
Faiz tiba dirumahnya, wajahnya terlihat lesu dan luka lebam hasil bogeman Darren
"Assalamualaikum" Ucap Faiz yang masuk dalam rumah
Aneth dan Abraham sontak kaget melihat kondisi putranya "Astgfirullah Nak, Muka kamu kenapa!!"
"Biarkan anakmu duduk dulu Ma" Ucap Abraham tenang dan Faiz segera duduk di samping orangtuanya
"Sekarang ceritakan pada Mama dan Papa kenapa muka mu bisa bonyok begitu"
"Dipukul sama Abangnya Amel" Ucap Faiz lirih
"Kamu apain Amel Nak, tidak mungkin Abangnya mukul kamu kalau kamu nggak buat salah"
Flashback On
Anita menghubungi Faiz kalau dirinya butuh bantuan Faiz dan hanya Faiz yang bisa menolongnya, karena Faiz merasa bahwa Anita adalah sahabatnya jadi Faiz membantu Anita
Anita mengirim alamat pada Faiz lebih tepatnya alamat hotel alasannya karena Anita mengatakan kalau kebetulan dirinya habis bertemu dengan beberapa kliennya jadi lebih Faiz sekalian bertemu dengannya di sana
Faiz pun ke sana menemui Anita, tiba didepan Hotel Anita sudah menunggu Faiz di loby hotel setelah bertemu dengan kliennya
Kemudian Anita mengajak Faiz masuk ke kamar Hotel untuk berbicara mengenai beberapa dokumen yang ia tidak mengerti, Anita juga mengatakan kalau asistennya akan menyusul jadi Faiz mengikuti Anita
Sesampainya dikamar Faiz duduk di sofa tapi Anita tidak sengaja menumpahkan minuman ke kemeja Faiz karena tersandung
Akhirnya Faiz masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan bajunya, Anita mengatakan kalau Faiz bisa mengganti bajunya menggunakan baju kekasih Anita yang tertinggal, tapi Faiz lupa membawa masuk kekamar mandi baju milik kekasih Anita dan Faiz keluar kamar mandi tanpa memasang kancing kemejanya
Dan betapa terkejutnya Faiz ketika melihat Anita hanya menggunakan bra dan ****** *****, Faiz yang melihat itu langsung menegur Anita tapi Anita malah menarik Faiz ke sisi tempat tidur
Faiz geram dengan tingkah Anita yang mulai menggoda Faiz, akhirnya ia memutuskan untuk meninggalkan Anita tapi Anita dengan cepat menarik kembali Faiz dan Faiz tersandung sehingga ia jatuh dan menindih Anita di atas tempat tidur
Kemudian pintu terbuka dan Amel melihat Faiz diatas Anita, dan terjadi kesalahpahaman antara mereka, Amel yang melihat kejadian itu langsung menangis dan menampar Faiz
Faiz mencoba menjelaskan pada Amel tetapi Anita malah mengatakan kalau Faiz memiliki hubungan lebih dengannya dan Anita tengah mengandung anaknya
Amel saat itu juga pergi meninggalkan Faiz dan juga Anita kemudian Faiz mencoba mendatangi rumah Amel tapi keluarganya sudah mengetahui kejadian itu dan Abang Amel langsung memberi bogeman pada Faiz dan menyuruhnya meninggalkan rumah itu
Flashback Off
Faiz kemudian menundukkan kepalanya "Aku di jebak Pa, Ma dan Amel sudah tidak ingin mendengar penjelasan ku"
Aneth yang melihat putranya yang sedang kacau langsung menariknya kedalam pelukannya
__ADS_1
"Hanya ada satu solusi dari masalah ini Nak, yaitu menyuruh Anita mengakui kesalahannya" Jawab Abraham
"Tapi dia wanita licik Pa, tidak mungkin Anita mau mengakuinya begitu saja" Ucap Aneth sambil mengelus kepala anaknya
"Aku mencintai Amel Ma, Aku tidak ingin kehilangannya"
"Sabar Nak, untuk sekarang berikan waktu pada Amel dan kita harus mencari bukti kalau kamu itu dijebak" Ucap Abraham "Besok kita bicarakan lagi, ini sudah sangat malam sebaiknya kamu istirahat dan jangan lupa bersihkan lukamu dulu"
Faiz hanya mengangguk kemudian berdiri dan berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua, Faiz membersihkan tubuh nya terlebih dahulu kemudian berbaring ketempat tidurnya tubuhnya betul - betul sangat lelah perlahan Faiz terlelap
Sedangkan di kediaman Jhonson. Darren yang kini memutuskan untuk menginap di rumah Unclenya tengah duduk di taman belakang sambil mengobati luka gigitan Amel yang lumayan dalam.
Audry yang melihat Darren tampak kesusahan mengobati lukanya, akhirnya akhir menghampiri luka Darren dan duduk disamping Darren
"Sini biar aku bantu obatin Mas" Ucap Audry meminta kapas yang berada di tangan Darren
Darren pun memberikan kapas yang sudah diberi obat kepada Audry
Audry dengan telaten mengobati luka itu "Maafkan adikku karena telah melukaimu"
"Dia juga adikku" Ucap Darren sambil menatap Audry yang sedang mengobatinya "Aku akan menyuruh beberapa anak buahku untuk mencari tahu semuanya"
"Tidak perlu Mas, Daddy pasti sudah menyuruh David untuk mencari kebenaran atas kejadian ini" Kemudian Audry selesai mengobati Darren dan merapikan kotak obat
"Aku merindukanmu" Gumam Darren tapi masih didengar oleh Audry
Pagi harinya Amel sudah siap untuk kekantor, kebiasaan Amel ketika memiliki banyak masalah maka Amel akan lebih menghabiskan waktunya untuk bekerja.
Amel kemudian turun dan menuju ke meja makan, di sana jhonson dan yang lain termasuk Darren sudah berada dimeja makan lebih dulu.
Amel fokus memakan roti nya tanpa mengolesi selai, Fransiska yang melihat putrinya itu sedikit khawatir dengan keadaan Amel pasalnya Amel tidak biasa memakan roti ketika sarapan ia lebih memiliki memakan Nasi goreng
"Sayang kok makan roti biasanya kamu makan nasi goreng mana rotinya nggak dipakein selai"
"Lagi pengen Mom"
"Kamu yakin ingin kekantor hari ini" Ucap Jhonson
"Yakin" Jawab Ame singkat
"Tapikan kamu" belum selesai Jhonson berbicara Amel memotongnya
"Aku tidak ingin membahas apapun Dad" Amel berdiri "Aku duluan" Kemudian Amel meninggalkan mereka
__ADS_1
"Biarkan Uncle, Amel akan lebih gila bekerja dibandingkan meratapi kesedihannya didalam kamar sepanjang hari" Ucap Darren
"Aku hanya takut Amel kembali dingin seperti awal ia kembali kerumah ini" Ucap Fransiska
"Aunty jangan khawatir, Anak itu pandai memposisikan dirinya, ia akan tampak sangat dingin didepan orang ia sangat benci"
"Aku tidak pernah melihatnya seperti ini"
"Masa lalunya lah yang membuat Amel seperti ini" Ucap Darren
"Untuk sekarang biarkan saja ia seperti itu, sembari kita mencari kebenaran antara Faiz dan wanita itu"
"Aku harap secepatnya masalah ini selesai Dad" Ucap Fransiska
Ditempat lain Faiz baru terbangun ketika mamanya menyibak tirai kamarnya Faiz menegakkan tubuhnya dan bersandar
"Kamu nggak kekantor Iz"
"Sekarang pukul berapa Ma"
"Pukul 08.00 sayang"
"Aku udah izin sama papa untuk nggak masuk kantor hari ini dan pekerjaan ku sudah aku serahkan pada sekretarisku"
"Sayang apa itu masih sakit" Aneth menunjuk luka lebam anaknya
Faiz menggeleng "Masih sakit ketika Amel meninggalkan ku Ma"
"Sabar sayang, sekarang kamu mandi dulu, Mama sudah siapin sarapan buat kamu"
"Nggak Ma Faiz nggak lapar"
"Sayang kamu belum makan dari semalam kalau kamu sakit bagaimana caranya kamu bisa mencari bukti kalau kamu itu dijebak"
Faiz kemudian berfikir dengan perkataan Mamanya "Mama turun lah lebih dulu nanti aku menyusul" Kemudian Faiz masuk kedalam kamar mandi
.
.
.
.
__ADS_1
.
#Tbc