Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 117


__ADS_3

"Gila sih baru tau gue angkatan pak Alvi punya banyak sejarah di sekolah, mana pada berbakat pula," puji Ricky tiba-tiba setelah melihat gosip di grup sekolah.


"Gue juga bakal buat sejarah sebelum lulus, dan itu nggak bakal di lupain oleh siapapun," ucap Azka.


"Emang lo mau buat apa?" tanya Keenan.


"Kita liat aja nanti."


Kehebohan kembali terjadi di ruangan itu, dan pemeran utamanya adalah Rayhan dan Ricky, berceloteh banyak hal hingga membuat orang yang mendengarkan terpingkal-pingkal.


Hari menjelang sore, mereka akhirnya pamit pulang atas perintah pak Ketua yang menginginkan pacarnya segera istirahat.


"Kalian udah mau pulang?" tanya mama Reni sembari menerima uluran tangan inti Avegas.


"Iya tante, padahal kita masih mau tinggal sampai makan malam, tapi si Azka udah ngusir," curhat Rayhan langsung mendapat geprekan di kepala.


Orang paling terakhir pergi adalah Azka, laki-laki itu sengaja tinggal lebih lama hanya memandangi wajah sang pacar sebelum pergi. "Istirahat banyak!" titahnya. "Katanya besok mau masuk sekolah?"


"Iya, udah lama juga nggak masuk. Oh iya, itu Ara pindah sekolah ya?" tanya Salsa.

__ADS_1


"Hm."


"Udah natapnya Azka, nggak bosan apa natap mulu!" tegur Salsa.


"Nggak akan pernah. Besok jangan berangkat sebelum gue datang!" titah Azka sebelum pergi di jawab anggukan oleh Salsa.


"Temenin gue kerumah sakit besok!" pinta Azka tiba-tiba.


"Azka lo sakit? Jangan bilang habis ..."


"Nggak Sal, gue nggak mungkin ingkar janji," potong Azka.


Usai berbincang cukup lama dengan Salsa, akhirnya Azka pamit pulang dan menyusul teman-teman yang lainnya. Mereka kembali ke tujuan awal yaitu nongkrong di Cafe di sore hari.


"Kabar Rio dan Leo gimana?"


"Rio ya hidup seperti biasa, emang dia kenapa? Sakit juga nggak," jawab Dito.


"Takut aja gitu di incar geng Wiltar setelah berkhianat. Tapi besar juga cinta Rio ke Salsa sampai rela berkhianat!" puji Ricky.

__ADS_1


"Rio bakal nyusul orang tuanya ke Amsterdam, mungkin berangkat sebelum Leo keluar dari rumah sakit", jawab Keenan yang belakang ini sedikit akrab dengan Rio setelah insiden penculikan Salsa.


"Njir, kan gue jadi keingat kondisi Leo. Kasian banget dia. Gila sih, pak ketua kalau marah nyeremin, sampai buat Leo patah tulang di mana-mana." Dito mengeleng tak percaya mengingat kondisi Leo.


"Patah tulang bagian hidung, pergelangan kaki, juga tangan," lanjut Ricky menandai cedera Leo.


Bukan hanya itu, Leo sempat mengalami masa kritis di ruangan ICU karena kehilangan banyak darah, juga pembuluh darah hampir pecah jika tidak segera di tangani. Pukulan Azka hari itu benar-benar mengundang malaika pencabut nyawa.


"Eh Ky, itu bukannya pacar lo ya?" tunjuk Dito pada seorang perempuan yang baru saja masuk dengan laki-laki. "Kok sama cowok lain?" Mulai memanas-menasi, akhirnya ia dapat membalas kelakuan Ricky di lapangan tadi.


"Iya di pacar gue," santai Ricki kembali memakan cemilan dia atas meja.


"Samperin gih biar kepergok selingkuh!" perintah Rayhan.


"Ya gimana ya, bukannya gue nggak cemburu. Tapi dia nggak selingkuh," jawab Rikcy.


"Lah?" heran inti Avegas yang lain mines Samuel yang lebih milih mengantar Ara pulang.


"Cowok itu pacarnya, gue yang selingkuhan," jawab Ricky sembari mengaruk tengkuknya, mendapat tetapan tak percaya teman-temannya.

__ADS_1


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak, dan terimakasih untuk dukungan kalian😘


__ADS_2