Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 89


__ADS_3

Usai makan siang, Azka pamit pulang karena di rumah Salsa tidak ada orang selain mereka, takut khilaf dan terjadi apa yang tak seharusnya terjadi. Salsa mengantar Azka hingga di ambang pintu, melambaikan tangan saat laki-laki itu berjalan ke motornya.


Alia Salsa saling bertaut saat Azka berbalik sembari mengaruk tengkuknya.


"Ada yang kelupaan?" tanya Salsa setelah Azka berada di hadapannya. Ketua Avegas itu mengangguk.


"Oh seragam lo ya, tunggu bentar." Langkah Salsa terhenti saat Azka menarik tangannya, mencegah gadis itu masuk ke rumah.


"Bukan itu, gue lupa ngasih ini." Azka mengeluarkan sebuah kotak di tasnya. "Semoga lo suka," lanjut Azka setelahnya berlari naik ke motornya.


"Ini apa, Ka?" Bukannya menjawab Azka malah melambaikan tangannya sebelum melajukan kuda besi itu keluar dari pekarangan rumah Salsa.


Penasaran isi kotak pembarian Azka, Salsa berlari menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya. Duduk di pinggir ranjang sembari memangku kotak itu. Mata Gadis berambut sebahu itu membulat sempurna diiringi mulut mangap tak percaya melihat isinya. Sebuah kalung dengan liontin sepasang Angsa putih yang sangat indah, dan Azka memberikannya tanpa mengatakan sepatah kata pun, benar-benar pacar yang cuek. Memberikan hadiah seperti memberikan sebuah permen pada temannya.


"Cantik banget," gumam Salsa.


Gadis itu berdiri di depan cermin, mamasang kalung pemberian Azka, tak lupa berselfi, sengaja memperlihatkan kalung di lehernya, kemudian mengirim pada Azka. Centang satu pertanda ketua Avegas itu tidak aktif.


For Azka: Send foto

__ADS_1


For Azka: Makasih Ka, kalungnya.


Gabut sendirian di rumah, gadis itu merebahkan tubuhnya sembari memejamkan mata, sepertinya tidur siang adalah pilihan terbaik.


Sakin lepanya, Salsa terbangun jam tujuh malam, dan mendapati rumah kosong pertanda Mama Reni belum pulang, gadis itu memeriksa ponselnya dan mendapati pesan dari Mama Reni bahwa wanita paruh baya itu lembur lagi.


Baru saja akan kembali ke kamar, suara ketokan pintu terdengar, dengan langkah ragu, Salsa membuka pintu dan mendapati Rio tengah tersenyum lebar padanya.


"Rio?"


"Apa kabar cantik?" sapa Rio.


"Tunggu sebentar!" Salsa berlari masuk ke rumahnya entah melakukan apa, membuat Rio sedikit bingung. Senyum Rio mengembang saat Salsa kembali dengan jaket bulu lumayan tebal.


Keduanya duduk di teras sembari menceritakan banyak hal setelah lama tidak bertemu. Rio sesekali menatap wajah Salsa yag sesekali tertawa karena mendengar ceritanya.


"Gimana hubungan lo sama Azka?"


"Baik, kenapa?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Nggak cuma nanya aja. Jangan keluar rumah sendirian, kalau mau kemana-mana ajak Azka!" peringatan Rio.


"Huh?"


Lo dalam bahaya, dan gue nggak bisa berbuat apa-apa untuk ngelindungin lo.


"Sampaikan salam gue sama Azka." Rio beranjak dan mengacak-acak rambut Salsa. "Jangan lupa kunci pintu dengan benar, jangan asal buka pintu kayak tadi, kalau perlu nggak usah di buka kalau nggak ada kabar dari siapapun!" peringatan Rio.


"Lo udah kayak bapak-bapak mau ninggalin anaknya tau," sahut Salsa ikut berdiri.


"Masuk gih udah malam!" perintah Rio.


"Duluan aja, gue masuk setelah lo pergi."


"Sal!"


"Iya deh, iya," pasrah Salsa masuk kerumahnya sementara Rio masih berada di luar.


"Rio kenapa ya? Ko ngomongnya gitu, udah kayak mau pergi aja," gumam Salsa bingung.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘


__ADS_2