
Fransiska merasa bersalah karena menatap putrinya seperti itu hingga akhirnya putrinya merasa takut padanya.
Fransiska kemudian membimbing anaknya untuk berdiri dan langsung memeluknya "Sayang kamu ini ngomong apa".
"Amel yang buat Kak Audry seperti ini Mom"
"Sebaiknya kita duduk Mom, kasian Amel" Ucap Nabila
Kemudian mereka duduk dan Amel masih dalam pelukan Mommy nya dan Jhonson ikut mengelus kepala putrinya
"Sekarang ceritakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi" Ucap Fransiska
"Tadi ada seseorang yang menghubungi ku untuk bertemu dengannya karena ia ingin menunjukkan kebusukan Faiz kemudian aku hendak menemuinya tiba - tiba saja ada mobil yang melaju sangat kencang ingin menabrakku tapi tiba - tiba kak Audry mendorongku dan kak Audry tertabrak oleh mobil itu"
"Apakah Amel tau nomor plat mobil itu" Ucap Jhonson dan Amel menggeleng
Kemudian Jhonson memerintahkan David "Kau periksa semua CCTV yang ada disekitar kejadian dan selidiki siapa yang ingin mencelakai putriku, dan aku ingin secepatnya laporan mu"
"Baik Tuan" Ucap David kemudian pergi meninggalkan rumah sakit
Tidak lama Dokter yang menangani Audry keluar. Jhonson dan keluarganya berdiri dan menghampiri Dokter itu
"Bagaimana keadaan Putri saya Dok" Ucap Jhonson
"Nona Audry hanya mengalami cedera pada kepalanya dan ada beberapa luka - luka pada bagian tangannya tapi tidak begitu parah jadi secepatnya kami pindahkan keruang perawatan"
"Kau bilang hanya cedera kalau sampai terjadi apa - apa dengan kakakku akan kupastikan izin praktekmu aku cabut" Ucap Amel emosi
"Sayang dengar kata dokter dulu" Fransiska mencoba membujuk anaknya
"Anda tidak usah khawatir Nona, kami sudah melakukan beberapa pemeriksaan pada Nona Audry dan hasilnya baik - baik saja dan ini hanya cedera ringan"
"Sayang kamu dengarkan, Kakakmu tidak kenapa - napa jadi jangan khawatir"
"Aku hanya khawatir Mom, aku tidak ingin kehilangan Kakakku lagi, cukup Kak Bram" Amel mulai terisak
Audry sudah dipindahkan di ruang perawatan dan Amel terus duduk di samping tempat tidur Audry sambil menggenggam tangan kakak nya
"Mom kenapa Kak Audry belum sadar juga"
"Sayang, tadi kan dokter bilang kakakmu itu tertidur karena pengaruh obat"
"Tapi Mom"
"Sayang sebaiknya kamu pulang saja, bajumu penuh darah dan kamu juga butuh istirahat disini ada Abang Darren dan Mommy yang menjaga Audry"
"Tidak Mom, aku tidak ingin meninggalkan Kak Audry aku akan terus bersamanya, Amel sudah menghubungi Mbak Wina untuk membawakan bajuku"
"Kalau begitu Amel makan dulu yah, dari tadi Amel belum makan"
"Nanti Mom, aku tidak lapar aku hanya tetap berada di samping kakakku"
__ADS_1
Audry mulai membuka matanya perlahan, dan melihat di sekeliling nya, Audry melihat adiknya tampak begitu berantakan bahkan baju yang ia kenakan masih berlumuran darah.
Audry merasakan kalau tangannya digenggam, tapi genggaman itu seakan bergetar, Audry kemudian melihat adiknya masih menangis sugugukan.
"Aameeel" Ucap Audry yang masih lemas
Amel kemudian melihat kakaknya yang sudah siuman "Kakak udah sadar, mana yang sakit kak bilang sama Amel"
Jhonson, Fransiska dan Darren mendengarnya langsung menuju Audry
"Sayang kamu udah sadar" Ucap Fransiska
"Mel kenapa tangan mu bergetar seperti ini" Ucap Audry yang masih di genggam oleh Amel
"Aku nggak apa - apa Kak" Ucap Amel yang sedari tadi menahan ketakutannya
Audry hendak bangun tapi di cegah oleh Fransiska "Jangan bangun dulu sayang, kamu baru siuman"
Jhonson yang mendapat telepon dari anak buahnya "Daddy keluar sebentar, David ingin bertemu dengan Daddy dan kamu Darren ikut Uncle" Ucap Jhonson kemudian berjalan meninggalkan mereka bersama Darren
"Mel kamu nggak apa - apakan" Ucap Audry
"Kenapa kakak nyelamatin Amel, Kakak nggak fikir perasaan Amel, Kakak tau nggak Amel ketakutan gara - gara kakak" Ucap Amel sambil terisak "Amel takut Kakak ninggalin Amel seperti Kak Bram.. Hiks..Hiks.."
"Kalau Kakak matikan masih ada Kak Nabila lagian Amel juga benci sama Kakak, kenapa Amel jadi begini" Audry menggoda adiknya
"Mana ada Amel benci Kakak, yang ada tuh Amel sayang banget sama Kakak, Amel selama ini sesak tau kak harus jauhin Kakak terus"
"Sudah sayang Kakakmu baru siuman loh, Kak Audry juga butuh istirahat, Kamu nggak liat tuh wajahmu kucel banget mana bajumu masih penuh darah, sekarang kan kakakmu sudah nggak kenapa - napa kamu ganti baju mu dulu, wina sudah bawakan kamu baju"
"Jadi ada yang khawatir nih aku begini" Ucap audry
"Menurut Kakak!!.. Kakak nggak liat nih mata Amel sudah sembab begini, dan ini tuh ulah Kakak"
"Loh kok kakak sih, Kakak kan baru siuman mana tau kamu bisa jelek begitu"
"Kakak yahh bisa - bisanya ngatain Amel jelek, kakak nggak sadar tuh luka - luka kakak dimana - mana lebih jelekan kakak dibanding aku"
"Yah kakak kan nyelamatin adik nakal kakak"
"Kakak harus janji sama aku kalau kakak nggak bakal gini lagi dan buat aku takut, nih tangan aku masih gemetaran gara - gara aku takut kalau kakak ninggalin aku" Amel memperlihatkan tangannya yang masih gemetar
"Itu tandanya bukan takut tapi Lapar" Audry tertawa melihat ekspresi adiknya yang mulai kesal
"Sudah Ahh, jangan berdebat terus kalian tuh yah baru baikan sudah mulai berdebat lagi, Audry sebaiknya kamu istirahat dan kamu Amel cepat bersih - bersih terus kamu makan dari tadi kamu belum makan"
"Iya Mom" Amel beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi sedangkan Audry masih tersenyum melihat adiknya yang sudah seperti dulu lagi
Di tempat lain Jhonson dan Darren sedang berdiskusi dengan David
"Apa yang kau temukan David" Ucap Jhonson
__ADS_1
"Kami telah menemukan pelaku yang menabrak Nona Audry, dia adalah orang suruhan dari Cyntia"
"Apa Cyntia???"
"Iya Tuan, walaupun tadi kami sempat mengalami kesulitan karena orang suruhannya tidak ingin mengakuinya, tapi kami mencoba mengancam untuk melenyapkan seluruh anggota keluarganya, mau tidak mau orang tersebut mengakui semua perbuatannya"
"Cyntia siapa Uncle"Ucap Darren
"Mantan kekasih Bram, Cyntia dendam dengan Amel"
"Hubungannya apa Uncle"
"Nanti Uncle jelaskan"
"Dan kami juga sudah mendapat informasi kalau Cyntia bekerja sama dengan Anita"
"Anita!!!"Ucap Jhonson
"Iya Tuan, Cyntia dan Anita bekerja sama atas kejadian di Hotel X untuk menghancurkan hubungan Tuan Faiz dan Nona Muda dan saya sudah pegang bukti rekaman percakapan antara Anita dan Cyntia"
"Tapi bagaiman caranya Anita bisa hamil" Ucap Darren
"Anita berbohong bahwa dirinya sedang hamil, Anita hanya ingin membuat Nona Muda mengakhiri hubungannya dan membenci Tuan Faiz"
"Hancurkan perusahaan orang tua Cyntia, berani - beraninya ia menyakiti putriku, aku ingin perusahaan keluarganya hancur berkeping - keping dan untuk Anita biar menjadi urusan Faiz saja"
"Maksudnya Tuan, kenapa tidak sekalian kita hancurkan Anita saja tuan"
"Faiz tidak akan tinggal diam jika melihat Amel disakiti dan aku ingin melihat bagaimana Faiz mengatasi Anita"
"Baik Tuan"
"Kenapa Uncle tidak melaporkan Cyntia ke Pihak yang berwajib"
"Tidak Darren, Uncle tidak ingin berurusan dengan Polisi, Uncle akan memberikan hukuman setimpal pada Cyntia karena sudah bermain - main dengan keluarga ku"
"Terus pantau Cyntia dan aku ingin kau mencarikan pengawal yang terbaik untuk putriku"
"Baik Tuan, saya mohon pamit Tuan"
"Silahkan"
.
.
.
.
#Tbc
__ADS_1