
Harusnya sih lo, tapi hari itu lo bersikap dingin sama gue Ka, sampai minta nganter aja gue takut ngomong dan ngerepotin lo.
Harusnya sih lo, tapi hari itu lo bersikap dingin sama gue Ka, sampai minta nganter aja gue takut ngomong dan ngerepotin lo.
Harusnya sih lo, tapi hari itu lo bersikap dingin sama gue Ka, sampai minta nganter aja gue takut ngomong dan ngerepotin lo.
Kalimat terakhir Salsa terus berputar di telinga Azka, membuatnya uring-uringan sediri. Ia Menatap kue cantik buatan Salsa yang kini tak berbentuk di atas lantai.
Tatapan Azka tertuju pada kotak hitam lumayan besar, ia membukanya dan mendapati sepasang sepatu Coven*verse Run star warna putih. Ia membaca surat yang terdapat di kotak itu
For Azka
Gue nggak tau sepatu kesukaan lo apa aja Ka, tapi gue sering liat lo pakai sepatu dengan merek ini, jadi gue beli ini aja, semoga lo suka.
Gue juga minta maaf atas kekacauan yang gue buat Ka. Jangan karena gue persahabatan kalian hancur ya! Keen nggak salah apapun jadi jangan keluarin dia dari Avegas, plis.
__ADS_1
Gue yang minta di peluk saat di laut bukan Keenan yang meluk gue. Gue rindu sosok dia saat jadi Iyan, tapi percaya Ka, gue cuma suka sama lo.
Sebenarnya hari itu gue mau ngajak lo buat ketemu ayah, pengen ngenalin lo sama ayah, tapi sikap lo dingin gitu, jadi takut ganggu. Next time kalau gue masih punya waktu kita ketemu ayah.
Jangan marah lagi ya sama gue. Gue nggak tau mau bersandar di mana lagi selain lo. Gue sakit Ka, gue butuh semangat dari lo, atau gue pergi aja biar lo nggak kesal liat gue?
Hahahahaha ... gue bercanda.
Selamat ulang tahun kesayangan Salsa, semoga jadi anak yang baik dan di sayang semua orang, tetap kuat menjalani hari.
Tangan Azka bergetar membaca surat dari Salsa, dadanya bergemuruh barbagai perasaan kian mencul di permukaan hatinya. Rasa marah, sedih, kekecewaan, penyesalan dan rindu. Semua campur aduk hingga ia bingun untuk menyimpulkan bagaimana perasaanya.
Ditatapnya kue yang mulai di kerumuni semut, ia berjalan mendekat kemudian mengambil kue itu lalu meletakkanya di atas meja. Memandanginya sangat lama dengan perasaan berkecamuk. Bayangan Salsa saat menangis terus berputar dipikirannya, juga siksaan yang ia berikan sampai lupa kalau pacarnya sedang sakit.
Tubuh Azka limbung, terduduk di kursi makan. Bahkan ia tidak punya keberanian untuk menghubungi Salsa untuk saat ini. Di ambilnya benda bernikotin kemudian membakar ujungnya, menyesap sangat dalam lalu menghembuskan secara perlahan. Hanya benda bernikotin itu yang bisa menenangkannya untuk saat ini, ia memejamkan mata menikmati sensasi yang berbeda setelah menyesap benda itu berkali-kali.
__ADS_1
Tak terasa sudut matanya basah. "Ah sialan, siapa yang menumpahkan air disini," gumam Azka tak terima kenyataan bahwa ia sedang menangis.
"Penyesalan sangat nikmat bukan?"
Azka membuka mata dan mendapati Samuel duduk di meja pantri sembari bersedekap dada.
"Diam lo kutub utara!" tegur Azka.
Azka menghelas napas panjang saat mendapati bukan cuma Samuel yang datang, tetapi anggota inti yang lain mines Keenan juga ada.
"Kayaknya cicak buang air kecil deh, makanya sudut mata lo basah gitu," ledek Rayhan.
"Sialan lo!"
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘