Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Kedatangan Mama Aneth


__ADS_3

"Sayang pelan - pelan makannya" Ucap Fransiska


"Udah telat Mom, pagi ini Amel ada Meeting gantiin Daddy ama Kak Audry" Jawab Amel sambil memakan nasi goreng nya dengan terburu - buru


"Sekarang anak Mommy udah bisa tanggung jawab"


"Terpaksa Mom, lagian juga Daddy ngapain keluar negeri kan ada Uncle David, udah tau Kak Audry belum bisa ngantor, Amel kan masih belajar Mom"


"Katanya nggak bisa di wakilin sayang, lagian ini juga jadi pembelajaran kamu"


"Yahh sudah Mom, Amel udah selesai" Amel kemudian berdiri dan mencium punggung tangan Mommy nya dan mencium pipi Mommynya "Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, hati - hati sayang jangan ngebut"


***


Amel baru saja selesai meeting kemudian ia kembali ke ruangan nya untuk beristirahat "Ya Ampun ternyata capek juga ngurus perusahaan tanpa Daddy dan Kak Audry"


Tiba - tiba ada yang menegetuk pintu dari luar


Tok Tok


"Masuk" Ucap Amel


Ceklek


"Assalamualaikum Nak"


Amel tampak terkejut melihat seseorang masuk keruangannya kemudian ia berdiri menuju orang tersebut


"Waalaikumsalam Ma.. Ehh Aunty" Ucap Amel sembaru mencium punggung tangan orang tersebut


"Jadi sekarang kamu udah nggak mau panggil Mama lagi, kasihan sekali aku"


"Bukan begitu Aunty Aneth, tapi Amel.."


Amel belum selesai menjawab tapi sudah di potong oleh Aneth "Tetap panggil Mama aja Mel, kamu aku udah anggap sebagai anakku sendiri"


"Ya udah Ma" Amel kemudian tersenyum "Duduk dulu Ma"


Kemudian mereka duduk bersama di sofa yang ada diruangan Amel


"Ada apa Mama kesini" Ucap Amel


"Jadi Mama nggak boleh nih main kesini karena udah nggak ada hubungan lagi sama Faiz"


"Bukan begitu Ma, Amel seneng kok kalau Mama main kesini, Mama tuh udah Amel anggep Mama Amel sendiri"


"Kalau kamu anggap Mama sebagai Mama sendiri terus kenapa Amel nggak mau nikah sama anak Mama"


Amel menghela nafas kemudian tersenyum "Kan nggak selamanya harus sampai nikah Ma"


"Mama mau tanya sama Amel"


"Tanya apa Ma"

__ADS_1


"Amel udah nggak cinta lagi ama Faiz???"


Amel menunduk mencoba menahan air matanya "Ma Amel"


"Sayang Mama cuman mau bilang sama kamu nak kalau memang kamu saling mencintai apapun masalah kalian mungkin kalian bisa bicarakan ini baik - baik, karena setiap masalah pasti ada solusinya. Sekarang Mama mau tanya sama kamu, apa kamu masih mencintai Faiz???, Mama mau kamu jujur Mel"


Amel mengangguk pelan sambil terisak "Amel nggak sanggup Ma"


Aneth memeluk Amel "Terus apa masalahnya Mel, bukan kah semua bukti itu Faiz sudah berikan kepadamu"


"Amel udah tau Ma hiks..hiks.. tapi Amel nggak bisa bicara sama Mama alasan Amel ninggalin Faiz"


Aneth melepaskan pelukannya kemudian menghapus airmata Amel "Sayang kamu tau sekarang Faiz seperti tidak bersemangat, hidupnya kacau tanpamu dan baru kali ini Mama liat Faiz sehancur ini, Faiz juga tidak terurus"


"Ma, maafin Amel bukan maksud Amel buat Faiz seperti ini"


"Sayang, Mama mau kamu ketemu sama Faiz, bicarakan dengan Faiz masalahmu, Mama mau kamu berbagi dengan Faiz apapun itu"


"Tapi Ma"


"Mama nggak terima alasan apapun itu bentuknya"


"Iya Ma, Maafin Amel udah nyusahin kalian semua"


"Mama suka di susahin apalagi sama calon mantu Mama"


Amel kembali tersenyum "Sekarang Faiz dimana ma!!"


"Di Apartemen, selama kejadian itu Faiz hanya ingin menyendiri bahkan semua pekerjaan kantornya nggak ada yang beres"


Aneth mengecup kening Amel "Mama menyayangi mu sama seperti Faiz" kemudian memeluknya "Kalau begitu Mama pulang dulu yahh sayang, takutnya Papa mencari Mama"


"Iya Ma, Hati - hati" Kemudian Amel mencium punggung tangan Aneth


Kemudian Amel menghampiri Wina "Mbak Jadwal aku setelah ini apa??"


Wina kemudian berdiri "Jadwal meeting udah nggak ada Non"


"Ya sudah Mbak, Aku mau istirahat di ruangan dan tidak ingin di ganggu jadi tolong Mbak Wina tangani semuanya yah"


"Baik Non"


"Terima kasih yah Mbak Wina"


"Sama - sama Non"


Di restoran Nabila sudah menunggu Hani, Nabila merasa curiga dengan Amel dan Hani seakan ada yang mereka tutupi


Hani kemudian menghampiri Nabila yang sedari tadi menunggunya


"Maaf Kak tadi ada klien di Butik"


"Nggak apa - apa Han"


"Ada apa Kak Nabila ngajakin aku ketemu"

__ADS_1


"Sebaiknya kita pesan makan dulu"


Setelah memesan makan, Nabila kini memulai pembicaraan


"Hani, Kakak mau kamu jujur sama kakak"


Hani mengerutkan keningnya "Jujur apa kak"


"Apa yang kalian rahasiakan dari kami"


Hani mulai gugup "Nnnggaa ada kok kak"


"Han jangan bohong, atau mau kamu Kakak aduin sama Daddy kalau kamu itu suka bolos kuliah"


"Jangan Kak, baik Hani ceritain"


#Flashback On


Amel dan Hani sedang makan siang di sebuah restoran jepang tapi tiba - tiba Cyntia menghampiri Amel dan Hani


Disana Cyntia menampar Amel, Cyntia juga mengakui kalau dia yang telah merencanakan penabrakan itu kemudian Cyntia juga mengatakan kalau Amel pembawa sial siapapun yang dekat dengannya pasti celaka kemudian Cyntia mengingatkan kecelakaan Bram


Amel tidak melawan karena dia sudah gemetaran karena mengingat kejadian Bram, Cynia juga mengatakan kalau sampai Amel masih saja berhubungan dengan Faiz dia tidak akan segan - segan menghabisi Audry dan keluarga lainnya


Dan Cyntia juga mengatakan kalau Amel yang membuat dirinya dan keluarganya di ambang kebangkrutan


Cyntia semakin memojokan Amel bahkan Cyntia memberikan peringatan kembali kalau sampai masih mendekati Faiz maka nyawa Faiz juga akan menjadi sasarannya


Setelah Cyntia pergi dari hadapan mereka. Amel semakin menangis, Amel mengatakan kalau semua yang dikatakan Cyntia itu benar.


Amel ingin melindungi keluarganya dan juga Faiz kemudian memutuskan bahwa jika Amel menjauhi Faiz maka keluarganya akan aman dari Cyntia.


Amel juga mengatakan pada Hani kalau Amel tidak ingin menyakiti Anita yang selama ini sangat mencintai Faiz bahkan rela berbuat nekat menjebak Faiz


Mungkin jika Amel mengikhlaskan semuanya, keadaan akan baik- baik saja tanpa ada gangguan dari Anita maupun Cyntia karena jujur Amel sangat lelah dengan semua masalah yang ada dihidupnya makanya ia lebih baik memendam perasaannya sendiri dibanding harus melihat orang yang ia sayangi menderita karena nya"


#Flashback Off


"Jadi begitu ceritanya Kak" Ucap Hani


Nabila menghela nafas kasar "Kenapa anak itu suka sekali menyembunyikan semuanya"


"Karena Amel tidak mau menyusahkan kalian, dan maafin Hani yah kak ikut menyembunyikan semuanya"


"Nggak apa - apa Han"


"Hani juga sebenarnya udah bilang sama Amel kalau sebaiknya beri tahu Uncle Jhonson biar Uncle bisa beri pelajaran tuh sama Wanita ular itu, tapi Amel kekeh nggak mau sampai ada yang tau"


"Tapi lama kelamaan Daddy ku pasti akan tau"


"Entahlah kak, biarlah untuk sekarang hanya kita aja yang tau, mungkin Amel akan cerita kalau waktunya udah tepat"


"Ya sudah Han, setidaknya kakak udah tau semuanya"


#Tbc

__ADS_1


__ADS_2