Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 212


__ADS_3

Salsa mengernyit heran mendapati mama Mertuanya duduk di teras saat ia baru saja pulang dari makam Azka.


"Mami, kok nggak masuk?" tanya Salsa mencium punggung tangan Tari.


"Kamu dari mana sayang? Mama dari sekolah mau jemput kamu, tapi katanya udah pulang duluan." Tari balik bertanya.


"Oh, Salsa habis ketemu ama Azka," jawab Salsa. "Bawain ini sekalian ngasih tahu kalau aku hamil," lirih Salsa di akhir kalimat, memperlihatkan piala ditangannya.


"Ayo Mi, masuk dulu!' ajak Salsa membuka pintu rumahnya. "Mami mau minum apa?" tanyanya dan di jawab gelengan oleh Tari.


"Mami kesini mau jemput kamu nak. Kita nginap di rumah yuk! Papi lagi nggak ada Mami sendirian," ucap Tari mengutarakan tujuannya. Sebenarnya bukan ini yang membuat Tari ingin Salsa menginap di rumahnya.


Tapi ia takut menantunya butuh sesuatu dan tidak ada orang di rumah, terlebih sedang mengandung.


"Kalau gitu Mami tunggu sini, Salsa ganti baju dulu." Salsa segera ke kamarnya untuk menganti seragam sekolah dengan baju santai tapi layak pergi.


Setelah siap ia kembali menemui mama mertuanya di lantai bawah. Keduanya pergi naik mobil dengan Tari yang menyetir.


"Mau makan apa? Kita makan sebelum pulang," ucap Tari tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalan. Kendaraan di sore hari lumayan padat, mungkin karena para pekerja mulai pulang dari aktivitas masing-masing.

__ADS_1


"Apa aja Mi, yang penting sehat dan bergizi buat anak aku," jawab Salsa.


Gadis itu sangat menyayangi anak dalam kandungannya. Berusaha tetap bahagia demi buah hatinya dengan Azka. Sekarang hanya malaikat itu yang akan menemaninya mengantikan sosok Azka.


Tari mengangguk mengerti. "Kamu nggak ada keluhan sejak hamil nak? Mual atau semacamnya?"


"Nggak Mi, kondisi aku kayak nggak hamil, semuanya kayak biasa. Mungkin dia." Mengelus perutnya yang masih rata. "Tahu kalau Mamanya sendiri," lirih Salsa di akhir kalimat.


"Siapa bilang kamu sendiri? Terus Mami apa sayang?"


"Hehehe, iya ya," cengir Salsa.


Sejal kehadiran janin di rahim gadis itu. Salsa hampir tidak pernah bersedih, enah kalau sendiri Tari tidak tahu itu.


Mereka sampai di rumah malam harinya, dan Salsa meminta izin langsung istirahat karena sedikit lelah.


"Tidur di bawah aja sayang, biar kalau perlu sesuatu nggak naik turun tangga!" saran Tari.


"Nggak papa Mi, aku mau tidur di kamar Azka," jawab Salsa.

__ADS_1


Tari mengambil dua botol air mineral di dapur kemudian memberikan pada manantunya. "Biar nggak naik turun tangga pas haus."


"Makasih Mi."


Salsa berjalan menuju kamar suaminya. Membuka pintu, dan aroma khas Azka menguar di indera penciumannya.


"Azka aku rindu sama kamu," gumam Salsa dengan mata berkaca-kaca.


Usai membersihkan diri, Salsa merangkak naik ke tampat tidur, mengambil foto pernikahan mereka di atas nakas. Ya foto pernikahan keduanya ada tiga dan di letakkan di Rumahnya, Rumah mertuanya juga rumah mamanya.


Baru saja merebahkan diri, ia mengingat sesuatu. "Eh belum minum obat ternyata Ka."


Salsa beranjak dan mengambil obatnya di dalam tas. Vitamin ibu hamil, juga obat dari dokter sebagai pemulihan yang aman bagi ibu yang sedang mengandung.


"Selama tidur suamiku," ucap Salsa mengecup foto berlapis kaca itu, kemudian memeluknya sangat erat.


Pengganti? Sulit untuk melupakan dan mengantikan sosok Azka di hidup Salsa, terlebih ia mengandung anak orang yang sangat ia cintai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2