Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Masak Bersama


__ADS_3

Keesokan harinya kini Amel sudah berada di kantor dan berkutat dengan berkas - berkasnya. Pintu ruangannya terbuka menampakkan sosok pria tinggi, sambil tersenyum dengan lesung pipi disebalah kanannya tersenyum kearah Amel


Amel menyadari ada seseorang masuk keruangannya kemudian Amel melihat sosok kekasihnya yang beberapa hari ini hanya menghubunginya lewat telepon


Kemudian Amel berlari ke arah kekasihnya yang sangat iya rindukan beberapa hari ini, Amel langsung memeluk Faiz


"Kenapa nggak bilang kalau kamu udah pulang, kan aku bisa jemput" Ucap Amel


Kemudian Faiz membalas pelukannya tak kalah erat dari Amel "Namanya juga surprise sayang" kemudian Faiz mencium pucuk kepala Amel "Aku merindukan aroma ini"


"Aku juga rindu aroma parfummu"


Faiz melepaskan pelukannya dan menatap wajah Amel "Udah pandai yahh kamu sekarang, siapa yang ngajarin.. Hmmm!!!"


"Yah kamu lahh" kemudian mereka tertawa bersama


Cup


Muka Amel kini memerah malu karena Faiz mencium bibirnya "Ihh kamu yahh ini kan kantor"


"Ya udah pindah di kamar aja" Ucap Faiz senonoh


kemudian Amel memukul dada Faiz "Faiz kenapa sih kamu mesum banget, jangan - jangan kamu disana main cewe lagi"


"Sayang ingat yahh dan catat baik - baik di otak cantikmu itu, aku ini begini cuman dengan kamu, dan aku ini hanya milik perempuan yang ada di depanku yang dengan mudahnya mengambil hatiku yang mampu buat aku seperti orang gila"


"Gombal" Kini Amel kembali merona dengan ucapan Faizz


"Sebulan lagi aku dan orang tuaku akan menemui orang tuamu untuk melamarmu mu"


"Kalau aku menolak lamaran mu bagaimana"


"Yahh aku akan menghamili mu agar kau tidak bisa menolakku lagi"


"Kamu yah kalau ngomong nggak pake saringan"


Kini Faiz terkekeh dan kembali memeluk Amel "Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu"


"Jadi kamu takut kehilanganku"


"Memangnya kamu tidak takut kehilanganku dan tidak takut kalau aku berpaling dengan wanita lain"


"Yahh takutlah, awas saja kalau kamu dengan wanita lain aku pastikan itumu aku potong"


Faiz menaikkan alisnya pura - pura tidak mengerti "itu apa sayang"


"Yahh itu kamu masa kamu nggak ngerti sih"


"Hahaha.. tenang saja sayang tidak ada yang boleh memiliki dan memasukkannya kecuali istriku kelak yaitu kamu"


Amel semakin mengubur wajahnya didada bidang Faiz "I Love You"


Faiz membalas Amel "I Love You More Sayang" lalu mereka melepaskan pelukannya "Sayang, aku lapar"


"Ya udah yuk lagian kerjaanku sudah tidak ada lagi"


"Tapi aku mau kamu yang masak"


"Disini nggak ada dapur Iz"


"Di Apartemen aku, kita beli bahannya dulu di minimarket"


"Dirumah Mama aja Iz, aku juga rindu dengan mama"


"Tidak sayang aku ingin makan berdua dengan mu saja kalau dirumah pasti mama ngerecokin kita"

__ADS_1


"Yaa sudah tapi jangan macem - macem yah"


"Mana berani, bisa - bisa aku dibunuh oleh Uncle Jhonson dan Di coret dari keluarga Ambraham"


"Hahaha.. ya sudah aku ambil tas dulu"


Kemudian mereka berjalan menuju lift yang khusus untuk petinggi perusahaan, banyak mata memandang mereka.


Ruangan Audry


Kini Audry menatap keluar jendela memikirkan sesuatu yang selama ini iya pendam sendirian. Hatinya kini kembali bergemuruh mengingat kisahnya dengan seorang pria yang sampai sekarang mengisi hatinya tapi iya berusaha untuk melupakan dan mengubur dalam - dalam perasaannya itu


Audry takut jika bertemu dengan pria itu, takut akan hatinya kembali goyah, Audry kini menitikkan air matanya


Jhonson yang sedari tadi masuk di ruangan Audry memperhatikan Audry yang terus melamun dan Akhirnya Jhonson memegang pundak anaknya


"Kamu kenapa sayang" Ucap Jhonson


Audry menyeka air matanya dan berbalik ke arah Daddynya "Aku tidak apa - apa Daddy" Audry mengeluarkan senyum manis nya "Ada apa Daddy ke ruanganku"


"Duduk dulu" Jhonson menarik putrinya untuk duduk di sofa


"Sekarang katakan apa yang kamu pikirkan"


"Aku hanya memikirkan adik nakalku" Ucap Audry berbohong


"Kau yakin tidak ada yang kamu sembunyikan dari Daddy sayang"


Audry menggeleng "Tidak ada Dad hanya itu"


"Kenapa lagi dengan Adikmu itu, apa dia menyusahkan mu dikantor ini??"


"Tidak Dad, kinerja nya sangat bagus, aku cuman memikirkan bagaimana dia memaafkan ku"


"Iya Dad, dan Ohh iya bagaimana perkembangan Cyntia Dad"


"Cyntia masih mengejar adikmu tapi untuk sekarang mereka belum bisa menyakiti adikmu karena Daddy sudah membayar beberapa pengawal untuk mengawasi adikmu dari jauh"


"Apa perlu Audry yang turun tangan Dad"


"Jangan sayang biarkan Dave dan anak buahnya saja yang mengurusnya dan Faiz juga sudah mengetahui kebusukan Cyntia jadi mungkin Faiz tidak akan membiarkan kekasihnya di sakiti"


"Apa Daddy tau hubungan Faiz dan Amel"


Jhonson tersenyum "Daddy sudah mengetahui semuanya, dan orang tua Faiz diam - diam sudah meminang Amel untuk Faiz, tapi Faiz dan Amel tidak mengetahui itu karena orang tua Faiz bilang kalah Faiz ingin menemui Daddy terlebih dahulu"


"Aku harap Faiz bisa menjaga adikku Dad"


"Kau tenang saja sayang semuanya akan baik - baik saja" Jhonson menenangkan anaknya dan kemudian berdiri "Daddy ada meeting hari ini, kalau urusan kantor sudah selesai segeralah pulang jangan pergi kemana mana"


"Iya Dad" Kemudian Jhonson mencium pucuk kepala putirnya dan meninggalkan ruangan Audry


Supermarket


Kini Faiz dan Amel tengah berbelanja untuk keperluan memasaknya,


"Iz kamu mau makan apa!!" Ucap Amel


"Makan kamu boleh"


Amel memukul lengan Faiz "Ihh aku serius nanya"


Faiz tertawa "Terserah apapaun yang kamu buat aku akan makan"


"Yakin.!!!"

__ADS_1


"Yakin sayang, cepettan belanjanya aku sudah lapar"


"Iya sabar Iz"


Ternyata selama Amel dan Faiz berbelanja ada sosok wanita yang mengikutinya dengan wajah penuh amarah


"Awas saja kau Amel kau telah merusak rencana ku selama ini dan aku akan pastikan kau akan menderita" Ucap wanita itu


Kemudian wanita itu pergi meninggalkan tempat itu sambil memakai kacamatanya dan melangkah keluar dari supermarket


"Sayang ini udah nggak ada lagi yang ketinggalan kan" Ucap Faiz


"Iya Iz, itu aja"


"Oke, aku bayar yahh sayang" Amel menggangguk dan ikut Faiz kekasir untuk membayar semua belanjaan nya


Setelah mereka membayar belanjaannya kini Faiz bergegas berjalan menuju mobil dan segera keapartemen bersama Amel


Hanya sekitar 15 menit mereka sudah sampai di Apartemen Faiz, dan kini mereka sudah dalam apartemen kemudian Amel mulai mengeluarkan semua belanjaannya


"Sayang aku bantu yah"


"Emang bisa!!!" Jawab Amel


"Nggak bisa sih tapikan kamu bisa ajarin aku"


"Yahh sudah kamu cuci tuh sayuran" Amel menunjuk beberapa sayuran


"Ini mah gampang sayang kalau masalah nyuci sayuran doang"


"Kalau motong ayam bisa!??"


"Contohin dulu yah sayang takutnya aku potongnya salah - salah"


"Iya, makasih yahh udah mau bantu Iz"


"Jangan bilang makasih aja, tapi cium juga dong" Ucap Faiz sambil mendekatkan pipinya


"Kamu liat aku pegang pisau kan, jangan sampai pisau ini melayang kemuka kamu loh Iz"


"Sadis amat sih Yank, kalau aku jelek gimana nanti kamu udah nggak mau lagi sama aku terus cari pria yang lebih tampan"


Kemudian Amel meletakkan pisaunya dan membalikkan tubuhnya kesamping menatap Faiz "Walaupun wajah kekasihku ini jelek dan buruk rupa tapi aku sangat mencintainya dan lebih bagus lagi kamu jelek biar nggak ada lagi wanita yang lirik - lirik kamu, jadi kamu tuh seutuhnya milikku"


"Ahhh kenapa semakin hari rasa cintaku semakin besar sih kekamu sayang"


"Karena aku cantik" Ucap Amel memuji dirinya "Sudah ahh lanjut lagi masaknya, kalau gini terus bisa -bisa ampe sore masakannya nggak jadi"


"Iya sayang, aku mencintaimu",


"Hmm"


Kemudian mereka melanjutkan acara masak - masaknya disertai dengan sedikit candaan.


.


.


.


.


.


#Tbc

__ADS_1


__ADS_2