bucinnya dan lo bakal ngerasain, rasanya tak berdaya saat pacar lo mengiginkan sesuatu yang nggak lo suka.


Lo tau Ka? Perempuan akan memperlihatkan sifat aslinya saat merasa dirinya benar-benar di cintai oleh seseorang.

__ADS_1


Benarkah Salsa menyadari betapa besar Azka mencintainya? Belakangan ini Salsa mulai memperlihatkan sikap rapuh, cerewet dan sisi lainnya yang membuat Azka semakin jatuh cinta.


"Azka!"


"Hm."


"Lo mau bengong terus atau bantuin gue masak?"


Kegiatan memasak keduanya berjalan dengan baik walau sedikit lambat karena Azka sama sekali tak pernah memasak sebelumnya. Azka dengan telaten memotong buncis juga wortel sesuai perintah Salsa.


"Udah belum, Ka?" tanya Salsa.


"Dikit lagi," sahut Azka.


"Azka lo tadi ngapain aja? Udah hampir setengah jam baru satu wortel selesai?" tanya Salsa tak percaya "Pengaris ini untuk apa?"


"Udah ngomelnya Sal, lo nggak tau gimana susahnya motong wortel itu biar sama besar dan sama panjang. Tuh pengaris buat ngukur sesuai ukuran yang lo sebutin tadi," jawab Azka, tak tahu apa bagaimana perjuangannya memotong satu wortel, apa lagi bentuk wortel itu tidak sama besar, bagian bawahnya kecil dan bagian atasnya besar.


Salsa mengigit bibir bawahnya, berusaha menahan tawa melihat tinggkah Azka yang sangat lucu.


"Lo ngetawain gue?"


"Nggak!" elak Salsa cepat. "Azka sayang, kita nggak lagi praktek di mana semuanya harus sama besar, kita cuma masak buat makan siang. Ukuran yang gue sebutin tadi cuma kisaran dan nggak harus sama."

__ADS_1


Bukannya marah Azka malah mengulum senyum, dari sekian banyak kalimat yang di sebutkan Salsa, hanya dua kata yang menyangkut di telinganya, yaitu, Azka Sayang.


Setelah sekian pernama akhirnya Tumis buncis wortel dan Salad Ayam Ala SaKa ( Salsa Azka) akhirnya jadi, Salsa menghidangkan diatas meja.


"Segini cukup?" tanya Salsa mengambil nasi untuk Azka.


"Hm."


"Ka, kayaknya gue masak terlalu banyak deh, gimana kalau lo manggil yang lain," saran Salsa dengan wajah berbinar. Ia teringat saat Ricky mengatakan ingin bertamu kerumahnya untuk makan.


"Nggak usah!" tolak Azka menyuapkan makan kemulutnya.


"Tapi ...."


"Gue bisa habisin semuanya, jadi nggak bakal mubasir."


"Serius Ka?"


"Hm."


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak😊

__ADS_1


__ADS_2