
Kini Jhonson dan kedua Putrinya sudah tiba diperusahaan mereka melangkah masuk menuju lift khusus petinggi perusahaan
"Sebentar lagi meeting dimulai dan Daddy minta kalian datang tepat waktu keruangan meeting karena kita akan bertemu dengan tamu penting" Ucap Jhonson kemudian melangkah ke ruangannya sedangkan Audry hanya mengangguk patuh
"Ish siapa sih tamu Daddy itu sok penting banget, biasanya juga aku nggak pernah ikut meeting" Amel ngedumel sambil masuk ke ruangannya
Baru saja Amel ingin duduk di kursinya dan beristirahat sejenak asistennya sudah mengetuk pintu dan masuk ke ruangannya "Maaf Nona Muda, Tuan Jhonson memanggil anda keruang meeting sekarang juga karena tamunya baru saja tiba" Ucap Wina yang tidak lain anak dari Bi Irah yang diminta untuk menjadi asisten Amel di kantor
"Aduh Mba wina, pantatku belum sampai nih di kursi udah dipanggil aja, kenapa nggak sekalian langsung disuruh kesana aja tadi" Ucap Amel kemudian melangkah keluar ruangan dan menuju ke ruang meeting
Amel kemudian masuk ke ruangan meeting, dan melihat sosok tamu yang ada diruang meeting
"Abang Darren" Amel kemudian berlari menuju Darren dan langsung memeluk Darren
Kemudian Darren membalas pelukan Amel "Adik Abang apa kabar"
Amel bukan nya menjawab malah melepas pelukan Darren lalu memukul Darren "Ihh kenapa sih nggak bilang kalau Abang mau kemari kan Amel bisa jemput"
"Abang kan mau kasi surprise sayang" kemudian Darren memeluk kembali Amel "Rindunya sama Adik nakal Abang ini"
"Khmm, mau meeting atau mau lepas rindu nih" Ucap Jhonson
Darren hanya tertawa dan melepas pelukannya "Sorry Uncle"
Kemudian pintu kembali terbuka dan Audry masuk kedalam ruangan. Audry terkejut melihat Darren yang sudah ada dalam ruangan
"Mas Ailen" Ucap Audry memanggil nama tengah Darren
Darren menatap Audry tapi tatapan nya sulit di artikan, untung saja Doni asistennya memukul lengan Darren untuk duduk
"Audry cepat kesini Nak meeting akan segera dimulai" Ucap Jhonson
Audry langsung duduk tapi tidak berani menatap Darren yang sekarang berada di hadapannya
Meeting pun berjalan dengan lancar dan perusahaan Darren dan Jhonson akhirnya sepakat untuk bekerja sama. Jhonson dan Darren bersalaman tanda kesepakatan kerja samanya
"Ayahmu pasti sangat bangga bisa memiliki anak seperti mu" Ucap Jhonson
__ADS_1
Darren tersenyum "Aku yang harus bangga memilik ayah seperti dia Uncle karena Ayahku lah yang buat aku seperti ini"
"Yah sudah Uncle mau kembali ke ruangan Uncle, dan Uncle ingin kamu kerumah Uncle sekalian bertemu dengan tantemu"
"Siap Uncle"
"Abang Amel ada kerjaan sekarang dirumah sakit, nanti Amel akan mengunjungi Abang di Apartemen dan Amel butuh penjelasan" Ucap Amel mengancam
"Iya Bocil, terserah kamu aja" Ucap Darren melihat Amel yang berjalan keluar dari ruang meeting
Sedangkan Audry hendak ingin keluar tapi Darren dengan cepat memegang tangan Audry
"Bagaimana kabarmu??" Ucap Darren yang masih memegang tangan Audry
"Aku baik" kemudian Audry berusaha melepaskan tangan Darren dari tangannya "Lepas Mas, aku harus pergi dan aku harap Mas bisa jaga sikap Mas di kantor ini"
Darren melepaskan tangan Audry kemudian Audry dengan cepat meninggalkan ruangan meeting, sedangkan Darren bergegas pergi meninggalkan perusahaan Jhonson
***
Rumah Sakit
"Bentar yahh kak, Amel mau beresin alat - alatnya dulu" Ucap Amel
Setelah Amel membereskan semua nya Amel menemui Edrick "Tadi kakak mau bicara apa!??"
"Kamu nggak capek Mel semalam kerja disini trus kekantor dan kamu balik lagi kerja disini, kamu juga butuh istirahat loh Mel, kalau kamu kenapa - napa nanti Nabila bisa memarahiku" Edrick yang mencoba menasehati adik iparnya itu
"Nggak kok kak, lagian kalau Amel capek pasti nggak kesini, kan kakak sudah kasi Amel kebebasan untuk masuk kapan pun Amel mau"
"Kakak kasi kamu kebebasan tapi nggak gini juga, mulai sekarang Kakak mau kamu masuk hanya 2-3 kali seminggu saja, kakak nggak mau yahh kalau sampai Daddy sama Mommy marah sama kakak, apalagi sama kakakmu Nabila, bisa - bisa kakak nggak dapat jatah"
"Iyaa Maaf kak, yah sudah terserah kakak saja yang penting jangan di pecat, takut banget nggak dapat jatah dari kak Nabila, dasar kakak ini, suami takut istri" Amel tertawa kemudian keluar dari ruangan
Amel baru saja selesai makan, dan Amel hendak ingin pulang tapi tiba - tiba Amel melihat Faiz dari kejauhan tengah berbicara dengan dokter
Amel menghampiri Faiz "Faiz"
__ADS_1
Faiz sedikit panik melihat Amel "Ss.. sayaang"
"Kamu ngapain disini Iz"
"Iiituu aku baru saja menjenguk teman ku sayang!!"
"kamu kenapa nggak bilang Iz aku kan bisa nemenin kamu, Ohh iya ruangan teman mu di mana biar aku jenguk juga"
"Ohh itu nggak usah sayang dia juga udah baikan mungkin sore ini dia pulang" Faiz langsung memeluk Amel "Sayang maafin aku yah nggak ngasih tau kamu kalau aku ada disini"
Amel melepas pelukan Faiz "Kamu apaan sih Iz, aku nggak marah kok lagian kan cuman ngejenguk temen aja"
"Aku mencintaimu Mel, sangat" Faiz kembali memeluk Amel
"Iz ini tempat umum, aku juga sesak tau di peluk sama kamu"
"Ya sudah, tapi kenapa muka kamu pucat begitu, kamu sudah makan kan"
"Sudah tadi, aku hanya ngantuk saja dan aku sudah mau pulang, kamu masih tinggal disini!!"
"Ya sudah aku anterin kamu pulang yah, dan kamu bisa tidur di mobil" Kemudian Amel mengangguk dan berjalan bergandengan dengan Faiz keluar rumah sakit
Kini mereka sudah berada dalam mobil, Faiz fokus menyetir
"Iz kamu nggak ada masalah kan???"
"Kok kamu nanya nya gitu sih yank" Ucap Faiz sambil melirik Amel
"Aku nggak tau Iz tapi perasaan ku tiba - tiba nggak enak aja"
Faiz menghentikan mobilnya kemudian menggenggam tangan Amel "Sayang, aku baik - baik saja, kamu itu mikir gitu karena kamu lagi capek aja sayang, sekarang kamu istirahat nanti kalau udah nyampe aku bangunin" kemudian Faiz mengecup singkat bibir Amel
"Aku hanya takut Iz, Aku mencintaimu"
"Aku juga Mel, sangat mencintaimu, sekarang tidurlah"
Amel kembali memejamkan matanya dan Faiz kembali melajukan mobilnya
__ADS_1
#Tbc