Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 139


__ADS_3

"Kalau kamu menggapku sempurna, maka jadikan kelebihanku untuk melengkapi kekuranganmu. Jangan jadikan keraguan dalam dirimu sebagai jarak di antara kita Ka. Aku tulus mencintaimu apa adanya, bukan ada apanya. Jadi berhenti beramsumsi aku akan meninggalkanmu. Itu membuatku sakit, seolah-olah kamu mengemis cinta dariku," ucap Salsa membuka matanya. Ia lebih dulu bangun dari Azka, tetapi tak urung membuka mata karena menyadari pergerakan laki-laki itu di sampingnya.


"Salsa sejak kapan kamu ....?" Azka terkesiap.


"Sejak kamu muji aku cantik," jawab Salsa dengan senyuman. "Jadi penasaran apa aja yang kamu bicarakan saat kita Video call sebelum tidur."


Tanpa menyahut, Azka langsung melepaskan pelukannya dari Salsa, beranjak kemudian masuk ke kamar mandi. Telinga Azka memanas kedapatan memuji kekasihnya sendiri. Selama ini ia tidak pernah memuji Salsa terang-terangan karena gengsi dalam dirinya. Namun, memuji saat gadis itu tidak ada Azka jagonya.


"Gengsi di gedein," gumam Salsa, sulit di pungkiri hati Salsa berbunga-bunga saat mendengar Azka memujinya.


Sembari menunggu laki-laki itu selesai di kamar mandi, Salsa membereskan kamar Azka yang berantakan bak kapal pecah. Membuang sampah puntung rokok juga beberapa botol minuman haram.


Merapikan sofa juga tempat tidur, terakhir ia mengumpulkan beling dengan sapu yang ia ambil di dapur.


"Untung kamu banyak uang Ka. Emosi dikit ngebanting sesuatu," gumam Salsa tak habis pikir.


Dubrak


Salsa mengusap hidung juga keningnya saat berbalik dan menabrak dada bidang Azka tanpa penghalang apapun, hingga memperlihatkan otot-otot Azka yang begitu mengiurkan di mata kaum hawa.


"Kalau jalan pakai mata!" ucap Azka dingin ikut mengusap kening Salsa hingga membuatnya sedikit menunduk.


"Kamu juga ngapain berdiri di situ," lirih Salsa.


"Bibir kamu manis Sal."


"Apaan sih Ka!" Salsa tersipu, memukul dada bidang Azka agar menjauh darinya. Namun, laki-laki itu tidak bergerak sama sekali, malah memperlihatkan senyum tipis.

__ADS_1


"Minta maaf nggak, kamu udah nyium aku," lirih Salsa.


"Jangan harap kata maaf keluar dari mulut aku karena insiden tadi Sal. Kata maaf hanya keluar dari mulut orang bersalah, dan aku ngerasa nggak buat salah. Ciuman tadi bukan kesalahan tapi keinginan," bisik Azka.


"Mau liat aku ganti baju?"


Tanpa mengatakan apapun, Salsa berlari keluar dari kamar atau dia akan terkena serangan jantung. Entah ada apa dengan Azka hari ini. Hanya seminggu tidak saling tegur sapa juga berkunjung ke apartemen, laki-laki itu banyak berubah. Berubah mesum, ngengombal dengan wajah datar dan itu membuat Salsa hampir gila. Hari ini terlalu banyak kejutan dari Azka yang ia dapatkan.


"Aaaaaaaakkkkkkk!" teriak Salsa setelah berada di ruang tamu dan mendapati inti Avegas duduk dengan santai di sana. Jantungnya belum stabil setelah dari kamar, tetapi ia juga di kejutkan dengan kedatangan teman-teman Azka.


"Eh ibu ketua," cengir Rayhan menyantap sesuatu di atas meja.


"Sal kamu nggak ...."


"Anjir kalian habis ngapain pagi-pagi woi!" semprot Ricky melihat Azka keluar kamar hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya.


Sial


"Kit ... kita ... nggak ngapa-ngapain kok," jawab Salsa gugup disertai wajah pucat seperti ketangkap basa sedang selingkuh.


"Ngapa-ngapain juga nggak papa bu ketu, kita ikhlas lahir bantin kok. Ya nggak bro?" timpal Rayhan.


"Sesad anjir!" ujar Keenan.


Lain halnya dengan Salsa yang gugup, Azka malah melayangkan tatapan elang pada teman-temannya. Bisa-bisanya lima manusia tidak bermoral itu datang kerumahnya pagi-pagi seperti ini terlebih hari minggu. Apa mereka tidak punya kegiatan selian menganggu hidupnya?


"Siapa yang bobol?" tanya Azka.

__ADS_1


"Rayhan!"


"Ricky!"


2R saling menunjuk satu sama lain.


"Gue cape ganti sandi mulu!"


"Ya udah sih pak ketu. Lagian sia-sia juga, ngapain punya teman secerdas kita, ya nggak Ky?" balas Rayhan tanpa dosa.


Tatapan Azka tertuju pada kotak makan berwarna biru yang isinya sudah habis. "Makanan dari mana?"


"Nggak tau pak Ketu. Datang-datang udah ada di sini. Karena lapar ya di makan, enak banget ternyata," jawab Dito.


"Kamu yang bawa?" tanya Azka dan di jawab anggukan oleh gadis itu.


"Sialan kalian, ngabisin masakan cewek gue!" Azka berjalan mendekat, merebut kotak yang kosong melompong itu, mengemplak kepala Rayha, Ricky, dan Dito. Azka yakin tiga orang itu pelakunya. "Muntahin nggak!"


Keenan tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi ketiga temannya setelah di geplak oleh Azka. "Syukurin! Gue juga bilang apa, jangan di makan. Asal nyomot aja kalian."


"Bu ketu, liat deh pak ketua, kejam banget. Masa cuma makanan doang kita di geprek!" adu Dito, tetapi Salsa malah mengulum senyum.


"Mama yang masak itu Ka, bukan aku! Aku buatin sekarang, lebih baik kamu pakai baju dulu," ujar Salsa ikut bergabung dengan teman-teman Azka yang lain.


"Giliran Salsa aja yang ngomong langsung nurut, dasar bucin!"


...****************...

__ADS_1


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘


Hay kak Yanti🤭, aku pakai kalimat kakak di paragraf pertama. nggak papa 'kan?


__ADS_2