
Seperti yang di inginkan Salsa, Azka menemani gadis itu membuka kado pemberian para sahabatnya.
Mereka membuka mulai dari kado paling besar entah milik siapa, tidak ada nama pengirimnya.
Ingat, laki-laki itu hanya menemani tanpa membatu Salsa membuka kado, Azka tipe orang mageran jika menyangkut hal-hal tidak peting seperti yang di kerjakan istrinya sekarang.
"Ini baju apa Ka? Kok tipis banget?" tanya Salsa, ia mengambil baju yang ada di kotak itu kemudian memperlihatkan pada Azka.
Laki-laki yang sedang sibuk tiduran di pangkuan sang istri langsung mendongak. "Njirr baju dinas." Refleks Azka mengatakan itu hingga membuatnya mendapat cubitan di bibir.
"Mulutnya di kontrol Azka, nggak boleh ngomong kasar," tegur Salsa.
Tanpa menjawab, Azka merebut lingerie itu dari tangan sang istri, jangan sampai otak suci Salsa ternoda.
"Baju Dinas apa ini Ka? Emang siapa yang dinas pakai ini?" tanya Salsa. Dirinya memang sering baca novel dan sering mendengar kata lingerie, tapi tak sekalipun ia tidak tahu bagaimana bentuknya.
"Itu baju Dinas kamu kalau malam Sal."
"Huh?"
"Dahlah, nggak udah di bahas." Hanya sebuah lingerie tapi berhasil membuat telinga Azka memerah.
Tidak bisa ia bayangkan Salsa memakainya di malam hari, mungkin ia akan langsung khilaf detik itu juga.
Salsa mengambil kertas yang terselip di kotak itu. "Dear Azka sahabatku yang paling kaya." Salsa menjeda sebelum melanjutkan membacanya.
"Sayang, geser dikit," perintah Azka.
__ADS_1
Laki-laki itu memeluk istrinya dari belakang dengan posisi duduk. Menumpu dagunya di pundak Salsa, ikut memperhatikan kegiatan sang istri.
"Kalau Salsa pakai lingerie itu malam nanti ...."
Azka lansung merebut kertas di tangan Salsa. Benar-benar temannya satu itu, bisa-bisanya menulis surat sangat fulgar dan frontal.
"Kok di rebut? Oh jadi ini namanya lingerie yang kalau di pakai bisa buat suami kesetanan?" girang Salsa memgambil lingerie itu, hendak beranjak tetapi Azka malah mengungkung tubuhnya.
"Mau kemana, hm?"
"Mau pakai ini Ka," jawab Salsa santai.
"Kalau nggak mau di terkam, jangan coba-coba pakai atau hari ini juga aku makan kamu sampai malam," bisik Azka dengan suara seraknya.
"Ngeri."
Kalau Salsa pakai lingerie itu malam nanti, jangan lupa peluk seerat mungkin bro, jangan sampai lolos . Peluk yang nyaman biar istrinya nggak kedinginan. Oh tau, berikan dia kehangatan dengan sensasi yang berbeda. Cium bibirnya, teru ....
Cukup Azka ingin mual membaca sederet kalimat yang di tulis Rayhan yang di bubuhi tanda tangan di ujung kertas. Laki-laki itu menulis cara nganu sedetail mungkin tanpa ada yang di saring disedikitpun.
Azka melempar kertas yang telah ia remas ke tempat sampah. Keduanya kembali membuka hadiah-hadiah selanjutnya. Hanya kado dari Rayhan, Dito dan Ricky yang tidak manusiawi.
Jika Rayhan memberi hadiah Lingerie, maka Dito memberi kado satu kotak kon*dom dengan berbagai varian rasa di dalamnya.
Dear pak ketuaku tercinta
Jangan lupa pakai ini dan coba semua rasa Ka. Kasian kalau anak orang hamil, belum waktunya mana habis operasi. Di jamin nganunya aman terkendali.
__ADS_1
"Shitt," umpat Azka.
"Sayang, ih udah di bilangin juga," tegur Salsa.
"Kelepasan Sal, tapi nggak mau janji," jawab Azka kembali meremas kertas itu agar Salsa tidak membacanya.
Kado terakhir yang ia bukan adalah milik Ricky yang berisi sebuah buku. "Hal yang perlu di lakukan pengantin baru." Salsa membaca judul buku itu.
Mata Azka membola, langsung merebut buku panduan sesat di tangan sang istri. "Azka emang apa aja yang di lakukan pengantin baru?" tanya Salsa.
"Udah!" Frustasi Azka padahal hanya sebuah kado belum orangnya yang muncul. "Sayang, kita lakuin hal lain. Mau jalan-jalan atau gimaan? Nggak usah ngurusim hadiah ini."
"Mager Ka," jawab Salsa.
"Kayaknya kamu bentar lagi datang bulan Sal."
"Kayaknya sih."
"Sakit, nyeri atau sebagainya?"
"Nggak Ka, jangan berlebihan deh."
"Duduk yang tenang, biar aku yang beresin semuanya." Azka mengendong Salsa agar duduk di kursi, setelah itu membereskan kekacauan yang mereka ciptakan.
Tak lupa Azka menyembunyiakn kond*om juga buku panduan sesat itu di tempat lumayan tinggi agar istri mungilnya tidak tahu. Sangat di untungkan Salsa tidak terlalu fokus pada hadiah Dito atau ia akan kelabakan sendiri menjawabnya.
...****************...
__ADS_1