Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 127


__ADS_3

Azka tersenyum sangat manis saat gadis cantik bagai bidadari berlari ke arahnya kemudian langsung memeluknya. Perasaan Azka langsung menghangat melihat Salsa baik-baik saja ia membalas pelukan itu tak kalah erat.


"Kenapa nangis, hm? Kamu lupa kalau aku nggak suka liat kamu nangis seperti ini?" Azka mengusap air mata dipipi Salsa.


"Kamu mau ke mana Ka? Aku nggak mau ditinggal gitu aja. Kamu belum jelasin kenapa bohong sama aku. Kamu belum minta maaf karena ingkar janji dan sekarang kamu mau pergi tanpa penjelasan," tangis Salsa pecah dipelukan Azka.


"Tugasku untuk menjagamu sudah selesai sayang, bahagia selalu walau tanpa aku. Aku yakin kamu gadis yang kuat."


"Nggak Azka, aku nggak bakal bahagia tanpa kehadiran kamu. Ayo kita pulang, jangan berdiri di sini seorang diri. Bagaimana jika ada orang jahat yang membawamu pergi."


Azka tersenyum saat Salsa menarik tangannya menjauhi pohon tempatnya berteduh. Ia ada di bawah pohon rindang dengan kabut putih menyelimuti. Cahaya putih yang sangat terang membuat mata Azka begitu silau apalagi untuk menatap wajah Salsa yang samar-samar.


Azka melepaskan genggaman tangan Salsa setelah berjalan menjauh. "Jangan nangis cantiknya Azka! Ikhlasin aku pergi ya!" Azka melambaikan tangannya berjalan semakin jauh dari Salsa yang terus memohon agar tidak ditinggal olehnya.


"Jangan pergi Azka! Aku mohon. Kalau kamu pergi tanpa berpamitan sama aku, maka aku akan membencimu seumur hidup camkan itu! Kalau kamu beneran pergi maka sekarang juga Aku akan menyusulmu!"

__ADS_1


Tubuh yang hampir menghilang di antara kabut putih kembali utuh, berbalik menatap gadis yang tengah bersimpung di rumput hijau yang sangat indah. Azka tidak tahu dimana ia berada tapi sungguh tempatnya sangat indah.


"Kemarilah Azka! Peluk aku dan jangan tinggalkan aku." Salsa merentangkan tangannya.


Azka bergeming tidak ada niatan untuk menghampiri salsa, suara aneh tanpa ada wujud mulai memanggil namanya. Tubuh Azka ingin ikut dengan suara itu, tapi hatinya terasa berat untuk berpaling pada Salsa yang terus menangis menyuruhnya kembali.


"Pulang bodoh! lo mau ke mana Azka sialan!" suara lain mulai terdengar di telinga Azka, perlahan-lahan laki-laki berbaju putih mulai menampakan diri.


Azka tersenyum melihat Rayhan berdiri dibelakang Salsa.


"Pergilah dengan begitu gue bisa bersama Salsa. Gue nyesel nyerahin dia sama orang nggak bertanggung jawab kayak lo!" Kini suara Keenan juga terdengar.


Satu-persatu orang yang Azka kenal dan sayangi muncul berdiri tak jauh darinya. Orang terakhir yang dia lihat adalah sahabat kecilnya dahulu.


"Pulang Azka sialan! Siapa yang bakal jagain gue kalo lo pergi!" teriak Alana. Semakin gadis itu maju, maka semakin mundur pula langkah Azka.

__ADS_1


"Kamu mau menyusulku tanpa menyelesaikan tugas mu terlebih dahulu? Tanpa mau menepati janjimu pada anakku?" Azka menoleh ke sumber suara dan mendapati sosok laki-laki gagah yang membuatnya berada dalam penyesalan sangat dalam selama 2 tahun lamanya. Dia adalah pak Arion Ayah dari Salsa.


"Pulanglah! Beri aku keadilan agar bisa tidur dengan tenang, orang yang membunuh ku masih berkeliaran. Kau tidak ingin membalaskan dendamku kepadanya?"


"Kakak kemarilah temani aku, aku kedinginan sendiri disini." Panggil gadis kecil yang sangat menggemaskan.


Azka berjalan menghampiri gadis kecil itu. "Kakak, masih ingat aku 'kan? Aku Adikmu yang pergi sebelum kau sempat melihatku. Maafkan aku karena kepergianku membuatmu tersiksa."


"Kakak mau ikut denganku? Aku punya rumah yang cantik di sana," tunjuk anak kecil pada sebuah istana dengan kabut putih begitu tebal.


"Azka kembalilah atau Aku akan menyusulmu!" teriakan Salsa kembali terdengar saat Azka memutuskan untuk ikut dengan anak kecil yang mengaku sebagai adiknya.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘

__ADS_1


__ADS_2