Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Memulai Kembali


__ADS_3

Amel kemudian dipindahkan di ruang perawatan, Faiz terus menggenggam istrinya, tidak lama Amel kemudian tersadar.


"Mas... anak kita?"


"Kamu udah bangun sayang?" Ucap Faiz kemudian duduk di sisi ranjang, Amel kemudian bangun, dan menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang


"Mas apakah anak kita baik -baik saja"


"Sayang kamu janan banyak gerak dulu, kamu baru siuman"


"Mas jawab aku, anak kita baik - baik saja"


Faiz berusaha untuk tidak menangis, berusaha memberi kekuatan pada istrinya.


"Mas jawab aku Mas, kenapa diam saja, Mas jawab"


"Maafkan Mas sayang karena telah gagal menjadi suami dan juga ayah untuk kalian"


Amel menatap Faiz "Maksud kamu apa Mas?"


"Maaf anak kita udah nggak ada sayang, Allah lebih sayang pada anak kita"


Air mata Amel tumpah 'Nggak mungkin Mas, anak kita masih ada kamu pasti berbohong padaku Mas?"


Faiz kemudian memeluk, tapi Amel terus berontak di dalam pelukan Faiz "Ini semua salahku sayang, aku yag gagal menjaga kalian, aku minta maaf atas semuanya dan kau boleh membenciku dan juga memukul ku tapi tolong jangan seperti ini"


Amel yang mendengar suara suaminya yang sambil terisak langsung melepaskan pelukannya, Amel kemudian menatap suaminya, suaminya menangis dan baru kali ini Amel melihat suaminya menangis seperti ini.


Amel menghapus air mata suaminya itu, ada rasa bersalah di hati Amel melihat suaminya itu


"Mas mau kah kamu memulai kembali dengan ku"


Faiz menatap istrinya dan menggenggam istrinya kemudia mencium tangan istrinya "Maafkan aku sayang"


"Mas jangan menyalahkan dirimu sendiri, mungkin memang Allah memberi kita ujian dengan mengambil calon anak kita"


"Tapi sayang..."


"Ayo kita mulai kembali Mas" Ucap Amel berusaha tersenyum


Faiz mengangguk kemudian mereka saling memeluk "Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk mu"


"Dan juga calon ayah yang baik untuk anak kita"Lanjut Amel


Setelah kejadian itu Amel dan Faiz akhirnya berusaha untuk menerima semua kejadian yang menimpa mereka.


Seminggu sudah sejak kejadian ersebut Amel akhirnya di izinkan pulang, dan Jhonson meminta Faiz untuk membawa pulang kerumah nya agar Fransiska bisa menjaga putrinya sampai betul - betu pulih, dan disini lah mereka sekarang di kediaman orang tua Amel


"Sayang Mommy Rindu" Ucap Fransiska menyambut putrinya

__ADS_1


"Mommy aku merindukan mu juga" Jawab Amel


"Nggak rindu sama kakak?" sambung Audry


Amel kemudian melepaskan pelukannya, dan beralih memeluk Audry "Aku sangat merindukan kakak"


"Kakak juga sangan merindukan adik kesayangan kakak"


"Sudah pelukannya, biarkan Amel ber istirahat dulu di kamarnya, Faiz tolong bawa istrimu masuk kekamarnya untuk istirahat, setelah itu kamu temui Daddy di ruang kerja, David dan juga Darren akan segera tiba"


"Baik Dad" Ucap Faiz sambil menggendong Amel


"Mas turunin, malu"


"Mereka mengerti kok sayang, ya kan Mom, Dad"


"Tap aku nggak ngerti tuh" Ucap Audry


"Makanya kawin kakak Ipar" Ucap Faiz mengejek  sambil berjalan masuk


Jhonson dan Fransiska hanya tertawa sedangkan Audry sudah memonyongkan bibirnya kesal akibat adik iparnya itu.s


Faiz dan Amel akhirnya sampai di kamar mereka, Faiz merebahkan Amel ke tempat tidur kemudian ia duduk di sisi ranjang disamping Amel


"Sayang kamu istirahat yah, aku temui Daddy dulu"


Faiz kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping Amel.


"Mas buka bajumu"


"Loh kok gitu sayang"


"Buka aja Mas, aku rindu"


"Tapi kita masih nggak boleh gituan dulu sayang, kan kamu habis keguguran aku masih harus puasa"


Amel memukul dada Faiz 'Dasar kamu Mas di otak kamu cuman gituan, aku cuman mau tidur di dada kamu Mas"


Faiz lupa semenjak mereka menikah Amel selalu saja tertidur sambil menenggelamkan wajahnya di dada Faiz yang penuh bulu itu, Perlahan membuka tiga kancin Faiz kemudian menenggelamkan wajahnya sambil mencium aroma tubuh suaminya itu.


"Tidurlah sayang, kamu pasti sangat lelah"


"Terima kasih Mas, sudah ada disamping aku"


"Aku akan selalu ada di sisi mu, I Love You My Wife"


"I Love You More"


Faiz terus memeluk istrinya sambil mengusap pucuk kepala istrinya, tidak lama Amel terlelap dalam dekapan suaminya.

__ADS_1


Setelah Faiz merasa istrinya sudah terlelap perlahan ia melepaskan pelukannya, kemudian memasang kancing baju yang Amel lepas tadi dan turun menemui mertuanya.


"Maaf Dad lama" ucap Faiz yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja mertuanya itu


"Ingat istri baru saja sembuh, nggak boleh di panjat dulu" Ucap Darren


"Apaan sih Bang, tadi Amel minta di temenin samopai tidur nggak lebih"


"Kirain" Jawab Darren kembali


"Sudah, sekarang ada yang ingin Daddy sampaikan pada kalian" Ucap Jhonson


"Apa itu Uncle?" Ucap Darren


"David tolong perlihatkan hasil CCTV Yang kamu dapatkan di rumah tuan Robert"


David kemudian membuka laptop dan memperlihatkan rekaman tersebut dan memperlihatkan seseorang yang sengaja mendorong Amel sampai jatuh ke tangga


"Cyntia" Ucap Faiz


"****** itu lagi" Ucap Darren dengan penuh emosi "sepertinya dia belum jera dengan hukuman yang kita berikan"


"Yah kamu benar nak, sepertinya dia masih begit marah apalagi kita telah menghancurkan perusahaan ayahnya" Ucap Jhonson


"Aku harus memberi pelajaran pada wanita ular itu" Ucap Faiz


"Kau tenang saja adik Ipar, sebaiknya kau jaga adik kesayangan ku itu, urusan ****** itu biar menjadi urusan ku" Ucap Darren


"Daddy akan mengarahkan anak buah Daddy untuk menangkap Cyntia" Ucap Jhonson


"Tidak usah Uncle ini menjadi urusan ku karena telah bermain - main dengan adikku itu"


"Tapi nak, apa sebaiknya kita langsung menjebloskan dia saja kepenjara" Ucap Jhonson karena ia tau kalau Darren akan menjadi sangat kejam jika menyangkut dengan keluarganya


"Ohh tidak begitu Uncle, aku harus bermain - main dengan jalan itu dulu bila perlu akan sendiri yang akan melenyapkan wanita itu"


"Terserah kau saja nak, aku serahkan semua padamu, dan kau David urus perngalihan perusahaan Keluarga Cyntia menjadi milikku"


"Siap Tuan"


"Dan kau adik ipar, aku ingin kau sembunyikan ini pada adikku ini"


"Cih, bilang saja kau takut pada istriku,"


"Aku bukan nya takut tapi adikku itu tidak mau kalau abangnya sampai kenapa - napa"


"Sama aja"


"Sudah ah, nggak usah debat sebaiknya kita keluar untuk makan siang, istriku pasti sudah masak enak untuk kita"

__ADS_1


__ADS_2