Cinta Dan Masa Lalu

Cinta Dan Masa Lalu
Part 73


__ADS_3

Memastikan Salsa terlelap dalam pelukannya, Azka mengeser posisi duduknya agar bisa menidurkan Salsa tanpa menganggu tidur gadis itu. Menutupi tubuh mungil Salsa dengan selimut tebal.


Azka sedikit membungkuk, menyingkirkan anak rambut Salsa yang menutupi wajah cantik itu. "Jangan ngira gue bakal ilfil kalau lo manja Sal, yang ada gue tambah sayang sama lo. Dengan lo manja sama gue, itu artinya lo butuh gue," gumam Azka.


Memastikan Salsa baik-baik saja di tinggal sendiri, Azka meninggalkan gadis itu. Melajukan motor besar merahnya menuju sekolah, walau jam pelajaran akan berakhir satu jam lagi. Untung saja semua tugas sudah ia kumpul lebih dulu pada pak Alvi sebelum bolos tadi pagi.


Sesampainya di sekolah, bukannya ke kelas, Azka malah singgah di kelas XII Ipa 1 menemui teman-teman yang lainnya. Namun, ia tak mendapati Dito di sana.


"Dari mana aja lo pak Ketu? Ngilang dan datang gitu aja kayak jaelangkung," cerocos Rayhan menyambut kedatangan Azka yang langsung duduk di samping Samuel.


"Dito mana?" tanya Azka menghiraukan ocehan Rayhan yang tidak penting.


"Lagi patah hati dia di tinggal nikah sama Alana," jawab Keenan.


"Udah dapat kabar semua, kan? Atau cuma gue?" tanya Azka.


"Udah, pulang sekolah kita langsung ke rumah om Kevin. Kayaknya ngajak Dito seru deh," ucap Rayhan.


"Gue setuju sama ide Rayhan, itung-itung ngelampiasin kekesalan mumpung om Kevin yang nyuruh," sahut Keenan.


Ya anggota Inti mendapat undangan khusus hari ini untuk berkunjung ke rumah Ayah Kevin untuk bertemu Alvi sebelum hari pernikahan tiba. Ayah Kevin ingin memperkenalkan calon menantunya pada ponakannya agar bisa saling membantu untuk menjaga Alana saat ia tidak ada di kota ini.


Tawaran yang sangat menguntungkan karena Anggota inti di bebaskan untuk mengetes ilmu bela diri pak guru kimia yang berhasil mengeser posisi Azka sebagai pentolan sekolah beberapa hari terakhir.


Pulang sekolah sesuai kesepakatan mereka berlima langsung ke rumah Ayah Kevin, dan Dito akan menyusul beberapa menit lagi setelah Keenan menelponnya. Dito bukanlah tipe pendendam itulah mengapa Samuel tak melarang Alana dekat dengan sahabatnya.


Sesampainya di rumah mewah dan sangat besar itu, mereka di sambut oleh seorang gadis cerita calon mempelai perempuan.

__ADS_1


"Abang!" girang Alana. "Pasti mau ketemu ayah sama pak Alvi ya?" tanyanya pada Keenan dan hanya di jawab anggukan.


Samuel? Laki-laki itu sama sekali tak menyapa Alana, ia tahu semua yang di sembunyikan sepupunya. Menikah tanpa cinta, menikah karena kesepakatan, menikah untuk menolak perjodohan.


Kalau saja bukan ayah Kevin yang setuju, mungkin Pak Alvi sudah masuk rumah sakit karena berani menawarkan pernikahan palsu pada sepupu kesayangannya. Beruang kutub itu berjanji akan menghabisi pak Alvi kalau saja berani menyakiti Alana.


"Bang El, jangan di sakitin apa lagi di pukul pak Alvinya!" bujuk Alana. "Kalau emang di suruh sama Ayah, dikit aja ya."


Samuel tak menyahut, berjalan ke ruangan di mana Ayah Kevin juga pak Alvi sedang menunggu mereka. Kedatangan Anggota Inti membuat Ayah Kevin tersenyum lebar, menepuk pundak Alvi dan memperkenalkannya. Usai perkenalan, ayah Kevin pamit undur diri karena masih banyak pekerjaan.


"Akhirnya pak Alvi nikah juga, bosan gue pak dengar pacar gue muji bapak mulu," gerutu Rayhan.


"Sama, untung cepat-cepat nikah," timpal Ricky.


Guru kimia yang tak kalah cuek dari Azka itu hanya diam saja memperhatikan para siswanya. Siswa yang sering bermasalah dan masuk di ruang Bk ternyata calon adik iparnya.


Perkelahian terjadi di atas ring tinju, tenaga yang sebanding juga tubuh yang sebanding, membuat keduanya sama-sama bertahan. Saling menangkis serangan dan saling membalas, hingga keduanya tepar di atas matras empuk itu.


Dito bangkit dari tidurnya setelah menghirup oksigen di udara sebanyak-banyaknya, mengulurkan tangan untuk membantu pak Alvi berdiri. Dengan senang hati Alvi meraih uluran tangan Dito.


"Gue lega Alana dapat calon suami jago bela diri seperti bapak, om Kevin pengusaha besar dan sukses yang mempunyai musuh di mana-mana. Gue titip gadis yang sangat gue cintai pak. Jangan sakiti dia atau membuatnya menangis, atau gue akan merebutnya kembali," ucap Dito mantap masih dengan napas sedikit terangah-engah.


"Tanang saja, saya akan menjalankan amanah dengan baik tanpa ada perintah dari kamu," sahut Alvi dengan wajah datarnya. Pernikahan mereka memang berawal dari kesepakatan, tapi ia bukan laki-laki pengecut yang akan mempermainkan pernikahan.


Baru saja akan turun dari ring, bogeman sangat keras mendarat di wajah guru kimia itu, siapa lagi pelakunya jika bukan Samuel. Sontak para Anggota inti berdiri, melihat aksi Samuel yang tak terduga.


Samuel menarik kerah baju Alvi agar kembali berdiri menghadapnya, mencengkram kerah baju gurunya sangat kuat sakin geramnya.

__ADS_1


"Lo kira gue nggak tau apa-apa Hm?" geram Samuel penuh amarah. "Alana bukan perempuan biasa yang bisa lo permainkan begitu saja. Menikah karena kesepakatan? Brengsek lo!" Tinjuan kembali mendarat di wajah tampan Alvi, membuat laki-laki itu terjerambah di atas matras.


Diam membeku itulah yang di lakukan Alvi, tak menyangka ada yang mengetahui rencananya, jangan sampai calon ayah mertuanya tahu dan pernikahan yang beberapa hari lagi akan berlanjut batal.


"Lo kira om Kevin bakal ngelepasin lo gitu aja setelah tahu semuanya? Jangan harap!"


Azka menahan yang lain saat akan membantu pak Alvi dari serangan Samuel, karena ia tahu semua kebenarannya sama seperti Samuel. Bedanya, disini ia menjadi sahabat egois karena mementingkan diri sendiri demi perjodohan itu batal.


"Pak Alvi ... Abang, cukup!" teriak seorang gadis yang baru saja masuk keruangan olahraga ayah Kevin.


Berlari naik ke ring untuk menghentikan aksi Samuel


"Apa yang abang lakukan? Kenapa abang tega mukul calon semua gue?" bentak Alana tak terima.


Tanpa mengatakan apapun, Dito meninggalkan ruangan itu, ruangan yang bagai neraka untuknya, melihat gadis yang sangat ia cintai tengah memangku orang lain, bahkan terang-terangan membelanya di depan Samuel.


"Gadis bodoh!" ujar Samuel setelah itu ikut pergi meniinggalkan Alana.


"Ini sebenarnya ada apasih? Kayaknya gue ketinggalan berita deh," bingung Rayhan mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sama gue juga," timpal Keenan dan Ricky.


Para anggota inti meninggalkan rumah mewah nan indah itu setelah berpamitan pada pemiliknya. Dengan perasaan berbeda-beda mereka melajukan motor besar masing-masing membelah padatnya jalan Raya. Dito yang di penuhi rasa cemburu, Semuel yang di penuhi Amarah, Azka yang merasa bersalah, juga Ricky, Rayhan dan Keenan dengan rasa bingung masing-masing.


...****************...


Jangan lupa meninggalkan jejak.

__ADS_1


Ada yang penasaran dengan kisah Alana dan Alvi? Kuy intip novel Dedek dengan judul "Hay pak guru" di jamin ngakak dan gemes😊.


__ADS_2